Pembantu Hangat

Pembantu Hangat
Jangan..


__ADS_3

Di saat acara tengah berlangsung, Alia akhirnya memberanikan diri untuk bertemu dengan sang pengantin wanita, Dinda Gandis.


Dan benar saja, pertemuan itu membuat keduanya terharu.


"Kemana saja kamu, Alia??" seru Dinda dengan wajah berbinar.


Alia hanya bisa tersenyum simpul.


"Hmm, masih di sini kok mbak, hanya saja tidak lagi sebagai Nyonya Mahendra.."


Wajah Dinda terlihat terkejut.


"Kau??"


Alia menangguk membenarkan dugaan Dinda Gandis jika, cerita yang dulu ia dengan kini telah berakhir.


"Aku sudah jadi janda.." ucap Alia tersenyum tipis.


Dinda tak bisa menyimpan rasa terkejutannya.


"Akhirnya kau berpisah juga.."


"Ya, seperti saran mbak Dinda dulu, bercerai adalah keputusan yang terbaik.." ujar Alia tenang.


Dinda tak dapat berkata-kata, setelah banyak peristiwa yang tak ia sadari selama jatuh sakit. Ternyata sang teman sudah melewati masa terburuk ya sendiri.


"Maafkan aku.." seru Dinda bersedih.


Alia terteguh.


"Itu pasti berat bagi kamu Alia, dan aku tidak ada disaat kamu kesusahan.." ucap Dinda menyesali.


Alia hanya tersenyum kecil.


"Gak papa.. bersyukurnya Alia bisa lewati ini semua.. ya walau di awal sedikit sulit" jawab Alia tenang.


Tanpa di sangka Dinda memeluk tubuh Alia dengan erat. Ia mengusap punggung Alia dengan penuh rindu.


"Aku senang, kamu sudah keluar dari lingkaran keluarga Mahendra.." ucap Dinda tulus.


Alia hanya bisa membalas pelukan itu dengan penuh haru, ya setelah sekian lama akhirnya ia dapat mendengar ucapan yang membuatnya kuat.

__ADS_1


"Terima kasih mbak Dinda.." sahut Alia.


Pelukan itu tererai. Keduanya saling tersenyum penuh arti.


"Bagaimana kamu bisa tau jika ini adalah pernikahan ku? apa mbak Napa atau mbak Feli yang memberi tau kamu??"


Alia menggeleng.


"Lalu??" tanya Dinda terheran.


Alia terlihat ragu-ragu.


"Alia datang dengan.." ucapan Alia tergantung. "Dengan.. salah satu pengacara.."


Dinda terkejut.


"Pengacara?? siapa?"


"Hm.. ya, seorang pengacara yang baik" jawab Alia mengembang pada sosok yang tak bisa terang-terangan ia sebutkan namanya.


***


Topan hanya melihat dari kejauhan jika sang atasan begitu berbahagia menikah dengan wanita yang membuatnya dunianya berubah.


Namun di saat yang bersamaan tatapan Topan menangkap sosok yang tak terduga berada di antara para tamu.


"Rudy??" seru Topan yang seketika gusar. Seketika ia mengingat sang pembantu, Alia yang sedari tadi tak bersama dirinya.


Topan segera menaruh gelas yang berada di tangannya di atas meja. Dan melangkah pergi untuk mencari sang pembantu.


***


Di satu sudut hotel yang terdapat jendela besar yang menghadap ke taman. Alia setengah berdiri dengan memijat-mijat salah kakinya yang pegal. Terlihat kedua sepatu cinderella itu terlepas dari sepatunya.


Jemarinya memijit ujung tumit yang sedikti pegal. 2 jam mengenakan sepatu tinggi itu telah membuatnya tersiksa. Namun sesaat Alia berdiri tegak, sosok yang tampak di matanya begitu ia kenal.


"Mas Ru-dy??" bisik Alia terpaku pada sosok yang ia yakin pasti sang mantan suami. Namun karena penglihatan yang kurang baik, Alia merasa tidak yakin.


Hingga tanpa sadar ia berjalan untuk melihat lebih jelas pada sosok yang ia yakin adalah Rudy Mahendra.


Dan tanpa di sangka, sosok pria itu pun berjalan hendak masuk kedalam gedung hotel. Alia berjalan untuk dapat melihat lebih jelas pada sosok itu.

__ADS_1


Namun tiba-tiba terdengar seseorang memanggil namanya.


"Alia??" panggil sang majikan.


Alia reflek menoleh dan terkaget ketika mendapatkan sang majikan kembali dengan ajah gusar.


"Jangan lihat!!" ujar Topan dengan menahan lengan Alia.


"Tapi.." ucap Alia tergantung dengan menoleh kembali pada sosok yang ingin ia pastikan. "Itu pasti mas Rudy" sambung Alia dengan wajah gusar.


Dan tampak pria yang Alia maksud berdiri dengan menatap keduanya dari kejauhan.


Tanpa terduga kedua tangan Topan meraih wajah Alia dengan cepat.


"Jangan" ucap Topan kian gusar.


Sehingga Alia tersentak kaget dengan kening bertaut bingung menatap sang majikan.


"Kenapa?"


"Alia.." tiba-tiba sebuah suara yang sangat Alia kenal memanggil namanya.


Alia bereaksi kaget mendengar namanya di panggil.


"Mas Rudy??"


Topan kian gusar ketika langkah Rudy kian hampir mendekat dan mungkin menyadari jika wanita ini adalah mantan istrinya.


Hingga tanpa pikir panjang Topan memejamkan matanya lalu menjatuhkan satu ciuman di bibir Alia.


Kedua mata Alia terbuka lebar dengan tatapan syok menerima ciuman bibir dari sang majikan.


Langkah Rudy pun seketika berhenti menatap moment yang tak terduga itu.


"Alia!!" bisiknya lirih dengan wajah syok.


Beberapa detik Topan dapat merasakan bibir manis Alia, dan perlahan matanya terbuka hingga dapat melihat jelas jika Rudy Mahendra mematung di sana.


"Topan??" bisik Rudy dengan jemari terkepal kuat.


__ADS_1


__ADS_2