Pembantu Hangat

Pembantu Hangat
Taktik


__ADS_3

Dan waktu pun bergulir, dalam kurun waktu 3 minggu berkas kasus Topan pun masuk ke dalam ruang sidang.


Dua hari sebelum sidang, Kevin terlihat berdiskusi dengan Topan dan juga Johan.


"Bukti CCTV itu akan membungkam Rudy.." ujar Kevin bersemangat.


"Tunggu.. itu terdengar terlalu mudah.." sela Topan santai.


Kening Kevin berkerut heran.


"Maksud mu terlalu mudah.."


"Aku ingin sedikit bermain.." tutur Topan bernada tenang.


Kevin terheran.


"Hah?? bermain?"


Johan menyeringai kecil.


"Kau punya kejutan?"


"Hm, anggap saja kita kalah, dan membuat hati sang lawan senang.. hingga ia menganggap kemenangan mutlak adalah miliknya"


Kevin terhenyak.


"Apa kau yakin?? bagaimana jika.." cecar Kevin jenggah dengan pikiran Topan.


Tiba-tiba Johan memberi aba-aba.


"Aku setuju!!" sahut Johan mendukung.


Topan menyeringai penuh arti pada sang teman yang pemikirannya sefrekuensi.

__ADS_1


Dua teman lama itu saling tersenyum dengan liriknya. Sudah lama mereka tidak sedikit bermain di dunia persidangan.


Kevin hanya bisa menggeleng, benar-benar dua orang yang susah di tebak. Topan dan Johan awalnya dua orang musuh di meja hijau, dengan watak yang sama keras. Hingga disatu ketika terjadi penghianat di kubu Topan, Johan yang saat itu lawan Topan tanpa sengaja membantu. Dan akhirnya kedua menjadi sahabat hingga saat ini.


"Lebih baik kau pulang.." titah Johan.pada Kevin.


"Kalian mengusir aku?" delik mata Kevin curiga.


Topan tertawa kecil.


"Sudah, pulang saja.. istirahat yang cukup agar kuat menghadapi sidang ku nanti" seloroh Topan.


Kevin menyeringai kecil.


"Dasar kalian ini, bilang aja mau berbicara rahasia!!" ketus Kevin kesal dengan mengambil tas dan hendak beranjak pergi.


"Syukurlah kau mengerti" sahut Johan menimpal ucapan Kevin.


Topan tertawa renyah.


Keduanya mengangguk secara bersamaan.


Dan Kevin pun berlalu dengan meninggalkan kedua temannya itu.


Ketika Kevin telah pergi, seketika wajah Topan berubah serius.


Begitu juga dengan Johan yang terlihat diam.


"Kau berniat untuk menjatuhkan Rudy Mahendra??" tanya Johan.


Reaksi wajah Topan terlihat tenang dingin dengan sejuta rencana di dalam pikirannya.


"Awalnya tidak, tapi.. karena dia yang memulai lantas mengapa aku menolak.." sahut Topan.

__ADS_1


Johan mengangguk.


"Jika kau tak memakai bukti dari CCTV, lantas apa kau punya bukti lain untuk menjatuhkan Rudy??"


Topan terdiam sedikit lama.


"Ya, bukti yang tak pernah Rudy bayangkan" sahut Topan dengan penuh misteri.


***


Dan hari di tunggu pun tiba, hari sidang pertama kasus Topan dan Rudy akhirnya di gelar.


Pihak Rudy hadir dengan di wakilkan oleh kuasa hukum baru seorang pria paruh baya yang terlihat senior di bidang nya.


Topan dan kuasa hukumnya Kevin pun terlihat siap menghadapi tanpa takut. Terlihat ketenangan Topan saat menerima semua tuduhan yang ia terima dari kuasa hukum lawan.


Strategi perang yang sudah cukup lama di kuasai Topan. Ia dengan sengaja membuka jalan pada Rudy begitu mulus. Kevin sebenarnya tidak setuju dengan cara Topan yang seolah mengulur waktu.


Namun Topan menyuruh Kevin untuk menahan diri. Ini hanya soal waktu, waktu yang tepat untuk menjatuhkan lawan.


"Saudara Topan datang dan langsung memukul wajah klien kami Rudy Mahendra.. hingga klien saya tersungkur jatuh dan mengalami luka pada wajahnya" ujar sang pengacara dari pihak Rudy membaca laporan sang klien pada hakim agung.


"Tidak hanya sekali, tapi beberapa kali tindakan anarkis saudara Topan sangat berbahaya, bahkan ia menentang bagian perut hingga pada paha.." lanjut sang pengacara membaca laporan itu dengan berapi-api.


Topan sedikit tertunduk, ia menyembunyikan tawa kecil mendengar bacaan laporan pihak lawan.


"Hanya karena tendang kecil itu, Rudy menyeret ku menjadi seorang tersangka??" rutu Topan menbatin. "Kau terlalu menganggap aku remeh Rudy" timpal batin Topan. Lalu ia kembali mendengarkan laporan-laporan yang masih belum selesai di laporkan sang pengacara lawan.


Hingga tiba saat di satu laporan yang tak terduga pun ikut di bacakan oleh Pengacara lawan.


"Yang Mulia, perlu anda ketahui, jika saudara Topan telah menyembunyikan seorang wanita di rumahnya selama ini.. dan wanita tersebut adalah orang terdekat saudara Rudy Mahendra.."


"BRAVO!!" sahut batin Topan tersenyum misterius dengan menanggapi laporan sang pengacara lawan.

__ADS_1


Dan seolah terpampang jelas jika inti dari gugatan Rudy atas Topan adalah mencari sosok yang tak bisa ia gapai lagi, Alia Zatifah.


__ADS_2