Pembantu Hangat

Pembantu Hangat
Cake ultah Topan


__ADS_3

Setiba di rumah, ibu Topan dengan tak sabar membuka Cake yang ia inginkan. Alia melihat dengan wajah tersenyum kecil. Tingkah ibu Topan terlihat seperti anak kecil yang kegirangan.


"Ibu mau di potong??" tawar Alia.


Namun di luar dugaan ibu Topan menggelengkan kepalanya. Lalu tatapannya berubah ketika melihat Topan yang baru saja masuk setelah memasukkan mobil kedalam garasi.


"Epan!!" gumam ibu Topan lalu dengan cepat ia berjalan menghampiri sang anak yang terlihat melihat layar handphone.


Alia pun heran melihat wajah ibu sang majikan yang tak bisa berjalan menuju Topan.


"Epan" seru ibu Topan dengan menghalangi langkah sang anaknyang hendak masuk kedalam kamarnya.


Topan menoleh pada sang ibu yang menahan lengannya dengan wajah tersenyum.


"Ya, bu?? ada apa?" tanya Topan bingung..


Namun ibu Topan tak menjawab, ia malah menarik lengan sang anak menuju meja makan. Alia yang berada di sana pun ikut terheran dengan sikap ibu sang majikan.


"Du-duk" perintah ibu Topan spontan.


Topan yang bingung menoleh pada Alia seolah mencari tau ada apa dengan sang ibu. Tapi Alia malah mengidikkan bahunya, dan terlihat ia juga tidak tau ada hal apa.


Ibu Topan dengan cepat menarik kotak Cake dan membukanya di hadapan Topan.


"Tada.." seru ibu Topan seolah memberi kejutan pada sang anak.


Topan dan Alia sama-sama bengong. Lalu tak lama, ibu Topan bertepuk tangan sembari bersenandung satu lagu yang sangat familiar.


Alia dan Topan di buat tercengang.


"Lalala..lalala..llalalala" nada lagu ulang tahun terdengar dari mulut ibu Topan.


"Ibu" seru Topan bingung. "Siapa yang ulang tahun??" tanya Topan.


"Lalalaa.. Epan... yeee" seru ibu Topan bersemangat.


Topan terpaku.


"Ibu?? i-ibu ingat ulang tahun Topan?" tanya Topan tak percaya.


Ibu Topan mengangguk cepat dengan wajah polos yang bahagia.


"Potong kue.. potong kue" seru ibu Topan bersenandung sembari menepuk-nepuk kedua tangannya.


Alia yang berada di sana pun hanya bisa tersenyum.


"Ternyata, ibu masih ingat ulang tahun mas Topan"


Topan mendengar dengan wajah heran.


"Tapi, ulang tahun ku sudah lewat Aliaaa.." seru Topan.


Namun tanpa pikir panjang Alia malah memberikan pisau plastik di hadapan Topan.


"Bersyukur lah, ternyata ibu masih ingat sama mas.. jadi jangan lupa berdoa sebelum memotong kue" ujar Alia dengan senyum manisnya dihadapan Topan. Terlihat Topan menerimanya dengan enggan.


"Potong..potong!!" seru ibu Topan. Dan Alia pun ikut melakukan hal yang sama dengan ibu sang majikan. Sehingga suasana riuh ceria pun terdengar.


Melihat hal itu Topan hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Ayo mas, minta doa yang baik sebelum potong kuenya" kata Alia bersemangat.


Topan berdecak dengan senyum lucu terbingkai diwajahnya. Lalu ia berpura-pura menutup mata seolah-olah akan berdoa.


"Eehh..tunggu mas.. tunggu..Alia akan ambil fotonya.." tahan Alia dengan cepat meraih handphonenya dan berlari kecil menuju sebrang meja makan. Sehingga Alia kini berdiri tepat di hadapan Topan.


"Kamu serius mau foto??" protes Topan.

__ADS_1


Alia tertawa cekikikan dan tak peduli dengan ucapan protes sang majikan.


"Ayo mas senyum.." seru Alia memberi aba-aba. " ibu juga senyum.. deket lagi bu, peluk mas Topannya.." timpal Alia seolah memberi arahan. " Oke, 1..2..3"


Karena aba-aba tersebut tanpa di duga Ibu Topan merangkul pundak sang anak hingga Topan terkaget.


Dan satu moment langka itu pun terekam sempurna dalam foto handphone, Alia.


"Waaah, bagus.." seru Alia senang. "Oke sekarang mas tutup mata berdoa baru potong kuenya" kata Alia.


Topan menghela nafas panjang dan akhirnya mengikuti perintah Alia. Ia pun menutup kedua matanya di hadapan Cake sederhana itu.


Dan selang beberapa detik kedua matanya pun terbuka dengan tatapan tertuju pada wajah tersenyum Alia.


Sebuah senyum misterius pun terbingkai di wajah Topan, lalu tak lama ia pun memotong Cake tersebut.


"Yeee.." seru ibu senang.


Plop.. plop..plop.. suara tepuk tangan pun terdengar.


Alia tersenyum lebar dengan tatapan fokus pada layar handphone yang ternyata merekam moment tersebut.


"Ayo mas, di potong lagi.. suapin ibu dong" ujar Alia.


"Hah??" seru Topan heran, dan ia merasa itu terlalu kekanak-kanakan.


"Ayo mas, kapan lagi loh bisa begini.." sambung Alia dengan tetap fokus pada video yang sedan ia rekam.


"Epan.." seru Ibu.


Dan pada akhirnya, Topan pun kembali menuruti permintaan aneh itu. Topan memotong Cake berukuran sedang lalu menyuapi sang ibu yang terlihat kegirangan menerima Cake tersebut.


"Horeee.." seru Alia girang. "Gimana bu, enak kan cakenya??"


Ibu Topan hanya mengangguk, namun terlihat jelas senyumnya begitu hangat tidak seperti biasanya.


Tiba-tiba Topan datang kehadapan Alia yang tengah merekam sosok ibu majikan dan tak menyadari sosok sang majikan yang mendekat.


Alia menoleh.


"Ya???" lalu wajahnya berubah terpaku pada sang majikan yang datang dengan membawa Cake di tangannya.


Lalu Topan pun kembali memberi senyum pada Alia yang terheran.


"Kamu juga harus makan Cake ini.." kata Topan sembari menyodorkan Cake itu pada Alia.


"Ah, Alia.. Alia?" Alia terlihat ragu.


"Ayo, makan saja..Aaa" seru Topan dengan mulut membentuk A besar.


Alia mengidik aneh. Tapi ibu Topan malah bersorak.


"Sukma..sukma!!" serunya girang.


"Ibu??" seru Alia tak percaya.


"Tuh, ibu juga udah nyuruh" seru Topan. "Jangan buat mood ibu rusak" ancam Topan.


Alia terlihat gusar, namun Topan terlihat mengintimidasi tatapannya pada Alia. Seolah itu kode agar Alia menurut saja.


Dan akhirnya walau ragu, akhirnya Alia mematuhi perintah itu. Ia pun mendekat pada Cake yang di pegang Topan.


Namun sekalin dekat arah mulut Alia, Topan pun menyeringai usil. Ketika jarak mulut Alia hampir mengigit Cake, tiba-tiba Topan malah menarik keatas dan fla cake tersebut malah mengenai hidung Alia.


Sontak Topan tertawa melihat wajah Alia yang jadi cemong karena fla putih berada di ujung hidungnya.


"Iiiikkh, mas Topan!!" seru Alia protes. "Apa-apa sih?? sengaja banget!!"

__ADS_1


Namun sang majikan malah tertawa terbahak-bahak. Alia mengelap fla di atas hidungnya lalu melihat kesal pada tawa sang majikan yang sengaja mengusili dirinya.


"Awas ya!!" kata Alia dengan menatap wajah Topan yang masih menertawakan dirinya.


Topan pun beraksi dengan segera berlari kecil untuk menghindari serangan Alia.


Alia pun terpancing untuk mengejar sang majikan dan hendak balas dendam.


"Alia, kamu gak boleh marah dong.. kan mas ulang tahun!!" goda Topan.


"Ya, kan cuma pura-pura!!" sahut Alia yang masih mencoba mengejar Topan yang pintar menghindar dari Alia.


Ibu Topan malah berseru dengan terus bertepuk tangan.


"Walau pura-pura kan tetap ulang tahun" jawab Topan yang kian mengoda kekesalan Alia yang terus berusaha mendapatkan mangsanya.


Alia menyeringai ketika ia tak bisa mengapai Topan yang pintar lolos.


"Pliase deh mas.. jangan menghindar!!" jenggah Alia yang di buat kesal dengan sang majikan.


"Hoho.. ayo, kamu bisa gak?" tantangan Topan yang masih pintar menghindar dari Alia yang terlihat kewalahan untuk menangkap sang majikan.


"Sukma..sukma.." seru ibu memberi dukungan.


Namun di tengah keseruan itu, tiba-tiba handphone Topan yang berada di saku celananya berdering. Dan hal itu sukses mengalihkan fokus Topan yang mencoba merogoh sakunya untuk mendapatkan handphone.


Dan kesempatan itu pun di ambil cepat oleh Alia yang dengan cepat menangkap Topan.


Grep..


"Dapat!!" seru Alia yang tiba-tiba menangkap Topan, Topan yang tak siap pun seketika lambung dan meraih Alia.


"Kyaaa.." pekik Alia.


Braaakk.. keduanya jatuh bersamaan. Badan Topan sukses terjatuh di lantai.


"Huuuffft..." hela nafas Topan dengan wajah menegadah keatas. Lalu tak lama tatapannya bertemu dengan tatapan Alia yang terpaku.


Deg..deg..


Hingga beberapa detik, keduanya menatap satu sama lain, sampai ibu Topan datang mendekat.


"Sukma??" seru ibu Topan khawatir.


Alia tersadar, lalu dengan cepat bangun dari atas tubuh Topan.


"Ah, ma-maaf mas" seru Alia gusar.


Topan bangun tak lama setelah Alia bangun.


"Ya.. gak papa.." seru Topan yang melihat pada pinggang Alia. "Baju kamu!!" tunjuk Topan pada baju Alia.


Alia reflek melihat pada bajunya dan benar sisi pinggangnya terdapat tumpukan fla. Dan itu berasal dari tangan Topan.


"Hm, sebaiknya Alia ganti baju.. yuk, buk" ajak Alia canggung.


"Hm.." gumam Topan tanpa bisa menahan. Lalu ia melihat pada handphone yang juga ikut jatuh kesisi yang lain dan meraihnya kembali.


"Ayo, buk.. " ajak Alia dengan kaku. "Sekali lagi, maaf mas.." ujar Alia yang tiba-tiba terburu-buru menarik lengan ibu Topan agar segera masuk kedalam kamar dan menghilang dari hadapan sang majikan.


Topan hanya melihat dua wanita beda generasi itu masuk kedalam satu kamar yang sama hingga pintu tertutup.


Hening dan Topan masih menatap pintu kamar ibunya dengan wajah senang.


Dan tanpa sadar menatap tangannya yang belepotan dengan Cake yang telah hancur karena terkena pinggang Alia tadi.


Dan sesaat, Topan kembali membayangkan ketika Alia berada dalam dekapannya. Begitu hangat dan membuat ya dilema.

__ADS_1


Namun, tiba-tiba handphone Topan kembali berdering. Topan menatap handphone dan seketika wajahnya berubah serius.


"Rudy???" seru Topan heran, ada apa temannya itu menelfon di jam malam begini.


__ADS_2