Pembantu Hangat

Pembantu Hangat
Welcome New life


__ADS_3

Dan akhirnya, hari yang di nanti tiba. Hari keberangkatan Alia dan Topan memuju tempat baru, Batam.


Alia sudah bersiap dengan membawa satu tas yang ia bawa bersama. Sedangkan Topan di sibukkan dengan dua koper yang harus ia bereskan ke tempat tiket.


Terlihat Dinda dan Johan berada dibandara mengantar tetangga mereka untuk pergi ketempat baru.


"Hati-hati yaa.." pesan Dinda sembari mengelus perut Alia yang membuatnya gemas.


"Iya mbak, makasih selama ini udah baik banget.."


Dinda tersenyum. Alia langsung memeluk Dinda.


"Jaga kesehatan ya mbak, semoga berbahagia selalu dengan pak Johan.."


Dinda mengusap punggung Alia.


"Ya, kamu juga.. jaga kesehatan terutama sampai bayi lahir.." pesan Dinda.


Pelukan tererai dan keduanya saling menguatkan.


Topan menjabat tangan Johan.


"Terimakasih" ucap Topan.


Johan hanya membalas seadanya tanpa mengucapkan sepatah kata perpisahan pada teman yang cukup berarti di pertemanannya.


Topan mengerek koper dan Alia mengikuti langkah sang suami.


Lambaian tangan terakhir menandakan perpisahan yang mungkin akan cukup lama.


Dinda senang tiasa melambaikan tangannya sebagian tanda perpisahan. Namun Johan hanya menatap punggung sang teman dengan raut wajah terlalu tenang.


"Kenapa liatinnya gitu banget sih?"


Johan menghela nafas.


"Sedih.."


Dinda seketika menoleh tidak percaya.


"Se-sedih?? waah.." seru Dinda tak percaya, pria yang disampingnya akan merasa sedih dengan kepergian sang teman.


Johan menoleh pada sang istri.


"Memang kenapa?"


"Ah, enggak sih cuma terdengar aneh aja kamu bisa punya rasa sedih gitu sama pak Topan.. jarang-jarang loh.." tukas Dinda.


Johan berdecak.


"Kau pikir aku ini tidak ada hati nurani?" seru Johan kesal.


Dinda melirik usil.


"Emang iya.." sahut Dinda dengan sedikit menjulurkan lidah dan berlalu meninggalkan sang suami.


Johan terpenglongo hingga pada akhirnya mengejar langkah sang istri.


Johan merangkul pinggang sang istri.


"Aku sudah jadi manusia biasa, karena kamu" ucap Johan menantap sang istri yang berada di sampingnya.


Dinda terpaku. Namun tak lama seulas senyum pun terkembang ada rasa yang membuatnya bangga.


"Ayo kita pulang, aku mau tidur lagi.." tukas Johan dengan membawa langkah Dinda untuk lebih cepat.


"Iiikh, masa tidur lagi.." protes Dinda.


Namun sang suami tak peduli, bagi Johan waktu weekend adalah waktu bermalas-malasan dikamar bersama sang istri.


Namun sesaat Johan menoleh kebelakang.


"Selamat bertugas di tempat baru teman, aku pasti rindu pertengkaran kita.." ucap batin Johan.


***


Di sisi lain, ketika Topan baru saja selesai membereskan koper-kopernya. Ia pun kembali pada Alia yang berdiri dengan melihat handphonenya.


Namun ketika beberapa langkah Topan hampir mendekati pada sang istri. Tiba-tiba sebuah telfon masuk.


Topan meraih handphonenya dan terkejut melihat nama yang sudah lama tak pernah menghubungi.


"Rudy??" seru Topan dengan kening tertaut heran. Namun Topan mengabaikan telfon tersebut.

__ADS_1


Dan kembali pada tujuannya untuk kembali pada sang istri.


Tapi tiba-tiba sebuah pesan masuk kedalaman aplikasi pesan Topan.


Langkah Topan kembali terhenti. Lalu membaca pesan tersebut dengan kening tertaut curiga.


"Temui aku, atau aku harus muncul di depan mantan istri ku?" pesan milik Rudy itu jelas membuat Topan kesal. Ia langsung mengedarkan pandangan melihat sekitar dengan cepat.


Dan benar saja, Rudy berada tak jauh dari pandangannya.


Dengan tangan mencengkram handphone, akhirnya Topan berbalik arah untuk menemui mantan kliennya.


***


Disatu sudut ruangan bandara. Topan menantap Rudy.


"Ternyata kau sudah keluar.." ucap Topan tenang mengontrol dirinya.


Rudy menyeringai kecil.


"Semua berkat uang.. aku menukar itu semua dengan uang.." sahut Rudy bersombong diri di hadapan mantan pengacaranya.


Topan mengangguk pelan dan merasa tak heran.


"Ternyara kau seperti berhasil mewujudkan mimpi Alia.." tukas Rudy yang dapat melihat perut Alia yang sedang mengandung.


Topan menghela nafas.


"To the poin, hal apa yang ingin kau bicarakan?? aku tidak punya banyak waktu.." potong Topan kesal.


Rudy tertawa kecil.


"Kau terlalu sombong.." tukas Rudy sembari mengeluarkan sesuatu dari balik jas panjangnya. Dan menyerahkan pada Topan.


Topan memantap curiga.


"Ambilah.. ini milik Alia.." jelas Rudy.


Topan mengambil terpaksa sebuah amplop berukuran besar.


"Segala perusahaan milik Ayah Alia sudah aku ambil alih.." ujar Rudy. "Dan sekarang aku tak mau mengurusnya lagi.." sambung Rudy.


Kening Topan dengan setia tertaut curiga.


Topan menantap Rudy.


"Aku akui, aku.. tak bisa membuat Alia bahagia bersama ku.. dan sekarang aku mengerti jika aku bukan yang terbaik untuk Alia.." tukas Rudy tenang seolah ia telah merelakan semua yang sudah tak bisa ia raih lagi.


Topan terpaku.


"Selama di penjara aku merenung cukup lama, ternyata ambisi dan egoisku telah merengut semua yang seharusnya aku syukuri.." ucap Rudy bijaksana.


Topan mendengar ucapan penyesalan Rudy yang lebih bijaksana.


Sejenak Topan mencoba sedikit melunak.


"Semoga kau.." ucap Rudy tertahan terberat. "Kau bisa berbahagia bersama Alia.." Rudy berusaha tulus.


"Aku pasti aja membahagiakannya.." sahut Topan tanpa ragu.


Rudy menyeringai kecil, ada sakit yang menghujam jantungnya. Namun ia harus bisa kuat untuk merelakan.


Dan tak lama terlihat handphone Topan berdering. Dan telfon dari Alia terlihat pada layar datar itu. Topan langsung mengangkat telfon dari sang istri.


"Halo?"


"Mas?? kamu dimana sayang?" terdengar suara manja Alia dari sebrang telfon itu.


Sesaat jantung Rudy bergetar mendengar suara khas sang mantan istri yang dulu sering ia dengar.


"Ah, maaf mas akan segera kembali.. tunggu ya" jawab Topan.


"Hm, ya.. jangan lama yaa" pesan Alia lalu komunikasi itu terputus begitu saja.


Topan segera mematikan handphonenya itu.


Rudy tampak mencoba untuk baik-baik saja di hadapan suami baru Alia.


"Sepertinya aku harus kembali.." ucap Topan.


Rudy mengangguk.


"Ya.." jawab Rudy singkat.

__ADS_1


Perlahan Topan berbalik untuk pergi.


"Topan.." panggil Rudy menahan.


Topan terhenti dan menoleh.


"Apa?? apa kau pernah menganggap aku teman??" tanya Rudy.


Sejenak Topan berpikir.


"Aku memang tidak pernah mengkhianat mu.." jawab Topan jujur.


Rudy menyeringai kecil.


"Terimakasih, aku .. percaya ucapanmu.." sahut Rudy.


Lalu Topan berbalik kembali dan pergi dengan langkah sedikit berlari.


Dan kini Rudy menantap dari kejauhan, senyum Alia yang dulu sering diberikan untuk dirinya. Kini telah menjadi milik orang lain.


Rudy menatap pedih dari kejauhan ketika Topan memeluk penuh sayang pada Alia yang sedang hamil.


OST yang cocok buat mas Rudy.


Mahalini - Sisa Rasa 😌😌


Melihatmu bahagia, satu hal yang terindah


Anug'rah cinta yang pernah kupunya


Kau buatku percaya ketulusan cinta


Seakan kisah sempurna 'kan tiba


Masih jelas teringat pelukanmu yang hangat


Seakan semua tak mungkin menghilang


Kini hanya kenangan yang telah kau tinggalkan


Tak tersisa lagi waktu bersama


Mengapa masih ada


Sisa rasa di dada


Di saat kau pergi begitu saja?


Mampukah ku bertahan


Tanpa hadirmu, sayang?


Tuhan, sampaikan rindu untuknya (rindu untuknya)


"Alia..Maaf atas.. keterbatasan ku dalam berjuang, kekurangan ku dalam sabar dan ketidakmampuanku dalam membahagiakan mu.." bisik batin Rudy tulus dalam sesalnya.


"Mungkin aku takdir mu yang salah, namun ada yang ternyata lebih pantas mendampingi mu.. lebih hebat mengagumi mu dan lebih gigih dalam mempertahankanmu.. Alia"


"Alia, dihatiku aku ada ruang yang tak bisa aku berikan ke orang lain.. kau adalah kenangan yang tak akan pernah bisa aku lupa hingga nanti.." ucap batin Rudy lirih sering langkah Alia dan Topan menjauh pergi.


"Selamat jalan Alia, semoga kau terus bisa tersenyum bahagia" ucap Rudy tenang.


Tak lama terdengar nada dering masuk kedalam handphonenya.


Rudy langsung mengangkat.


"Hallo??"


"Pak, pesawat anda akan berangkat.. "


"Ah, baiklah aku akan segera kembali.." ucap Rudy dengan memutuskan komunikasi itu.


Dan untuk terakhir kalinya ia melihat kepergian Alia dan Topan .


Tak lama, Rudy pun berbalik pergi kearah yang berlawanan.


***



Ganti deh, banyak yang merasa mas Rudy miskin pakai class ekonomi, sip naik jet pribadi dan berarti gak ada siapa pun yang boleh ikut.. 😅😅🤣🤣🤣 canda ya canda.. 😘😘


🙏🙏🙏 💗💗💗🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2