Pembantu Hangat

Pembantu Hangat
Pelukan


__ADS_3

"Tunjukkan.." bisik Alia.


Topan menelan salivanya, perlahan dengan satu tangan kanan Topan meriah wajah Alia dan sedetik kemudian ia menjatuhkan satu ciuman di bibir sang pembantu.


Alia terkesiap, namun perlahan Alia menutup matanya untuk menikmati ciuman sang majikan.


Dan untuk beberapa saat ciuman itu begitu lembut dan manis. Hingga beberapa detik kemudian terrerai dengan nafas keduanya saling menderu. Tatapan yang begitu dekat dan penuh arti.


"Jika aku memulai, maka aku tidak akan melepaskan mu lagi.." bisik batin Topan.


Tatapan Topan yang sarat akan makna membuat Alia terhipnotis. Hingga dikeli kedua, ciuman itu terjadi dengan tanpa ragu.


Lengan Topan pun kian menarik tubuh sang pembantu hingga terkunci sempurna di kungkungannya. Hal yang sudah lama ia inginkan ketika terakhir kali memeluk tubuh sang pembantu.


Dan kali ini Alia pun menerima dengan membalas pangutan bibir Topan yang memenuhi hasratnya. Perlahan dengan instingnya jemari Alia memeluk tubuh Topan yang menariknya rapat hingga sebuah keintiman begitu tersirat di antara keduanya.


Ciuman penuh hasrat itu pun tumpah tanpa bisa di bendung. Hingga beberapa saat mereka terlena dengan luapan hasrat mereka sendiri.


Namun tak beberapa lama, terdengar suara memanggil.


"Sukma!!"


Dan ciuman itu seketika terhenti. Keduanya saling menatap satu sama lain.


"Ibu bangun.." bisik Alia.

__ADS_1


"Sukma" terdengar suara sang ibu memanggil untuk kedua kalinya.


Namun tak lama, Topan dengan cepat menarik Alia untuk bersembunyi bersama di balik Sofa ruangan itu.


Alia kaget dan hanya mengikuti saja. Lalu Topan memberi kode pada Alia untuk diam.


Keduanya sama-sama meringkuh di balik sofa dengan wajah was-was.


Namun setelah itu tak terdengar lagi suara memanggil.


Keduanya saling menatap.


"Sepertinya ibu sudah tidur lagi.." kata Topan dengan bangun dari tempat persembunyiannya tadi.


Alia mengangguk dan akhirnya ia ikut bangun juga. Namun sesaat Alia tersadar.


Sesaat Topan juga ikut berpikir, namun ia melakukan hal itu karena spontan.


"Sebaiknya mas istirahat saja.." saran Alia dengan wajah tenang.


Topan menatap lekat. Dan perlahan ia memegang lengan Alia.


"Bisakah kau disini.." pinta Topan. "Perasaan ku masih belum tenang" ucap Topan jujur.


Alia menatap lekat pada wajah sang majikan yang terlihat tidak baik karena bekas perkelahian tadi.

__ADS_1


Lalu tak lama Alia mengangguk pelan dengan senyum terkembang hangat.


Mendapat jawaban itu, secara spontan Topan memeluk Alia kembali.


Alia terkesiap. Topan memeluknya dengan penuh hangat.


Kali ini Topan merasa bersyukur, hatinya juga bahagia. Karena perasaan yang tergantung akhirnya mendapat balasan dari wanita yang ia cintai.


"Terimakasih Alia.." bisik Topan di pundak Alia.


Alia terteguh.


"Aku berjanji, aku akan menjadi pria terbaik untukmu" ucap Topan kembali.


Seketika Alia mererai pelukan itu. Topan pun terheran.


"Jangan pernah berjanji disana senang.. dan jangan pernah bersumpah di saat marah.." ucap Alia.


"Kenapa??"


Alia sedikit menghela nafas.


"Hidup tidak akan ada yang tau.. nanti juga esok" jawab Alia.


Topan tertegun, ia melihat sosok yang begitu rapuh. Dan Topan kembali memeluk Alia dengan kuat.

__ADS_1


"Mas akan mengingatnya.." bisik Topan dengan memeluk tubuh Alia dengan penuh sayang. Seolah ia takut jika wanita ini akan pergi jika ia tak memeluknya dengan erat.


Namun jauh di sudut hatinya, Topan berjanji pada dirinya sendiri. Apa pun akan ia lakukan untuk melindungi wanita yang berada dalam pelukannya ini.


__ADS_2