
Dan untuk pertama kalinya, jendela besar di rumah Topan terbuka lebar. Sehingga angin malam masuk menyegarkan ruangan rumah.
Topan tidak pernah peduli akan hal itu, namun ketika sang pembantu melakukannya ia baru menyadari jika rumah itu memiliki taman belakang yang cukup luas.
Topan terpaku.
"Maaf ya mas Topan.. tadi siang Alia sengaja buka jendela ini, karena untuk sirkulasi udara rumah biar lebih segar.." jelas Alia.
"Oh.."
"Tapi.. tapi gak lama kok mas, setelah itu Alia tutup lagi.. cuma ini tadi ibu minta di buka.. maaf ya mas.."
Topan menghela nafas panjang lalu setengah menoleh pada Alia yang berada di sampingnya.
"Gak papa.. Mas aja lupa kalau punya taman belakang.."
Alia tersenyum kecil.
"Hmm, tapi sepertinya harus panggil tukang kebun, udah banyak bunga liar, ilalangnya juga udah tinggi.." kata Topane lihat sekilas dari lampu taman.
"Sebentar ya mas.." ujar Alia yang seketika berlalu pergi meninggalkan Topan yang masih memantap taman belakang rumahnya.
Namun gak beberapa Alia kembali dengan membawa sebuah nampan.
"Mas.." seru Alia memanggil.
Topan berbalik dan kaget lalu reflek meraih nampan dari tangan Alia.
"Ini kopi dan roti panggangnya.." jelas Alia
"Oh, terimakasih.."
Alia tersenyum kecil lalu perlahan pergi meninggalkan Topan sendiri dan masuk kedalam kamar untuk menemani ibu Topan.
***
Di suasana malam yang tenang, entah berapa lama Topan menikmati kesendiriannya.
Alia yang baru saja beranjak pergi dari kamar ibu Topan pun terheran ketika melihat sang majikan masih berada di sana seorang diri.
Tapi ia berpikir untuk tak menganggu waktu sang majikan dan hendak naik ke atas menuju kamarnya.
Namun baru beberapa langkah Alia berjalan, tanpa diduga Topan melihat Alia.
__ADS_1
"Alia??" panggil Topan.
Alia berhenti dan menatap sang majikan.
"Ya, mas?"
"Kamu, mau kemana??"
"Oh, Alia mau keatas.."
Kening Topan berkenyit.
"Ibu??"
"Ibu, sudah tidur mas.. tadi beliau katanya gak mau makan lagi.. mau langsung tidur" jelas Alia.
"Oh.." Topan mengangguk paham.
"Apa, kamu mau langsung tidur??"
"Hm, enggak.."
"Mas mau pesan mie pangsit.. apa kamu mau??" tawar Topan.
Alia menimbang.
***
Dan akhirnya Topan dan Alia pun duduk di lantai di tepi jendela yang masih terbuka lebar.
Angin malam begitu sejuk ditambah dengan pekatnya langit malam tanpa bintang.
"Mas udah lama tinggal di sini??"
"Ya, mungkin sekitar 6 tahun.."
"Oh.."
Sejenak Topan bernelangsa jauh.
"Setelah pindah apartemen sana sini, akhirnya mas putuskan untuk membeli rumah ini.. dan ternyata itu pilihan yang tepat" jelas Topan.
Alia mendengar dengan sangat baik.
__ADS_1
"Dan tak lama setelah itu mas menikah lalu 2 tahun kemudian bercerai.." sambung Topan dengan wajah tenang menceritakan sekilas masalalunya.
Hening keduanya larut menikmati suasana taman itu.
Sesaat Topan menghela nafas pelan. Alia menoleh seolah dapat merasakan sang majikan sedang memiliki beban.
"Gimana sidang hari ini??" tanya Alia membuka pembicaraan kembali.
"Kasus perceraian seperti apa?"
Topan seketika menoleh pada wajah Alia yang terlihat tenang. Dan sekilas wajah sang klien Rudy kembali terbayang dengan ucapan yang membuat Topan gusar.
"Boleh mas bertanya??"
"Hm?? apa?" jawab Alia polos.
Topan menimbang namun akhirnya mengutarakan pertanyaan yang ingin ia ketahui dari sosok yang telah membuatnya gelisah.
"Jika di beri kesempatan, apa kamu akan kembali pada Rudy??"
Deg..Alia terjegat kaget dengan pertanyaan tak terduga dari sang majikan.
Topan menanti jawaban dari bibir Alia yang berwarna pink.
Terlihat jelas jika wajah Alia berubah.
"Mas, hanya bertanya.. jika kamu tak menjawab.."
"Mungkin.." jawab Alia cepat.
Nyuut.. hati Topan perih.
"Kau akan kembali??" tanya Topan tak percaya.
Alia mengatupkan kedua bibirnya dan bola mata hitamnya menghindari tatapan Topan.
"Jadi kau menyesal sudah bercerai dengan Rudy??" tanya Topan sulit.
"Enggak.."
Topan kian tercengang mendapatkan jawaban di luar ekspresinya.
Namun wajah Alia terlihat tenang ketika reaksi Topan begitu jelas bahwa itu terkejut.
__ADS_1
"Penyesalan adalah neraka nyata di dunia" jawab Alia dingin.
Topan tercengang, ia benar-benar di tipu oleh sosok Alia. Wanita ini benar-benar susah di tebak.