Pembantu Hangat

Pembantu Hangat
Ruang Sidang


__ADS_3

**Untuk seluruh teman-teman yang setia membaca, Ria selaku penulis memohon manfaat jika gambaran di ranah hukum mungkin ada salah ada kekurangan karena saya tidak atau bukan ahli di bidang hukum. Ini hanya cerita yang fiksi belaka. Mohon di maklumi.. Terima kasih 🙏🙏


*Sebelum datang para suhu hukum yang membaca cerita emak-emak berdaster 😅😅**


Ruang sidang yang akan menggelar kasus Rudy Mahendra dan Topan Syahputra pun akhirnya di buka.


Hakim Agung masuk dengan beberapa anggota dan duduk di singahsana yang telah di siapkan.


Dan hal yang akhirnya terjadi, Rudy kini hadir dan duduk bersama kuasa hukumnya untuk mendengar pembelaan Topan juga bukti-bukti yang akan di buka.


Di saat yang tak terduga tatapan kedua pria yang saling berseteru itu pun bertemu.


Ada banyak kebencian yang terlihat jelas dari sorot mata Rudy pada sang mantan pengacara, Topan.


Namun berbeda dengan Topan yang terlihat santai menangapi tatapan gusar sang lawan.


"Kau akan lihat, aku akan membuatmu lama di penjara Topan.." bisik batin Rudy.


"Bersiapkan dirimu, Rudy, karena semenit kedepan kau tidak akan tau keberuntungan akan berpihak pada siapa??" balas batin Topan menantap wajah kebencian Rudy.


Tok..tok.. Palu di pukul.


"Sidang di buka.." ujar sang Hakim Agung.


Kevin bersiap. Begitu juga dengan kuasa hukum Rudy yang terlihat tenang.


"Setelah mendengar tuntutan laporan dari pihak Rudy Mahendra dua minggu lalu, maka hari ini jumat tanggal 12 November 2021, dipersilahkan pihak terdakwa Topan Syahputra memberi sanggahan jika benar tidak melakukan perbuatan yang merugikan pihak Rudy Mahendra.." ucap sang wakil Hakim membuka sidang.


Johan memberi tepukan dukungan pada Kevin. Dan pria itu pun bangun dengan sedikit membenarkan jas kebesarannya sebagai pengacara.


Kevin mempersiapkan diri dengan menarik nafas panjang untuk menenangkan dirinya.


"Terimakasih yang Mulia sudah memberi kemurahan hati kepada kami untuk menerima sanggahan kami akan tuduhan yang di berikan oleh saudara Rudy Mahendra.. saya selaku kuasa dari Topan Syahputra akan memberikan beberapa bukti yang akan membuka kebenaran pada klien kami.."


Dan seorang petugas datang untuk menerima sebuah flashdish dari Kevin.


Kening Rudy bereaksi mengintai pada benda kecil yang di bawa oleh petugas dan langsung di hubungkan dengan sebuah alat proyektor


"Apa yang mereka lakukan?" bisik Rudy pada sang pengacara.


"Sepertinya sebuah rekaman CCTV.." jawab sang pengacara.

__ADS_1


Rudy kembali menantap pada layar putih yang tiba-tiba di turunkan untuk menerima sinar proyektor.


"Yang Mulai, pada saat hari kejadian itu, kami mendapatkan bukti sebuah rekaman CCTV yang berada di terpasang di depan rumah Topan Syahputra.."


Segenap tamu ruang sidang itu pun terlihat fokus menunggu rekaman CCTV itu di putar.


Dan tak beberapa lama, terlihat sebuah adegan yang memperlihatkan seorang wanita membawa seorang wanita tua dengan sedikit di tuntun.


Topan ikut menyaksikan rekaman itu dengan wajah penuh senyum.


"Alia, Ibu.. " bisik batin Topan.


Terlihat keduanya duduk di taman halaman rumah Topan yang tak begitu besar dan tidak berpagar.


Alia sesekali juga menyapa beberapa orang yang lewat dengan ramah.


Hingga tak lama, lewat seekor kucing dan menarik perhatian keduanya.


Rudy yang menatap rekaman itu pun terlihat dingin. Radar penglihatannya melihat waktu yang tergantung sepersekian detik di bawah layar.


Hingga tak beberapa lama, wanita itu pun menjauh dari waktu tua sembari melihat suasana sore itu.


Dan tak beberapa lama, sosok Rudy pun muncul.


"Tak.." rekaman itu pun berhenti dengan terlihat Rudy yang sedang berjalan menuju arah wanita itu.


"Yang Mulai, ini adalah saat dimana saudara Rudy Mahendra datang kerumah klien kami..dan berjumpa dengan orang rumah klien kami.." jelas Kevin.


Terdengar krasak-krusuk dari para anggota sidang yang ikut menilai rekaman CCTV itu.


"Baik, mohon di lanjutkan.." perintah Kevin pada sang petugas operator.


"Tak" dan rekaman itu pun kembali di putar, kini terlihat Rudy berjalan menghampiri wanita pada rekaman itu.


Terlihat dari gelagat wanita itu ia terkaget.


Rudy menatap lama pada video yang terus berjalan cepat.


Tampak dari layar tersebut jika terjadi sebuah percakapan yang tak biasa. Terlihat Rudy berbicara dengan raut wajah serius pada wanita yang terlihat pasif.


Hingga tak lama, wanita itu merespon dengan ekspresi yang cukup mengejutkan. Terlihat jelas jika wanita itu tidak senang dengan kehadiran Rudy.

__ADS_1


Tampak jelas jika terjadi perdebatan yang cukup alot antara Rudy dan wanita itu.


Tak beberapa lama setelah perdebatan terjadi, sang wanita terlihat hendak pergi, namun tiba-tiba Rudy menahan lengan wanita itu dengan cepat.


Hingga beberapa detik sosok Topan pun muncul dalam layar proyektor.


Dan sangat mengejutkan Topan muncul dengan setengah berlari dan langsung memukul telak Rudy hingga jatuh tersungkur.


Para Anggota sidang menyasikan dengan jelas perkelahian yang sangat seru. Bagaimana tidak, Topan datang bak pahlawan untuk menolong sang wanita.


Rudy yang jatuh tersungkur terlihat marah dan untuk beberapa detik terlihat jika ia terkaget ketika melihat sosok yang memukulnya adalah Topan.


Hingga tak lama duel kedua pria itu pun terjadi.


Perkelahian begitu tidak imbang, karena ternyata Rudy memiliki ilmu bela diri. Terlihat dari sikap menyerang Rudy pada Topan. Dan bahkan bisa di hitung berapa kali Topan memukul dan berapa kali juga Rudy membalas Topan dengan tanpa ampun.


Dari ruang sidang, terlihat pihak Rudy berdiskusi kecil di saat bukti tengah di putar.


Topan dapat melihat jelas jika pihak lawan tengah ketar-ketir di kubunya.


Rekaman terus berputar hingga muncul beberapa tetangga yang datang menengahi perkelahian tersebut.


Dan rekaman itu pun berhenti. Bukti telah selesai di pertontongkan dengan sangat jelas. Pihak Rudy sedikit berdiskusi kecil dengan saling merapatkan barisan.


Sedangkan kubu Topan mulai tunjuk kebolehan.


"Dari hasil rekaman yang sudah kita tonton bersama, dapat di simpulkan, memang benar jika saudara Topan Syahputra memukul terlebih dahulu saudara Rudy.. NAMUN.." ucap Kevin penuh penekanan. "Kita juga dapat melihat jika perkelahian itu tidaklah seimbang.."


Kevin nampak memberi sedikit jeda dengan membalikkan lembaran laporannya.


"Saudara Rudy sangat piawai dalam ilmu bela diri terlihat ia beberapa memukul wajah saudara Topan bahkan menendang bagian perut saudara Topan.. Yang Mulia, saudara Topan memang bersalah karena memulai perkelahian, tapi.. ini tidak semua menjadi kesalahan pihak saudara Topan.." tutur Kevin dengan bersiap untuk membuka bukti baru.


"Usaha saudara Topan jelas ingin melindungi wanita yang berada di dalam rekaman CCTV yang telah kita tonton bersama.. karena hal itu, saudara Topan bermaksud untuk melindungi wanita yang di tarik paksa oleh saudara Rudy Mahendra yang menganggu ketenangan kediaman saudara Topan.." jelas Kevin.


Suara riuh redam pun terdengar dari belakang anggota sidang yang ikut mendengar paparan kubu Topan.


"Sebagai seorang laki-laki yang merupakan pemilik rumah nomor 15, sudah menjadi hal yang wajar jika saudara Topan melindungi orang rumahnya dari ancaman tamu yang datang dengan niat yang tidak baik" ucap Kevin dengan mengiring opini publik agar melihat dari sisi kacamata yang berbeda.


"Yang Mulai, dengan penjelasan saya ini, kami pihak saudara Topan membantah keras jika perkelahian yang terjadi saat itu sampai mengancam nyawa saudara Rudy Mahendra.." tutur Kevin membuat pembelaan.


"Yang Mulia, kami meminta pertimbangan paling bijak.. dan kami sangat berharap bukti ini dapat memberikan petunjuk yang dapat membersihkan nama saudara Topan Syahputra dari tuduhan yang di layangkan oleh saudara Rudy Mahendra.. demikian, terima kasih.." tutup Kevin dengan sangat tenang.

__ADS_1


Riuh redam pun kembali terdengar, sang Hakim Agung pun terlihat menimbang butik yang telah di paparkan oleh pihak Topan.


__ADS_2