
Langkah Alia pun berbalik, ia kembali menuju pintu rumah untuk melihat siapa gerangan yang berhenti di halaman rumah nomor 15.
"Siapa ya??" gumam Alia dengan mengintip dari sisi jendela. Namun penglihatan Alia tidak terlalu dapat melihat jelas. Tapi dari gestur tubuh itu, Alia tau sosok yang kini sedang terlihat berbicara pada mobil jendela.
"Mas Topan?" bisik Alia merasa tak percaya.
Dan akhirnya Alia memutuskan untuk membuka kembali pintu depan rumah nomor 15.
Alia ingin melihat jelas siapa yang kini berada di depan halaman rumah.
Suara kunci pintu terdengar dua kali di putar hingga akhirnya pintu kembali terbuka.
Alia melangkah ragu-ragu pada teras rumah.
Tak lama mobil itu pun berlalu pergi, dan seorang pria berdiri dengan melambaikan tangan pada mobil yang sudah agak menjauh.
Ketika kaki Alia turun pada satu anak tangga teras, dan di saat yang sama pria itu pun berbalik.
Dan sesaat Alia terpaku.
"Alia??" seru suara pria yang terlihat terkejut melihat Alia masih terjaga di jam selarut ini.
Bibir Alia tak dapat berkata.
__ADS_1
"Kenapa kamu belum tidur?? ini sudah.."
Tapi belum selesai kalimat itu terucap dari mulut pria yang terlihat kaget, tiba-tiba saja Alia berlari tanpa alas kaki memuju pria yang sudah ia tunggu kepulangannya sedari tadi.
Hingga tanpa pikir panjang, Alia langsung memeluk tubuh Topan.
Grep.. Topan terkesiap dan dapat merasakan tubuh hangat Alia memeluknya penuh rindu.
Alia begitu lega.
"Akhirnya mas pulang.." bisik Alia lirih didalam pelukan pria yang ia rindukan.
Topan tak pernah menyangka jika ia akan sangat membuat wanita ini begitu rindu. Hingga tanpa menunggu lama, ia pun membalas pelukan Alia dengan penuh haru.
"Maafkan, mas.. karena membuat kamu cemas..." balas Topan yang senang mendapat sambutan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Lalu Topan mererai pelukan itu, dan melihat wajah Alia di bawah lampu seperti hampir menangis.
"Mas mohon jangan menangis.." pinta Topan dengan memberikan sesuatu yang ia pegang sedari tadi.
Dan ternyata sebuah buket bunga sederhana dengan hanya ada 5 tangkai bunga mawar ia berikan pada Alia.
Alia terpaku.
__ADS_1
"Ini..??"
"Tadi setelah bebas, niat mas masuk langsung pulang, tapi mas harus bertemu Johan dan ternyata dia marah-marahnya lama, terus jadi telat untuk mencari bunga ini yang ternyata banyak toko sudah tutup jika di jam 9 malam.."
"Jadi karena bunga ini??" tanya Alia lagi.
"Ya, untuk kamu.." Topan mengangguk. Dan Alia menerima buket bunga sederhana itu dengan hela nafas tak percaya.
"Terimakasih, Alia kamu masih mau menunggu mas.."
Alia yang tadinya mau nangis sedih jadi hanya bisa tersenyum simpul.
Dan Topan pun ikut membalas senyum simpul itu dengan penuh arti.
"Ayo, masuk.." ajak Topan dengan merangkul pinggang Alia dan berjalan dengan langkah yang sama untuk masuk kedalam rumah nomor 15.
Wajah sedih Alia tadi kini berubah bahagia dan juga lega.
Akhirnya pria yang ia tunggu-tunggu pulang dengan selamat.
Malam itu, menjadi malam yang terindah setelah perpisahan panjang yang dilewati dengan sabar.
Rindu yang akhirnya terobati satu sama lain.
__ADS_1
Dan menjadi awal perjalanan cinta yang akhirnya dimulai setelah sempat tertunda dengan berbagai cobaan.