
Alia yang terjaga sepanjang malam, dan akhirnya tidak sabar untuk segera melakukan satu test penting.
"Udah jam 4" guman Alia dengan melihat jam dinding dikamarnya.
Alia menghela nafas, tekatnya sudah bulat. Ia akan mencoba, walau mungkin saja hasilnya akan tetap sama seperti waktu dulu. Tapi entah mengapa Alia ingin percaya pada satu kemungkinan. Kemungkinan yang di ucapakan Mira, jika ia punya ciri-ciri wanita hamil.
Perlahan Alia bangun dari tempat tidurnya. Ia sedikit menoleh pada sang suami yang masih tertidur lelap.
Berkali-kali ia melihat wajah tenang itu, maka berkali-kali pula Alia bersyukur. Sungguh menjadi istri dari seorang Topan Syahputra sangatlah beruntung.
Namun ia kembali fokus pada tugas yang ingin ia buktikan.
Tak lama, Alia pun beranjak dari tempatnya. Ia berjalan menuju ruang ganti.
***
Di depan wastafel dengan air mengalir, Alia berdiri menantap air urin yang sudah ia tampung dalam satu wadah plastik kecil.
Tangan kanannya sedikit bergetar dengan memegang satu alat testpeck kehamilan.
Deg..deg..deg.. jantung Alia berdebar, hal ini lebih berat dari pada kata cinta sang suami atau jauh lebih berat dari pada keputusan hakim saat sidang perceraiannya waktu itu.
"A-apa harus aku coba?? tapi? Bagaimana jika hasilnya tetap negatif?" perdebatan batin Alia yang terus merasa takut.
Namun Alia kembali mengingat ucapan Mira saat itu.
"Coba saja?? jika benar maka itu akan jadi kado terindah untuk pak Topan.. tapi jika tidak, kamu masih punya banyak kesempatan, kamu masih muda dan pak Topan juga sehat.. nikmati masa pacaran yang membuat kamu bahagia itu bisa menjadi pemicu hamil" kata Mira dengan nada memberi suport positif pada Alia yang masih ragu.
Alia menantap benda testpeck itu. Ragu-ragu namun ingin.
Hingga akhirnya Alia kembali membulatkan hati. Lalu dengan cepat melakukan proses uji alat kehamilan itu pada air urinnya.
Ia menahan selamat beberapa menit, lalu dengan cepat mengangkat testpeck itu dan langsung membalikkannya.
Ia sangat takut untuk melihat hasil proses testpeck itu. Alia gugup luar biasa, rasa cemas dan takutnya tiba-tiba muncul.
Hingga karena terlalu gugup tanpa sengaja tangan Alia menyenggol testpeck itu hingga jatuh kelantai.
PLETAK..
Alia terkejut, sehingga Alia reflek memungut kembali testpeck tersebut.
Dan sesaat matanya terpaku.
***
__ADS_1
Topan terbangun dengan mendengar suara tangis yang mengusik ketenangan tidurnya.
"Alia??" panggil Topan.
Namun sang pemilik nama tak kunjung menjawab.
Seketika Topan bangun dengan terpaksa.
"Alia?" panggil Topan panik dengan kian jelas mendengar suara tangisan yang begitu pilu.
Langkah Topan kian tertuju pada ruang ganti dan berhenti di depan pintu kamar mandi.
Suara tangis terdengar jelas dari dalam sana.
"Alia?" panggil Topan dengan segera membuka pintu kamar mandi.
Seketika Topan terpaku. Ia terkejut melihat sang istri menangis tersedu-sedu di lantai kamar mandi
"Alia? apa yang terjadi??" tanya Topan dengan mendekat dan langsung mendekap cemas sang istri yang terlihat terguncang.
Alia tak menjawab, tangisnya tak bisa ia hentikan.
"Ada apa Alia?? katakan??" tanya Topan memaksa dengan mengusap punggung sang istri agar lebih tenang.
Di saat kecemasannya memuncak, tanpa sengaja tatapan Topan tertuju pada satu benda yang berada dekat di samping sang istri.
"A-alia??" Topan menantap benda itu dan membawa kehadapan Alia.
Air mata Alia kian jatuh. Seketika Topan memeluk erat tubuh sang istri.
"Hamil? kau hamil sayang" ucap Topan tak percaya.
Alia mengangguk dengan air mata yang tak dapat ia hentikan.
Seketika Topan di serang rasa bahagia yang luar biasa, lalu spontan mengecup pucuk kepala sang istri dengan penuh sayang.
Alia memeluk tubuh sang suami dengan rasa yang tak bisa ia jelaskan. Untuk beberapa saat keduanya berpelukan dengan rasa bahagia, menyambut hal yang sangat berarti yang kini akan memberi warna dalam pernikahan mereka.
"Mas??" panggil Alia dengan suara parau.
Topan mererai pelukannya dan menantap wajah Alia. Ia menyeka air mata sang istri yang terlihat masih tak percaya.
Dengan senyum penuh arti ia mencium kening Alia.
"Jangan menangis sayang.." pinta Topan dengan tulus. Lalu dengan cepat ia mengendong Alia dan membawa sang istri untuk bisa menangkan diri di tempat tidur mereka.
__ADS_1
***
Dengan membawa air putih hangat, Topan memberikan gelas itu pada Alia yang masih setia menitikkan air matanya.
"Minumlah.." pinta Topan dan memberikannya pada Alia.
Alia patuh dan meminumnya perlahan. Alia tak menghabiskannya, lalu gelas itu ia kembalikan pada Topan.
Topan menerima dan menaruhnya di tepi meja dekat dengan tempat tidur.
Lalu tak lama, ia duduk di samping Alia.
Wajahnya terlihat tenang dengan menatap lekat wajah sang istri.
Dan tak lama, tangannya menyentuh tepat di perut Alia.
"Terimakasih Alia.." ucap Topan tulus.
Alia menantap Topan.
"Kau sudah mengandung anak ku.." sambung Topan dengan mengelus lembut pada perut yang kini tertanam benihnya. Tatapan Topan begitu lembut para perut yang masih rata itu.
"Mas??" panggil Alia lembut lalu tak lama tangannya menyentuh jemari sang suami.
"Kita akan merawatnya bersama, dengan penuh kasih dan sayang.." ucap Topan seolah ingin mengulang doa tulus almarhum sang ibu dulu pada dirinya. Topan menantap dua bola mata wanita yang akan menjadi ibu dari anak-anak.
Alia tersenyum haru.
Lalu Topan langsung memeluk Alia kembali.
"Kau masih belum percaya??"
Alia mengangguk.
Topan tersenyum gemas melihat reaksi sang istri lalu mengusap lembut punggung Alia
"Kita akan kedokter dan melihatnya besok.. hm??" ajak Topan.
Alia mengangguk setuju, namun lagi-lagi ia tak bisa mengontrol air mata yang masih setia jatuh. Karena rasa bahagianya yang luar biasa pada malaikat yang kini hadir didalam rahimnya.
💗💗💗
Minta doanya ya teman-teman sahabat Alia.. semoga sehat dan bayi cepat besar diperut 💗💗🥰🥰
__ADS_1
Ayo main tebak-tebakan , kira-kira udah berapa minggu Topan Junior diperut?? ðŸ¤ðŸ¤