Pembantu Hangat

Pembantu Hangat
Kartu As


__ADS_3

"Di persilahkan.." sahut sang Hakim Agung tegas.


Kevin bangun dari duduk gelisahnya sedari tadi.


"Terimakasih atas kemurahan hati Hakim Agung dan para Hakim lainnya yang memberikan kesempatan yang begitu berharga kepada saudara Topan..baik..saya akan langsung saja membawa satu butik penting keruang sidang.." ujar Kevin sedikit berbasa-basi.


Suasana sedikit kaku.


"Suadari Alia Zatifah di mohon hadir pada ruang persidangan.."


Kedua mata Rudy bereaksi terkejut mendengar nama mantan istrinya yang di kabarkan hilang dari rumah nomor 15 kini hadir diruang sidang.


Pintu terbuka, dan sontak seluruh anggota sidang termasuk Topan cs dengan wajah tersenyum simpul menyambut kedatangan bidak catur Queen yang akhirnya muncul di medan perang.


Alia masuk dengan wajah tenangnya. Alia terlihat berbeda, dengan dress selutut berwarna putih yang di kenakan dan rambut tergerai lepas seolah memancarkan aura kuat yang berbeda


Deg.. Topan terpaku pada raut wajah yang berbeda pada Alia. Ia mengingat jelas pada raut wajah yang sulit ia lupa, wanita tegar yang berada di sidang perceraiannya kini kembali.


Tatapan tajam Rudy terpusat pada wajah sang mantan istri yang akhirnya muncul.


Riuh-riuh kecil pun terdengar dengan wajah terkagum pada sosok wanita yang sedari tadi menjadi pembicaraan kini muncul di ruang sidang.


Alia berjalan dengan di arahkan pada satu tempat oleh seorang petugas. Dan tak lama sebuah sumpah pun di berikan pada Alia agar memberikan jawaban sebenar-benarnya di hadapan sidang.


"Saya, Alia Zatifah bersumpah akan memberikan pernyataan sebenar-benarnya.." sahut Alia mengulang kalimat dari sang petugas sidang.


Lalu tak lama setelah sumpah di ambil, Alia di persilahkan untuk di kursi yang berada di depan meja Hakim.


Dengan langkah pasti Alia pun duduk disana dengan tanpa ragu.


"Cantik banget.."


"Waah, jadi ini mantan istri yang misterius itu??"


"Masa iya kerjanya pembantu di rumah Topan??"


"Wajahnya kayak gak asing.." bisik-bisik para anggota sidang yang memenuhi ruangan.


Tok..tok..tok..Palu Hakim kembali di ketuk untuk mengambil alih perhatian para anggota sidang yang mulai bergosip.


"Mohon tenang.."


Dan ruangan pun kembali hening. Terlihat wajah-wajah penuh penasaran akan sidang itu pun serius menunggu jalannya persidangan.


"Nama saudari??"

__ADS_1


"Alia Zatifah.." sahut Alia tenang.


"Bisakah anda ceritakan kronologis kejadian sore pada tanggal 24??"


Alia mengangguk dengan wajah tenang. Dan sesaat ia menarik nafas panjang untuk kembali mengingat semua kejadian yang menjadi penyebab Topan Syahputra, Rudy Mahendra juga dirinya berada dalam satu ruang yang sama.


Dan cerita pun di mulai, bagaimana saat pertama kalinya Alia melihat kembali sang mantan suami setelah lama tak bertemu setelah bercerai.


Alia terus menjelaskan perhal yang akhirnya terbuka di hadapan sidang.


"Mas Rudy datang untuk meminta saya kembali.." tutur Alia dengan nada yang berbeda. "Namun saya menolak.. permintaan itu menurut saya tidak bisa saya terima, karena setelah bercerai artinya jalan hidup saya dan mas Rudy sudah tidak bisa untuk bersama lagi.." kalimat Alia tergantung berat.


Rudy sedikit tertunduk, ada rasa pedih di hatinya mendengar ucapan sang mantan istri yang begitu terluka. Kembali terbayang wajah kekecewaan Alia saat itu yang begitu membekas di benak Rudy.


Bisik-bisik kecil pun terdengar dari bangku anggota sidang yang akhirnya mendengar secara gamblang hal yang di sembunyikan Rudy.


"Dan karena penolakan itu, saya meminta mas Rudy untuk pergi.." sambung Alia kembali. "Namun, mas Rudy menolak dan hendak memaksa saya untuk ikut bersama mas Rudy.."


"Dan tak beberapa lama, saya tidak menyadari jika mas Topan pulang dan seketika mas Topan memukul mas Rudy sehingga mas Rudy terjatuh.." jelas Alia.


"Jadi benar, saat itu kamu tidak tau jika saudara Topan pulang??"


"Tidak.." sahut Alia.


"Mas Topan dan mas Rudy kembali terlihat perkelahian, yang saya lihat sangat mengerikan.. karena.." ucap Alia tertahan. "Mas Rudy terlihat sangat marah sehingga memukul mas Topan berkali-kali pada wajah juga bagian perut.." jelas Alia terperinci.


"Kamu hitung berapa kali di bagian wajah??" tanya sang Hakim Agung.


"Saya kurang yakin, tapi mungkin sekitar 3 atau 5 kali.. karena saat itu saya panik dan juga ibu mas Topan jadi sangat terkejut.."


Terlihat sang Hakim mencatat semua pernyataan Alia. Rudy mengeratkan rahang wajahnya. Dan Topan menghela nafas puas di saat yang bersamaan.


"Baik, saya akan bertanya sedikit terperinci pada anda.. apa hubungan anda dengan saudara Topan Syahputra??"


Deg.. Alia terpaku.


"Saya hanya seorang teman untuk menjaga ibu mas Topan.."


"Mengapa anda harus menjaga ibu saudara Topan Syahputra??" tanya Hakim Agung.


"Ibu mas Topan adalah penderita Alzaimer dan pikun.. beliau sudah kehilangan seluruh ingatannya dan kembali menjadi seperti anak kecil.."


"Dimana anda bertemu dengan saudara Topan Syahputra??"


Sejenak Alia mengatur nafasnya.

__ADS_1


"Tepatnya 6 bulan yang lalu, saya sedang mencari pekerjaan.. saat itu saya sudah tidak punya pekerjaan apa pun, dan tanpa di sengaja saya mendengar jika di satu komplek perumahan mewah ada sebuah rumah sedang mencari pembantu baru.." Alia membuka cerita.


"Waah, cari pekerjaan jadi pembantu?" bisik-bisik anggota di sidang.


"Kasiahan yaa, jadi janda miskin.." timpal mulut anggota yang lain.


Rudy mendengar dengan kesal namun ia berusaha tahan karena sang pengacara mengingatkan dirinya.


"Dan saya sama sekali tidak tau, jika.. rumah nomor 15 itu adalah rumah Pengacara Topan Syahputra yang dulunya menjadi pengacara mas Rudy untuk menceraikan saya.." Alia akhirnya membuka kunci awal.


"Dunia memang sesempit daun kelor.. " cibir mulut anggota sidang.


"Duh, kebetulan yang gak terduga.."


"Karma tuh karma" timpal yang lain tak mau kehilangan kesempatan.


"Dan saat itu saya membuang malu saya, dan saya yang memohon pada mas Topan untuk dapat bekerja di rumahnya sebagai pembantu.."


Topan tertunduk, ia merasa sedih mendengar ucapan Alia yang harus membongkar rahasianya di muka umum.


"Maafkan aku Alia.." bisik batin Topan sedih dengan menatap sisi samping wajah wanita yang kini menjadi kekasih hatinya. Seperti saat persidangan perceraiannya wanita itu kembali menunjukkan wajah kuat tanpa ragu dan tanpa air mata.


"Waah.." decak seluruh anggota sidang sangat tercengang mendengar cerita Alia yang luar biasa mengaduk perasaan sentimentil mereka.


Sang Hakim Agung pun ikut terpaku mendengar pengakuan sang sanksi.


"Jadi anda adalah.."


"Ya, saya adalah seorang pembantu dirumah nomor 15 untuk menjaga ibu Hazah.. orangtua Topan Syahputra, dan semua itu adalah kemauan saya sendiri.." jawab Alia lugas dan itu adalah poin plus untuk bukti nyata yang akan menolong Topan.


Rudy mengepalkan tangannya. Sungguh ia sudah kehilangan segala-segalanya.


***


Setelah mendengarkan penjelasan dari saksi Alia. Maka tugas Alia pun selesai untuk menyelamatkan sang kekasih hatinya.


"Terimakasih, silahkan anda kembali.." ujar sang Hakim.


Alia pun bangun dari duduknya. Dan ia pun berbalik dengan hendak berjalan menuju arah keluar.


Tapi sedetik tanpa di sadari kedua pria menatapnya dengan tatapan yang sama.


Rudy Mahendra dari sebelah kirinya dan Topan Syahputra dari kananya. Namun wajah senyum Alia terkembang pada wajah Topan hingga beberapa detik dengan penuh arti.


Dan ia pun berlalu pergi dari ruangan sidang yang sebenarnya membuat dirinya tak nyaman.

__ADS_1


__ADS_2