Pembantu Hangat

Pembantu Hangat
Coba saja


__ADS_3

Dan malam perpisahan itu pun berlangsung di salah satu restoran mewah ibu kota.


Johan memesan satu ruang khusus untuk acara lepas sambut Topan dan Kevin pada jabatan baru mereka.


Kevin begitu tak pernah menyangka akan pada titik bisa menggantikan Topan yang ia rasa tak cukup pantas.


Namun Johan memberi kesempatan emas itu dengan tidak terduga.


Topan pun berbesar hati dan memberi selamat pada pencapaian Kevin.


"Kau pasti bisa.." ucap Topan pada Kevin.


Kevin masih berdiri dengan syok. Desi sang istri ikut merasa terharu akan kejutan yang diberikan oleh atasan sang suami yang menaikkan jabatannya.


"Selamat mbak Desi..selalu dukung mas Kevin.." ujar Dinda.


"Makasih banyak mbak Dinda, saya benar-benar tak menyangka ternyata mas Kevin akhirnya bisa naik jabatan.."


Dinda dan Alia tersenyum penuh arti.


Sesama istri pengacara mereka saling suport satu sama lain.


Istri Dodi terlihat lebih kalem dari yang lain.


"Mira, sini ayo gabung.. jangan canggung begitu.." ajak Dinda yang selalu ramah pada siapa saja.


Mira istri Dodi pun bergabung dengan sungkan.


Namun perlahan obrolan para istri itu kian seru, di tambah lagi dengan Desi yang selalu dapat menbawa suasana ceria.


Dan saat di sela-sela makan malam itu, terlihat Alia sedikit tidak sehat.


Mira memperhatikan raut wajah Alia yang sedikit pucat.


Ketika salah satu menu makanan yang beraroma, Alia merasa tidak enak.


"Alia?? kamu kenapa??" tanya Mira sedikit berbisik.


Alia terkaget.


"Ah, hm.. enggak.."


"Kamu sakit?" tanya Mira berbisik.


"Hm, enggak, tapi kayak gak enak aja.. sebentar yaa.." pamit Alia yang seketika meninggalkan meja makan itu.


Dinda dan Desi menoleh dengan heran ketika Alia tiba-tiba berlalu pergi begitu saja.


Mira seketika berinisatif untuk ikut menyusul.


"Maaf ya mbak, Mira mau ke toilet dulu.."pamit Mira kaku dan berlalu pergi mengikuti langkah Alia menuju toilet.


Dan ternyata di dalam toilet itu, terlihat Alia baru saja membereskan sesuatu yang baru saja keluar dari mulutnya. Lalu berkali-kali berkumur-kumur untuk menghilangkan rasa muntah yang baru saja ia keluarkan.


Mira melihat dengan cemas.


"Kamu gak papa Alia??" tanya Mira yang sedikit mengagetkan Alia.


"Ah, iya.. gak papa.." Alia dengan menarik beberapa tisu dan menyeka wajahnya.


"Sepertinya kamu sakit??" tebak Mira.


Alia menghela nafas.


"Entahlah.. beberapa hari ini tubuh ku, seperti tidak enak.."


"Kau hamil??" tebak Mira to the poin.


Deg.. Alia terpaku. Untuk beberapa saat pikirannya kosong.


"Ha-hamil??" ulang Alia benar-benar tak terpikir.

__ADS_1


"Yaa, mungkin saja kamu hamil, bukankah kamu baru saja menikah dengan pak Topan..bisa saja kamu langsung hamil.." ujar Mira.


Alia terdiam. Untuk sesaat Alia mencoba mengingat siklus haidnya.


Namun di luar dugaan, Mira malah langsung mengeluarkan sebuah kota testpeck di hadapan Alia.


"Ini.." ujar Mira dengan memberikan di hadapan Alia.


Deg.. jantung Alia berdebar. Untuk sesaat ia sedikit kaget melihat benda yang membuatnya mentalnya langsung down.


"Ambilah.. kamu coba test saja.."


Alia ragu.


"Ba-bagaimana kamu bisa menebak jika aku sedang hamil?"


Mira tersenyum kecut.


"Karena sepertinya aku juga sedang hamil lagi.." ujar Mira pelan. "Padahal, aku baru saja melahirkan 5 bulan yang lalu.. jadi aku rasa kamu punya ciri-ciri wanita hamil Alia.."


Deg..


***


Setelah makan malam perpisahan itu, para pengacara itu akhirnya berpisah satu sama lain.


Hingga langkah Johan dan Dinda berhentin tepat di depan mobil Topan dan Alia.


"Jadi kapan jadwal kalian berangkat??"


"Minggu.." jawab Topan sembari merangkul pinggang Alia.


"Ya, semoga kalian betah di tempat baru.." ujar Johan.


Namun seketika Dinda melepaskan diri dari sang suami lalu langsung memeluk Alia dengan tangis haru.


"Aku pasti akan merindukan kamu, Alia.."


"Ya, Alia juga pasti rindu mbak.."


"Jika ke jakarta jangan lupa beri kabar.." pesan Dinda.


Alia mengangguk dan melepaskan pelukan itu.


"Bye.." ujar Dinda.


Alia hanya memberi lambaian tangan pada Dinda yang berlalu bersama sang suami menuju mobil parkir mereka.


Topan menatap Alia, dan Alia menantap Topan.


"Ayo kita pulang.."


Alia mengangguk. Lalu mereka pun masuk kedalam mobil.


***


Namun malam harinya, selepas dari acara itu. Alia bersikap aneh. Ia diam dan tak bersemangat.


Topan yang telah siap menunggu sang istri di tempat tidur tak mengerti.


Ia berpikir mungkin saja Alia kelelahan.


"Alia??" panggil Topan.


"Ya, mas.." sahut Alia yang akhirnya keluar dari dalam ruang ganti dengan baju tidur yang berbeda. Sehingga Topan menantap aneh.


"Kamu?? kok pakai baju kaos besar?? kok gak pakai baju seksi kayak biasanya??" tanya Topan terheran.


Alia kikuk.


"Ah, itu mas.. hm baju-baju haram itu udah Alia masukin kekoper semua.." jawab Alia berbohong.

__ADS_1


Kening Topan bertaut.


"Oh.." jawab Topan kecewa. Padahal ia berharap jika Alia memakai pakaian seksi itu seperti malam-malam kemarin. Rasanya memiliki sensasi berbeda jika melihat Alia tidur dengan pakaian haram itu.


Alia mendekat dan langsung dengan sedikit menjaga jarak dengan Topan dan bersiap untuk langsung tidur.


Topan kembali terheran dengan sikap sang istri.


"Alia?? kamu kenapa gak tidur di dekat sini??" tanya Topan.


"Ah?? hm, itu mas badan Alia agak pegel jadi mau tidur leluasa bentar.." jawab Alia asal.


"Pegel??" ulang Topan.


Alia mengangguk.


Namun tanpa di duga, Topan langsung menijit punggung Alia.


Sontak Alia bereaksi kaget dan langsung menjauh dari sang suami..Sehingga Topan terkaget.


"Mas?? mas mau ngapain??"


"Loh? ya cuma mau pijit kamu aja, biar lebih enakan..kan katanya pegel.. "


"Ooh, gak.. gak papa kok mas.. gak pegel-pegel amat.." sahut Alia dengan menbungkus diri ya didalam selimut.


"Met malam mas, met tidur " potong Alia dan seketika berpura-pura langsung tidur.


Topan terpelongo melihat sikap sang istri agak aneh.


"Kamu kenapa sih??" tanya Topan.


"Gak, gak papa.." sahut Alia cepat dengan menenggelamkan diri didalam selimut.


Jenggah melihat sikap sang istri, akhirnya Topan menyerah. Ia bangun dan duduk kemudian Topan langsung menarik tubuh Alia mendekat dan membuang selimut yang menbuatnya terpisah.


Alia terkaget.


Sedetik kemudian Topan memeluk tubuh sang istri dan memeluk tubuh Alia lalu kembali tidur bersama dengan berpelukan.


"Mas??"


"Tidurlah, mas gak akan ngajak kamu malam ini.." sahut Topan dengan mencium pelipis pipi Alia.


Alia terpaku, mungkin Topan membaca sikapnya.


Dan benar saja, tak beberapa lama, Topan tertidur pulas dengan memeluk tubuh sang istri.


Namun tidak dengan Alia yang masih terjaga. Pikirannya cemas menunggu pagi.


Alia terjaga sepanjang malam dengan di temani dengan suara dengkuran yang kadang terdengar dari sang suami yang telah berada di alam mimpi.


***


Dan pagi pun menjelang.


Topan terbangun dengan mendengar suara yang mengusik ketenangan tidurnya.


Topan berusaha membuka maka, untuk benar-benar sadar dari tidurnya yang begitu nyaman.


Namun suara pilu kian terdengar jelas. Dan memaksa Topan untuk bangun.


"Alia?" panggil Topan yang mencari sosok sang istri yang ternyata sudah tak berada di tempat tidurnya lagi.


Kembali terdengar suara yang mengusik Topan.


"Alia??" panggil Topan kembali.


Namun sang pemilik nama tak kunjung menjawab.


Seketika Topan bangun dengan terpaksa.

__ADS_1


"Alia?" panggil Topan panik dengan kian jelas mendengar suara aneh itu.


__ADS_2