Pembantu Hangat

Pembantu Hangat
Perkuat Alibi


__ADS_3

"Dan satu pertanyaan lagi untuk anda Tuan Rudy Mahendra.. ada HAK apa anda sampai merasa keberatan dengan pekerjaan Alia Zatifah?? bukankah anda sudah menceraikkan mantan istri anda itu dengan sangat KEJAM!!" tanyaTopan dengan memukul semua pernyataan Rudy yang ia nilai terpaku sentimentil.


Pertanyaan Topan seketika menjadi penilaian bagi seluruh anggota sidang yang mulai berasumsi.


"Sudah jadi mantan, untuk apa di cari lagi??" bisik salah satu anggota sidang.


"Pasti nyesel.." sahut yang lain menimpal.


"Pasti cemburu tuh.. gak terima sang mantan bahagia" bisik-bisik sinis yang terdengar sayup dari belakang kursi anggota sidang yang mulai menilai sosok Rudy.


"Wah, ada niat lain ternyata.." gumam anggota lain ikut menambah opini mereka.


Rudy yang secara sadar mendengar bisik-bisikan halus itu pun terlihat tenang, ia tak perduli dengan opini yang muncul karena pernyataan Topan. Karena tujuannya hanya satu, mendapatkan kembali Alia atau membuatnya semua hancur bersama.


Sang Hakim Mulia mulai menimbang bersama wakil Hakim. Diskusi kecil pun terjadi di sela-sela waktu itu.


Tok..tok..tok.. Palu Hakim kembali di ketuk demi mengendalikan suasana ruangan sidang.


"Tenang.. tolong anggota sidang untuk bisa tenang.."


Suasana pun kembali tenang dan terlihat kubu Rudy kembali berdiskusi kecil.


Begitu juga dengan kubu Topan. Kevin terlihat mulai geram, ia ingin cepat-cepat menghadirkan bidak catur yang akan membuat pihak lawan kalah.


Namun ide itu di tahan oleh Topan.


"Tunggu, belum waktunya.."


"Apa? kau gila??" celetuk Kevin mulai panas.


"Aku tau kapan yang tepat.. percaya pada ku" pinta Topan.


Kevin jenggah. Namun Johan mengangguk dan menepuk pundak Kevin agar bersabar.


Topan ingin melihat reaksi sang Hakim, ia merasa ada satu hal yang tak lazim terjadi.


"Baiklah.. setelah mendengar pernyataan saudara Topan Syahputra.. saya masih ingin mendengar langsung dari saudara Rudy Mahendra.. Apa anda mengenal saudara Topan Syahputra secara personal??" tanya sang Hakim yang menatap tepat pada Rudy.


Rudy terdiam dan sejenak diam.


"Tidak Yang Mulia.." sahut Rudy berbohong.

__ADS_1


Dan reaksi syok pun terlihat dari wajah Kevin dan Johan.


"Apa dia mengalami Alzaimer??" tukas Kevin kesal.


"Dia sedang bermain di tepi jurang.." bisik Johan yang sudah dapat membaca ancaman yang akan membahayakan Rudy.


"Tidak benar Yang Mulai" sahut Topan menyela. "Saya.."


"Berhenti!!" potong sang Hakim Agung marah ketika Topan memotong. "Anda terdakwa, tolong diam dan hargai.. nanti saya beri waktu untuk berbicara pada anda saudara Topan.." tukas sang Hakim Agung keras.


"Kenapa kau membuat Hakim ketua marah??" bisik Kevin kesal.


"Itu pancingan.."


"Pancingan? kau pikir sedang wisata pemancingan??" sela Kevin mengerutu. Kevin tak pernah sekesal ini menghadapi persidangan. Namun berbeda dengan sidang Topan, karena ia sangat mengenal seluk beluk tipikal Topan.


Terlihat Topan dengan sengaja melakukan hal itu, ia ingin dengan cepat membuat jalan agar rencananya kian mulus.


"Ucapan mu adalah senjata yang akan membunuh mu, Rudy.." gumam batin Topan.


Jawaban ke bohong Rudy sudah terbuka di muka sidang. Maka itu adalah jalan terempuk bagi Topan mengeluarkan bukti lain yang akan membuat jalan Rudy.


"Jadi anda tidak mengenal saudara Topan Syahputra?" ulang Hakim Agung.


"Oooh.." riuh redam kembali terdengar, terbukannya satu persatu kenyataan telah membuat langkah Rudy kian berani.


"Jadi mantan istri anda bekerja sebagai pembantu??"


"Benar Yang Mulia, karena hal itu, saya datang dengan niat baik untuk membantu mantan istri saya untuk tidak bekerja disana lagi.." jelas Rudy bak pahlawan.


Kening Hakim Ketua bertaut heran.


"Mengapa anda ingin membantu mantan istri anda keluar dari pekerjaan itu?? apa terjadi sesuatu??" tanya sang Hakim Ketua.


Sejenak Rudy terdiam terlihat dia sedang berpikir keras.


"Mantan istri saya adalah seorang mantan nyonya kaya, saya tau dia tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah Yang Mulai" jawab Rudy.


Bisik-bisik di belakang kian terdengar, ada berbagai opini bergulir dari dalam ruang sidang itu.


Terlihat sang Hakim kian penasaran.

__ADS_1


"Sudah berapa lama anda bercerai??"


"Belum lama Yang Mulia.."


"Genap satu tahun.. Yang Mulia" sahut Topan memperjelas.


Para anggota sidang pun mulai bergosip, ada hubungan tak bisa antara Rudy dan terdakwa Topan.


Rudy mengepalkan tangannya, ia menatap kesal pada Topan.


"Saudara Topan.. anda belum saya beri hak untuk berbicara.." tukas Hakim Mulai. " Jika anda tidak patuh maka saya tidak segan-segan menyuruh anda untuk keluar dari sidang ini.


"Maaf Yang Mulia, saya akan berjaga" sahut Topan patuh. Namun di sisi lain, ia merasa puas, setidaknya langkah Rudy kian terasa berat.


Bagaimana tidak, ucapan Rudy sendiri akan menjadi senjata yang cukup untuk membuat alibinya lumpuh.


"Saudara Rudy, saya bertanya sudah berapa lama anda bercerai dengan mantan istri anda??"


"Satu tahun Yang Mulia" sahut Rudy pelan.


Topan tersenyum kecil.


Ucapan Rudy mulai diragukan.


"Baik, terimakasih saudara Rudy.." seru sang Hakim. " Saudara Topan, anda saya beri kesempatan untuk memberi penjelasan.."


Topan bersiap.


"Terima kasih Yang Mulia, saya akan jelaskan sedikit tentang Alia Zatifah.. Pertama. Alia Zatifah benar bekerja pada saya, tapi buka sebagai pembantu.. dia bekerja sebagai terapis teman ibu saya yang menderita Alzaimer dan pikun. Kedua. Saya dan Rudy Mahendra adalah teman dan saya adalah pengacara perceraian yang memegang perceraian Rudy Mahendra dan Alia Zatifah saat itu.." jelas Topan lugas, ucapannya penuh ancaman bagi Rudy.


Rudy mengepal tangannya.


"Jadi saudara Topan adalah pengacara yang menangani kasus perceraian saudara Rudy dan mantan istri Rudy??" ulang Hakim Agung menarik garis besar.


"Benar Yang Mulia.." jawab Topan tanpa ragu. "Dan saya yang telah membuat berbagai tuduhan pada mantan istri saudara Rudy dengan sangat kejam, sehingga wanita itu pun akhirnya berhasil di ceraikan oleh saudara Rudy.." timpal Topan.


Bisik-bisik pun terdengar, ada decak tak percaya mendengar fakta yang akhirnya terkuak lugas.


"Tega bener.." seru salah seorang anggota sidang.


"Jadi Rudy berbohong dong?" tukas yang lagi menuding.

__ADS_1


"Dasar laki-laki!!" cecar yang lain mengupat pada sosok Rudy yang kini seolah berubah menjadi terdakwa.


"Jika benar, saudara Rudy datang dengan niat yang baik, lalu mengapa ia menceraikan Alia Zatifah dan membuangnya seperti sampah yang tidak berguna??" tuding Topan. "Apa saat ini anda merasa menyesal tuan Rudy Mahendra??" tanya Topan pada kubu Rudy yang mulai ketar ketir.


__ADS_2