
Setelah selesai menyapu tiap anak tangga itu bersih dari debu. Akhirnya Alia menemukan pintu yang lagi-lagi terkunci.
Alia membuka kunci kamar itu dengan kunci yang telah ia ambil dari tempatnya.
Ceklek..ceklek..
Kunci pintu itu terbuka dan Alia memengang pedal pintu lalu membukannya.
Perlahan pintu terbuka dan tampaklah bermacam prabotan yang berserakan di dalam kamar tersebut.
Alia mematung menatap tiap benda yang berada di dalam sana.
"Ya Tuhaaan.. gimana cara mengeluarkan ini semua!!" seru Alia tak percaya melihat beberapa perabot termasuk lemari kaca berada didalam kamar itu.
Alia jadi ragu untuk bisa membereskannya sendiri, salivanya turun dengan kasar. Sekilas ia mengingat tawaran sang majikan yang bersedia membantu untuk membantu membereskan kekacauan kamar itu. Namun dengan songongnya Alia menolak. Dan kini ia tak punya pilihan lain, selain harus membereskan semua tumpukan prabotan ini keluar sendiri.
"Alia..alia" seru Alia untuk dirinya sendiri. "Lo harus bertanggung jawab dengan ucapan lo sendiri untuk membereskannya semua sendiri" sambung Alia dengan perlahan masuk kedalam kamar itu.
Tatapan Alia tertuju pada kursi yang berada di atas meja dengan debu yang tebal dan sarang laba-laba. Seketika rasa geli dan takut menghinggapi.
"Iiikh.. debu banget..,ck" decak Alia mengerutu dan jijik.
Perlahan ia menarik kaki kursi itu untuk diturunkan.
"Ukh..be-rat!!" rutu Alia dengan susah payah menurunkan kursi yang ternyata cukup berat. Dan perlahan menurunkan kursi itu kebawah.
__ADS_1
Alia pun reflek menarik nafas untuk melegakan diri. Dan melihat kembali pada perabotan yang lain dengan nanar.
"Ya Tuhan.. berikan kekuatan untuk Alia mengangkat ini semua" doa Alia spontan dan kembali hendak mengangkat kursi kedua yang berada di atas prabot yang lain.
Namun ketika ia hendak mengangkat kursi tersebut. Tiba-tiba seekor binatang kecil berjalan di hadapan Alia.
Alia sontak terkaget.
"AAAAAKKH..." Jerit Alia spontan dan berlari.
***
Di sisi lain Topan yang baru saja hendak membuka laptopnya sontak terkejut ketika mendengar suara jeritan Alia yang melengking.
Ia pun mencampakkan Laptopnya di atas kasur lalu dengan cepat keluar dari kamarnya.
Namun disangka Alia turun dengan berlari dan langsung memeluk tubuh Topan tanpa ragu.
Grep..Topan terkesiap, ia terkaget bukan kepalang menerima pelukan spontan itu.
"Mas kecoa.. ada kecoa!!" pekik Alia dengan menenggelamkan wajahnya di dada sang majikan.
"A-apa??" ulang Topan.
"Kecoa mas!! ada kecoa..iiiikkhh disana banyak kecoa" seru Alia yang masih tak melepaskan tangannya dari tubuh Topan dengan rada geli.
__ADS_1
Topan tak bisa bergerak dengan tubuh Alia yang terus meringkuh di dalam pelukannya.
"Dimana??" ulang Topan bertanya dengan mencoba menenangkan Alia yang ketakutan.
Alia menegadahkan wajahnya dengan menatap Topan.
"Diatas.. dikamar atas mas.." seru Alia menjawab dengan masih memeluk Topan.
"Dikamar atas??" ulang Topan dengan wajah tersenyum mendapatkan wajah cantik Alia yang panik.
Deg.. seaaat tatapan keduanya bertemu. Dan Alia tersadar jarak di antara mereka begitu dekat, ia malah kini memeluk tubuh sang majikan.
Dengan canggung reflek menjauh dari tubuh Topan.
"Ah.. itu..i-ya..diatas banyak kecoa..iiikkhh" seru Alia dengan mengidik tubuhnya geli.
Topan tersenyum simpul melihat sikap Alia yang salah tingkah.
"Hmmm.. ya sudah, lebih mas panggil petugas pembersih rumah saja" ujar Topan.
Kening Alia bertaut gusar.
"Petugas pembersih rumah?" ulang Alia.
"Hm, mungkin karena sudah lama tak pernah di bersihkan pasti banyak kecoa dan binatang lain yang menjadikan rumah mereka di kamar itu.."
__ADS_1
"Iiikh.." Alia reflek mengidik geli membayangkan binatang kecil itu berkeliaran disana.
Topan kembali tersenyum. Benar dia adalah Nyonya kaya yang dulu hidup ditempat yang bersih bebas dari binatang kotor seperti kecoa.