
Menjelang sore, akhirnya moment jalan-jalan itu selesai. Dan kini mobil sedan Topan mengarah menuju jalan pulang yang mulai sedikit macet.
"Kue.." kata ibu Topan tiba-tiba.
"Kue??" seru Alia.
"Kue.. aku mau kue" rengek ibu Topan.
Topan melirikdari kaca spion untuk melihat sang ibu.
"Ibu?? ibu lapar??"
Alia bingung.
"Hah?? ibu..ibu lapar lagi??" tanya Alia mengulang pertanyaan Topan.
Dan ibu Topan mengangguk cepat.
"Lapar, kue.. aku mau kue, Sukmaaaa" rengek ibu.
"Ya.. ya ibu.. jangan nangis dulu" ujar Topan yang mulai panik melihat sang ibu mulai tak mood.
"Ini tuh, lagi macet buk.. nanti di mini market dekat rumah aja ya kita belinya.." bujuk Topan.
"Kue.. Kue, aku mau kue Sukma!!" rengek ibu pada Alia dan tak mendengarkan ucapan sang anak.
Tanpa sadar Alia menatap tatapan Topan dari balik kaca spion yang terlihat risau, ia jadi ikut berpikir keras dengan permintaan ibu sang majikan.
"Ah, Alia ingat.." seru Alia cepat. " Mas, kita harus mutar arah.. karena di dekat sini ada satu toko kue yang enak, dr. Dessert"
"dr. Dessert?"
"Iya, kesana aja mas.." saran Alia cepat.
"O-oh..ya" jawab Topan yang akhirnya mengikuti saran Alia.
"Yeee, ibu jadi beli kue.." seru Alia dengan mengubah mood ibunya. Ibu Topan pun ikut bertepuk tangan seolah telah memenangkan suatu perlombaan.
Dan tak lama, arah laju mobil sedan Topan pun berputar haluan menuju toko yang disebut Alia tadi.
"Pelan-pelan mas, sedikit lagi itu.. di dekat sana ada tulisan tokonya, kelihatan gak?? dr. Dessert??"
"O-oh.. hm, iya" jawab Topan dengan mempercepat laju mobilnya.
"Mas?? pelan-pelan.. nanti bisa kelewatan" seru Alia memperingatkan.
"Gak papa, mas bakal balik arah.."
Alia mendelik.
"Jangan mas, nanti muternya jauh banget dan jadi kejebak macet lagi.." sanggah Alia. "Jadi lebih baik biar Alia nyebrang aja" jelas Alia.
"Nyebrang??" sahut Topan ragu.
"Gak papa mas.." kata Alia lagi dengan menatap ibu Topan. "Ibu mau kue apa??"
"Cake"
__ADS_1
Alia terkaget.
"Cake?? ibu suka Cake??"
Ibu Topan mengangguk cepat. Dan Alia masih terheran, bagaimana bisa ibu sang majikan mengingat jenis kue Cake tersebut.
Tak lama, laju mobil Topan pun berhenti pada sisi badan jalan. Topan terlihat bersiap untuk turun. Namun tiba-tiba sebuah tangan menahan bahu Topan.
Topan reflek berbalik, dan wajah Alia pun berada di sana.
"Mas, biar Alia aja.."
Kening Topan bertaut gusar.
"Gak papa, mas sama ibu aja.." kata Alia yang akhirnya membuka pintu mobil.
Blam.. pintu tertutup kembali dan Alia telah berada di luar mobil.
Topan melihat dari kaca spion di pintu mobil. Dan terlihat ada satu hal yang membuatnya tak tenang. Alia terlihat ragu-ragu ketika akan menyebrang jalan.
Alia terlihat akan ambil ancang-ancang, namun langkahnya kembali ragu ketika dari jauh terlihat ada lampu motor yang akan melintas.
"Ck.." decak Topan cemas. Hingga tanpa pikir panjang, Topan pun memutuskan untuk turun.
"Ibu, Topan akan turun sebentar, oke?" kata Topan sembari membuka tali pengaman.
Wajah ibu terlihat polos menatap sang anak.
"Sebentar saja oke??" ujar Topan kembali dengan membuka pintu mobil lalu turun.
Alia tengah fokus melihat pada sisi kirinya, dan terlihat jika kendaraan mobil sudah agak jarang. Alia pun bersiap untuk berjalan.
Namun baru satu langkah kakinya berjalan, tiba-tiba sebuah tarikan kuat menarik lengannya.
"Aliaaa!!" suara Topan terdengar khawatir.
"Akh.." Alia terpekik kaget dan seketika tubuh Alia berada didalam dekapan hangat.
Alia mematung ketika mendapatkan wajah khawatir sang majikan yang berjarak beberapa inci dari wajahnya.
Deg..jantung Alia berdecak.
"M-as..Topan" bisiknya yang membeku sempurna dalam pelukan sang Majikan.
"HEY!!" teriak Topan marah pada seorang pengendara motor yang menyelip dan hampir menabrak Alia. Lalu dengan wajah khawatir ia menatap wajah Alia yang masih mematung di dekapannya.
"Alia?? kamu gak papa??" tanya Topan dengan nada khawatir. Terlihat Alia yang menegadah menatap dirinya dengan wajah syok.
Deg..
Sesaat waktu di antara seolah berhenti. Lalu sebuah bunyi klekson membuat Topan tersadar dan dengan canggung melepaskan tubuh Alia.
"Ka-mu..kamu gak papa?" tanya Topan kembali.
"Ah, ya.."
Seketika raut wajah Topan lega.
__ADS_1
"Kamu gak bisa nyebrang??" tebak Topan.
Alia terdiam tanpa bisa menjawab, karena itu adalah kebenaran yang tak bisa ia sembunyikan dengan bukti kejadian beberapa detik yang lalu.
Topan reflek menghela nafas pelan.
"Sudah tau gak bisa nyebrang, tapi kamu dengan pedenya turun??" gumam Topan tak habis pikir dengan sang pembantu yang begitu nekat. "Alia..Alia.. kamu hampir saja tertabrak motor!!" tukas Topan.
"Maaf, tapi.." kilah Alia.
"Sudahlah.." potong Topan. "Ayo" ajak Topan tiba-tiba.
"Loh?? kue ibu?" respon Alia kaget.
"Ya, mas akan putar mobil, itu jauh lebih aman dari pada harus nyebrang.." sahut Topan.
"Tapi.." sela Alia.
"Aku gak mau kamu celaka, Alia..ayo" ajak Topan dengan meraih jemari Alia dan menariknya tanpa menerima protes.
Deg.. lagi jantung Alia bereaksi ketika merasakan hangatnya jemari Topan mengenggam tangannya dengan kuat.
***
Dan di saat yang bersamaan, Rudy yang berada di jalur sebrang jalan yang sedang ia lewati. Tanpa sengaja ia melihat sosok sang mantan istri yang berada di sebrang jalan.
"Alia" seru Rudy yang akhinya dapat melihat kembali sang mantan istri sehingga ia relfek memperlambat laju mobilnya untuk berhenti di tepi badan jalan.
Ketika Rudy menghentikan laju mobilnya, dengan cepat itu membuka sabuk pengaman dan turun dengan terburu.
Dengan panik ia berusaha melihat kembali sosok sang mantan istri yang terlihat tengah bersama seorang pria.
"ALIA!!" teriak Rudy dari sebrang jalan.
Rudy panik ingin menyebrang namun jalur terlihat padat.
"ALIA!!" teriak Rudy kembali dengan mencoba memyebrang, namun lagi-lagi hal itu gagal.
Terlihat dari kejauhan jika pria yang bersama sang mantan istri menariknya pergi. Rudy pun terserang panik.
"Enggak..enggak Alia" gumam Rudy gusar dan terus mencoba untuk menyebrang.
"ALIAAA!!" panggil Rudy untuk kesekian kalinya, berharap sang mantan istri mendengar.
Namun tanpa di duga, sang mantan istri masuk kedalam satu mobil sedan mewah. Dan seorang pria membantu Alia dengan begitu perhatian.
Deg.. seketika wajah Rudy mematung, melihat hal yang benar-benar membuatnya mengutuk dirinya sendiri.
Rudy seketika kehilangan akal sehatnya, ia ingin mengejar mobil sedan yang telah membawa sang mantan istri. Sehingga dengan nekat Rudy menyebrang jalan sembari memberi tanda tangan pada para mengemudi mobil yang seketika marah.
TIIIIIINNNN...TIIIINNNN.. terdengar bunyi klekson mobil yang nyaring sehingga Rudy sontak sadar dan akhirnya kembali mundur dengan wajah syok.
"HEY!! MAU MATI YAA!!" rutu pemilik mobil yang hampir saja menabrak Rudy.
Rudy tak peduli, jika dunia ingin memakinya sekali pun ia tak peduli. Karena, seluruh jiwanya telah kosong.
"Alia"
__ADS_1