
Hari itu pun tiba, Alia sudah bersiap sedari tadi malam untuk segala keperluan ibu sang majikan di dalam tasnya.
Sehingga pagi harinya, setelah sarapan pagi, ke tiga penghuni rumah nomor 15 pun berangkat.
Topan yang membawa mobil laju sedang pin terlihat riang.
Ibu Topan hanya memandang tatapan ke luar jendela dengan Alia yang terus menunjuk kesembarang tempat dengan antusias.
***
Dan setelah menempuh perjalanan 35 menit. Akhirnya mobil sedan Topan tiba di salah satu rumah Jompo.
Topan turun terlebih dahulu dan masuk untuk bertemu dengan pengurus rumah jompo itu.
Alia melihat dari dalam mobil bersama ibu Topan. Jika di lihat dari luar, gedung itu cukup layak. Bersih dan terkesan terawat. Tak lama Alia menoleh pada ibu Majikannya dan terlihat wajah polos ibu menatap tempat yang mungkin asing bagi dirinya.
Hati Alia seketika tak tega, bagaimana pun merawat ibu dirumah jauh lebih baik.
Alia menyentuh jemari ibu Topan mencoba untuk mencari perhatian wanita paruh baya itu.
"Ibu.. ibu maaf yaa.." ujar Alia merasa bersalah.
Ibu Topan tak bergeming seolah ada satu hal yang membuatnya terpaku.
"Alia janji, Alia gak akan lama pergi sama mas Topan.. kita akan cepat pulang dan jemput ibu lagi.." jelas Alia.
Namun wanita tua itu tak memberi respon apa pun. Hingga tanpa di duga Topan kembali dengan membuka pintu mobil sebelah Alia.
Alia terkaget dan reflek menoleh. Tak lama terlihat sosok sang majikan yang tersenyum hangat.
"Ayo.." ajak Topan.
"Oh, iya mas.. sebentar.." sahut Alia.
Topan pun mengangguk lalu meninggalkan pintu mobil itu terbuka.
"Ibu.. ayo kita turun" ajak Alia mencoba menarik ibu Topan.
Ibu Topan tak bergerak, ia masih duduk di posisinya.
__ADS_1
Alia menunggu.
"Ibu, ayo.." ajak Alia lagi.
Namun ibu Topan tetap diam di sana tanpa mau menurut pada ajakan Alia. Melihat hal itu Alia hanya menghela nafas pelan.
"Ibu.." panggil Alia dengan menyentuh wajah ibu Topan.
Ibu Topan menoleh dengan ekspresi datar.
"Ibu gak mau turun ya?" tanya Alia yang menyadari hal itu.
Wanita itu tak menjawab, tapi dari sorot matanya terlihat jika ia enggan.
Alia terteguh.
"Ibu.. ibu kenapa??"
Namun tiba-tiba Topan kembali memanggil keduanya dari luar mobil dengan membawa tas milik ibu.
"Ibu, Alia.. ayo"
"Ah, iya mas.. sebentar"
"Ada apa Alia??"tanya Topan yang khawatir.
"Ibu mas, kayaknya ibu gak mau turun" jawab Alia dengan melihat pada ibu.
Topan menghela nafas.
"Udah kamu turun aja dan bawa ini, biar mas yang bawa ibu.." perintah Topan.
"Tapi mas.."
"Udah gak papa.." sela Topan tenang.
Alia ragu-ragu, namun pada akhirnya ia menuruti perintah sang Majikan.
Alia turun lebih dahulu dan Topan memberikan tas ibu pada pembantunya itu.
__ADS_1
"Kamu masuk aja, di sana ada ibu Sri.. beliau akan tunjukkan kamar ibu.."
"Oh, iya baik mas.." jawab Alia patuh lalu berjalan meninggalkan mobil sedan juga ibu Topan.
***
Tiga puluh menit kemudian. Alia yang sedang berbincang hangat dengan ibu Sri di kejutan oleh kehadiran Topan dan sang ibu.
"Hallo ibu Hazah.. apa kabar?" sambut ibu Sri yang terdengar sangat ramah dan juga hangat.
Ibu Topan hanya diam tanpa menjawab. Namun dari raut wajah ibu Sri, ia terlihat memaklumi hal tersebut.
"Alhamdulillah ya, ibu udah sehat.. udah lebih berisi" seru ibu Sri dengan mendekat di sisi ibu Topan.
Alia hanya melihat moment itu dengan hati berkecambuk. Ada rasa tak tega melihat ibu Topan harus di tinggal di tempat seperti ini.
"Ibu Sri.. tolong jaga ibu sebentar yaa.." ujar Topan.
"Ah, iya..iya nak Topan, pasti.. kita akan jaga ibu"
Lalu Alia mendekat.
"Ibu jangan di mandin air dingin ya, soalnya lagi agak hangat badannya dan juga.. ibu lagi sering pipis jadi tolong pampesnya 3 jam sekali di ganti.. karena.." ucapan Alia terpotong ketika jemari Topan menyentuh pundak Alia. Lalu dengan anggukan kecil Topan memberi kode.
"Ibu Sri sudah paham kok dan juga sudah tau kebiasaan ibu.." ujar Topan menenangkan kegelisahan Alia.
"Oh, hm.." jawab Alia ragu.
"Ayo kita pergi, sebelum jalan macet.." ajak Topan pada Alia.
Delik mata Alia terlihat berat untuk meninggalkan sang ibu majikan yang terlihat menatapnya penuh arti.
Perlahan Alia meraih jemari ibu Topan dan mengenggamnya dengan kuat.
"Alia akan jemput ibu, janji.. Alia akan segera pulang buat jemput ibu.. hm?" ucap Alia pada ibu Topan.
Namun wanita itu hanya diam tanpa menjawab.
"Ayo.." ajak Topan kembali.
__ADS_1
"Ah, iya mas.." sahut Alia lalu melepaskan tangan ibu majikannya. "Dah ibu.." ucap Alia dengan berlalu meninggalkan ibu Topan bersama ibu Sri. Tapi tiap kali melangkah Alia sesekali berpaling untuk melihat wajah sang ibu majikan.