Pembantu Hangat

Pembantu Hangat
Tersangka


__ADS_3

Di satu ruang kantor, terlihat Rudy menantap layar laptopnya dan membaca neraca keuangan perusahaan.


Dan tak lama sang sekertaris pria masuk dengan wajah tenang. Rudy menoleh pada sang sekertaris yang terlihat membawa berita penting.


"Pak, Topan Syahputra sudah berada di kantor polisi dan sedang dalam introgasi pihak berwajib"


Rudy mendengar dengan tenang lalu tak lama mengangguk paham.


"Nyonya Alia masih berada dirumah nomor 15 itu" timpal sang sekertaris.


Rudy mendengar info itu dengan rahang mengerat kuat, ada desiran sakit mendengar sang mantan tinggal bersama Pengacara itu.


"Awasi dan laporkan pada ku, tiap perkembangannya.." titah Rudy yang kembali fokus pada layar laptopnya.


Sepeninggalan sang sekertaris wajah Rudy berubah kejam.


Dengan tangan yang masih terperban, Rudy mengepalkan tangannya dengan erat.


"Kau, sudah salah memilih lawan Topan.." gumam batin Rudy.


Dan masih terbayang jelas ucapan perintah Topan pada Alia saat itu. Sehingga membuat hati Rudy panas.


"Kau merendahkan Alia.. kau membuatnya menjadi pembantu dirumah mu, maka akan aku balas semua perlakuan burukmu pada Alia.. dan.." ucap batin Rudy tergantung ragu.

__ADS_1


Sekilas ia dapat mengingat wajah kecewa sang mantan istri saat itu. Rudy sadar, ia sudah menghancurkan semua perasaan Alia dan mungkin ia harus berjuang kembali untuk mendapatkan Alia.


Dan ucapan sang pengacara Topan kembali terngingang dengan jelas.


"Jika kau masih menghargai ibumu, maka kau harus bisa menghargai seorang wanita, seperti Alia.. karena Alia bukan barang yang mudah kau buang dan kau dapatkan lagi!!" tukas sang pengacara Topan saat itu dengan nada yang cukup tajam.


Sesaat Rudy menghela nafas berat, ia tahu jika jalan untuk mendapatkan Alia kembali akan begitu berat. Namun ia akan melaluinya, karena semua kesalahan ini terjadi karena dirinya. Walau butuh waktu yang lama, Rudy akan coba terus mencari kesempatan untuk mendapatkan Alia kembali.


***


Di ruang introgasi kantor kepolisian. Terlihat Topan duduk dengan dihadapkan beberapa pertanyaan yang mengklarifikasi satu kejadian pada dirinya.


Dan akhirnya Topan mengetahui akar permasalahan yang akhirnya membawa dirinya berada di kantor polisi. Semua karena pengaduan Rudy Mahendra yang mempermasalahkan perkelahian yang terjadi pada tanggal 24 bulan 10 tahun 2021.


"Apa benar pada tanggal 24 bulan 10, anda Topan sekitar 5 sore berada dirumah nomor 15??"


Sang petugas polisi langsung mengetik jawaban Topan.


"Jadi benar, saat sore itu anda memukul saudara Rudy Mahendra secara babi buta??" cecar sang petugas kian menyudutkan Topan.


"Apa? memukul secara membabi buta?? Tunggu.. saya tidak akan menjawab lagi jika saya tidak di dampingi pengacara.." sanggah Topan tegas.


Kedua polisi yang bertugas di buat jengkel dengan sikap angkuh Topan yang tak terlihat takut sama sekali. Padahal sudah ada beberapa bukti nyata yang akan menyeret pria sombong ini masuk kedalam jeruji besi.

__ADS_1


***


Di tempat berbeda, ruang pengacara perceraian pun gempar dengan kabar yang cukup mencengangkan Firma Bastian.


Satu telfon tak terduga menghubungi Kevin dan ternyata Topan mengabari masalah yang tengah menimpa dirinya.


Dan kini Kevin gelisah menunggu Dody yang tak mengangkat telfon darinya sedari tadi, hingga akhirnya ia mengirim pesan singkat tentang perihal yang menimpa Topan Syahputra. Kevin merasa Dody dan Johan baru mengetahui hal ini sebelum masalah ini tersebar luas yang akan mempengaruhi citra kantor pengacara yang sudah cukup terkenal.


Namun baru saja Kevin berhendak bergegas kekantor polisi, tanpa di duga sosok yang di tunggu akhirnya muncul dengan wajah tenang.


"Akhirnya kalian muncul juga" rutu Kevin kesal. Lalu tak perlu basa basi Kevin langsung menceritakan inti masalah yang masalah yang baru saja menimpa salah satu pengacara terpenting di firma Bastian.


Johan dan Dodi pun melihat satu sama lain ketika mendengar cerita Kevin.


Sesaat Johan menimbang.


"Baik lah.."


Kevin dan Dodi terpaku.


"Ini masalah yang mudah, namun tidak akan mudah jika sudah terselip dendam pribadi.." tutur Johan.


Kevin seketika tenang, jika Johan sudah turun tangan maka segala hal terbaik akan di lakukan pengacara yang terkenal kejam itu.

__ADS_1


"Tapi kau harus ikut aku.. kau yang harus berada di samping Topan untuk menjadi pengacaranya dan aku akan berada di belakang kalian.." timpal Johan.


"Dan kau Dodi, tangani tugas Topan untuk sementara.." titah Johan dengan mulai menyusun rencana.


__ADS_2