
Dan malam itu, setelah kepulangan Kevin. Alia kini berada di kamar atasnya.
Ia membuka amplop yang diberikan staff Topan pada dirinya.
Dan tiba-tiba sebuah kartu atm jatuh di atas pangkuannya. Alia merasa heran. Lalu tak lama ia kembali melihat pada sisi amplop dan sebuah kertas putih terselip di dalamnya.
Alia menarik kertas itu lalu membukanya. Sebuah tulisan tangan yang cukup kriting terlihat disana.
Sekilas Alia tersenyum penuh arti dengan mengingat tulisan tangan sang majikan. Namun tak lama kedua bola matanya membaca bait kalimat yang tersusun di kertas itu.
Teruntuk Alia..
Maaf jika aku mengirimkan pesan melalui selembar kertas ini. Aku tahu kau pasti sangat khawatir dan bingung dengan kejadian tadi pagi.
Tapi, aku di sini baik-baik saja. Tenangkan dirimu, dan percaya pada ku, aku akan menyelesaikan semua permasalahan ini secepatnya.
__ADS_1
Alia, ada sedikit permintaan yang mungkin akan membuat mu repot.. Tolong jagalah ibuku untuk sementara waktu selama aku tidak ada.. Aku sengaja memberikan atm ini, jika sewaktu-waktu kamu perlu sesuatu pakai saja.. pin 040463 hari ulang tahun ibu ku.
Terima kasih Alia.. maaf jika mungkin rencana pernikahan kita akan sedikit tertunda.. tapi percayalah aku akan menyelesaikan semua ini segera. Agar rencana kita tetap terwujud dalam waktu dekat.
Aku merindukanmu.. Tungguaku dirumah..
Alia menghela nafas panjang setelah membaca pesan dari sang majikan. Untuk sesaat Alia menatap lama pada lembar kertas itu, selembar kertas yang membuatnya sedikit lega dan merasa sedikit tenang.
"Tanpa mas minta, Alia pasti akan menjaga ibu.." lirih Alia sembari menatap atm bertuliskan platinum dari salah satu brand perbankan ternama.
Sekilas, Alia menatap sebuah kartu nama Kevin Alvian. Kartu yang sengaja di berikan sang staff Topan jika Alia merasa tidak aman dirumah.
"Sebaiknya, besok aku harus bertemu dengan mas Topan.. aku harus tau hal yang sebenarnya.. mengapa mas Rudy memperkarakan mas Topan hingga kekantor polisi?"
Dan untuk kesekian kalinya Alia menghela nafas seolah ingin menghilangkan bayangan terburuk yang akan menimpa sang pengacara.
__ADS_1
***
Di sisi lain, satu ruang yang terlihat seperti ruang tunggu. Terlihat Topan duduk dengan termenung. Usaha Kevin untuk memberi jaminan agar dirinya tidak tahan pun gagal dengan berbagai alasan berbelit dari pihak kepolisian.
Hingga akhirnya Topan masih berada di kantor polisi hingga malam hari.
Sesaat ia kembali berpikir dengan wajah tenang. Kasusnya kasus yang biasa saja, namun Johan telah memberi peringatan pada Topan. Jika kasus ini pasti terdapat unsur lain di dalamnya, Johan berpesan agar Topan bersiap dengan segala tuduhan yang akan membuatnya terus berada di sana.
Topan menyeringai kecil.
"Rudy Mahendra!!" seru Topan dengan nada penuh penekanan pada nama sang klien juga temannya itu. Ada marahan yang ia tahan, ada emosi yang ia coba tenangkan di waktu yang sama.
"Apa kau seorang pria pengecut dan tak bisa menerima kenyataan, bahwa Alia tak akan pernah kembali padamu??" gumam batin Topan.
"Berani memulai maka kau harus siap dengan resikonya.. kau harus ingat itu!! aku bersumpah akan membuatmu kian menyesal Rudy telah mengusik kehidupan ku!!" ucap batin Topan dengan tangan terkepal kuat.
__ADS_1