Pembantu Hangat

Pembantu Hangat
Malam Duda


__ADS_3

Setelah urusannya, Topan pulang kerumah. Dan tak ada sambutan hangat yang menyambutnya seperti biasa.


Topan menghela nafas pelan lalu masuk dan menutup pintu itu kembali.


Ia melihat kesekeliling ruangan. Dan seketika berinisatif untuk membersihkan rumah. Ya, yang terbaik untuk menenangkan hati yang gelisah karena beberapa jam kedepan ia akan menikahi sang pujaan hati.


Butuh waktu 2 jam bagi Topan untuk membersihkan rumah seluas itu. Ia bahkan mengeluarkan beberapa prabot yang sudah terlalu lama tersimpan. Topan berniat untuk mengejutkan sang calon istri jika ia pulang nanti.


Setelah Topan menata ruangan yang bisa kosong, kini terlihat ruangan itu terdapat kursi sofa simpel berwarna grey terang di padu dengan meja simpel. Sebuah karet berwarna senada pun ikut mempermanis ruangan tamu.


Tak hanya itu, di bagian ruang tengah pun sudah Topan sulap menjadi ruang berkumpul yang lebih hangat.


Setelah selesai, Topan pun merasa puas.


"Ah, ternyata tidak sulit juga menjadi desain interior.." gumam Topan berbangga pada dirinya sendiri.


Selang beberapa menit, tiba-tiba terdengar suara pintu terketuk dari pintu depan rumahnya.


Tok..tok..tok..


Topan berbalik ketika mendengarkan suara ketukan itu.


Tok..tok..


Kening Topan tertaut mendengar suara ketuka pintu yang terdengar tak sabar cukup.


"Siapa sih??" gerak Topan menuju pintu rumahnya.


Topan meraih pedal pintu dan membukanya.


"Tadaaa..." seru Kevin bersorak seolah-olah sebuah kejutan yang akan mengagetkan sang pemilik rumah.


Namun nyatanya Topan malah berekspresi datar dan bingung menatap sang staff di depan pintu rumahnya.


Kevin berdiri kikuk.


"Kau sedang apa?" tanya Topan heran.


Dan Kevin pun mengubah ekspresi yang tadinya sumbringah menjadi bete.


"Ck.. sudah aku bilang bahwa ini ide konyol, Johan tidak percaya" celetuk Kevin kesal. "Ambil ini.. " ujar Kevin dengan kasar memberi sebuah bungkusan besar pada Topan.


Topan terlonjak bingung.


"Apa ini??" tanya Topan menerima dengan tidak senang.


"Aku tidak tau..ini di pesan khusus untuk mu" sahut Kevin dengan berjalan masuk kerumah Topan.


"Hey!!" seru Topan protes pada sang tamu yang masuk tanpa permisi.


Namun tak beberapa lama, dua mobil yang sangat Topan hafal pun terparkir bersamaan di halaman rumahnya.


"Johan?? Dodi?" seru Topan heran.


Kedua pria itu turun dengan nyaris serentak.


Johan dan Dodi jalan bersamaan. Namun mata Topan memicing tajam pada tangan Johan.


"Hay, calon pengantin.." sapa Johan ramah. Lalu Johan menyerahkan oleh-olehnya itu pada Topan.


"Ambil ini, dan semoga cocok.." ujar Johan santai sembari masuk dengan langkah arogannya.


Topan terkesiap menerima hal yang mencurigakan dari Johan.


Dan Dodi masuk dengan senyum terkembang.


"Aku hanya mengikuti perintah.." kata Dodi yang mengikuti langkah sang atasan yang telah lebih dahulu masuk.


"Kalian ini benar-benar??" rutu Topan tak siap menerima tamu sore itu karena ia hendak me time setelah lelah membereskan rumah.


Namun ketiga orang yang sangat sesuka hati itu tak peduli dengan protes sang pemilik rumah.

__ADS_1


Dan rumah nomor 15 itu pun menjadi ramai dengan canda tawa para lelaki yang meramaikan malam bujang Topan.


***


Topan dengan terpaksa menyambut kedatangan ketiga tamu itu. Ia pun membuka bungkusan yang di bawa Kevin di atas meja makan.


Dan ternyata ada beberapa menu restoran yang telah siap di santap untuk di hidangkan pada para tamu.


Topan menyeringai kecil. Ia merasa memiliki sebuah keluarga kecil dari pertemanan teraneh ini.


Topan mengeluarkan satu persatu kotak plastik itu. Dan terdapat dua botol minum yang agak mencurigakan dari plastik itu.


Kening Topan bertaut heran pada minuman berwarna coklat itu.


"Keviiiin.. minuman apa yang kau bawa ini??" tanya Topan dengan membaca nama stiker pada botol tersebut, "Jamu mbak Shinta?".


Kevin tak menjawab, mereka sibuk tertawa dengan hal yang tak Topan tau.


"Ck.. semoga bukan minuman keras" celetuk Topan.


Dan tak lama, Topan pun bergabung dengan teman-temannya itu dengan membawa makanan itu.


Johan, Dodi dan juga Kevin menyambut.


"Kalian apa tidak ada kerjaan, sampai datang kesini??" celetuk Topan.


"Ya, demi untuk menganggumu, kami sengaja meluangkan waktu, harusnya kau berterimakasih pada kami.." celetuk Johan santai.


Topan menyeringai kesal.


"Kau yang punya ide.."


Johan terkekeh.


"Ya?? apa kau keberatan?"


"Ya jelas, aku pikir aku bisa tidur pulas malam ini untuk persiapan malam spesial bersama Alia.."


"Kau tenang saja, aku sudah persiapkan satu hadiah yang akan membantu usahamu itu berjalan mulus.." sahut Kevin.


"Maksud mu?"


"Kau lihat ada minum jamu Mbak Shinta didalam bungkusan tadi?"


Topan mengangguk polos.


"Itu adalah obat kuat.." bisik Kevin dengan nada mesum.


Topan tercengang.


Johan terkekeh, begitu juga Dodi.


Namun akhirnya Topan ikut tertawa renyah. Ya begitulah otak absur ke empatnya yang cocok satu sama lain.


Dan malam itu menjadi malam kumpul para lelaki dengan berbagai topik bahasan yang cukup menarik.


Sangat jarang ke empatnya bisa satu frekuensi di satu waktu. Dan Topan bersyukur di keliling oleh teman yang cukup setia, olah ia punya saudara sedarah.


***


Setelah obrolan panjang kali lebar para lelaki itu, akhirnya Kevin dan Dodi undur diri pamit. Karena mereka harus pulang tepat di jam 12 malam. Agar esok pagi dapat menghadiri acara terpenting sang teman bersama istri mereka.


Hingga hanya menyisakan Johan yang berada dirumah itu.


Topan menutup pintu dan berbalik berjalan menuju Johan yang kini berada di meja makan dengan melihat botol kaca pemberian Kevin.


"Kevin benar-benar kampungan, dia masih percaya dengan obat seperti itu.." tutur Topan santai dengan sedikit merapikan beberapa kotak yang sudah kosong untuk di buang.


Johan menyeringai.


"Akhirnya kau menikah lagi.." tutur Johan.

__ADS_1


Topan terhenti.


"Aku pikir kau akan fokus menjaga ibumu.."


Topan menyeringai.


"Akh.. sungguh menikah itu begitu berat.."ujar Johan dengan duduk di salah satu kursi makan.


Topan masih dengan membersihkan sisa kotak yang akan ia buang ke dapur belakang.


"Kenapa kau berkata seperti itu? apa pernikahanmu bermasalah?" tanya Topan.


"Tidak.."


"Lalu?"


"Ya aku hanya baru menyadarinya setelah melewati tanggung jawab itu.." sahut Johan menghela nafas.


Sesaat keduanya diam.


"Mungkin kamu sering mendengar jika menikah adalah akhir yang bahagia... padahal.. itu adalah awal dari lembaran perjalanan rumah tangga yang harus siap dengan segala cerita dan juga permasalahan yang tiba-tiba datang tanpa di duga.." tutur Topan.


Johan mendengar.


"Selama menjadi pengacara perceraian, akhirnya aku sadar.. ternyata perjuangan yang sebenarnya adalah mempertahankan bukan menyatukan.." timpal Topan.


Johan merenung.


"Karena pernikahan itu bukan hanya soal cinta..karena ada yang lebih penting dari sekedar cinta, ini semua tentang iman, kerja tim dan komitmen. Yaa, aku tau cinta itu penting tapi tidak ada yang tau bentuk cinta itu sendiri tanpa tiga hal itu.." jelas Topan tenang.


"Komitmen untuk tetap bertahan dan setia dengan berbagai masa yang terlewati dan banyak yang berubah di sepanjang perjalanan rumah tangga.. ada fisik yang berubah, ada hati yang lelah dan ada suka duka yang siap menguji batas pertahan dalam mahligai pernikahan.." tutur Topan bijak.


Johan menatap Topan sinis.


"Kau sudah suhu di bidang itu ternyata.."


Topan tertawa renyah.


"Pengalaman yang membuat aku belajar.."


Johan mengangguk setuju.


"Ratusan kasus dan semua terjadi karena keegoisan sesaat, dan penyesalan akan selalu setia datang di akhir cerita.."


Johan menyeringai,


"Sepertinya aku harus banyak belajar dari mu.."


Topan menoleh.


"Kau pikir aku sudi?" tukas Topan sombong.


Dan kedua pria itu pun tertawa satu sama lain.


"Terimakasih, Johan.. kau sudah mau repot untuk acara penting ini.. "


Johan menggeleng.


"Bukan aku, tapi istriku Dinda.."


Topan sedikit kaget.


"Dia terlalu berambisi untuk membuat hari bahagia Alia.."


Topan terkesan.


"Kau sepertinya sangat beruntung menikah dengannya.."


Johan setuju dan mengiyakan ucapan Topan dengan senyum.


Malam bujang yang cukup berkesan bagi Topan.

__ADS_1


__ADS_2