
Tok..tok..terdengar suara ketukan pada daun pintu yang mengejutkan Alia dan juga Topan.
Keduanya menoleh dengan wajah heran.
"Siapa yang datang pagi-pagi begini??" tanya Topan.
Alia hanya mengangkat bahu dengan wajah sama bingungnya.
Tok..tok.. suara pintu kembali di ketuk.
Mendengar suara ketukan itu, Topan segera meraih pedal pintu membuka pintu rumahnya.
Dan terlihat sosok tamu yang tak di undang berdiri tegas di depan pintu rumah Topan.
"Selamat pagi, apa benar ini rumah bapak Topan Syahputra??" tanya seorang petugas kepolisian dengan nada serius.
Topan terlihat tenang.
"Ya, saya sendiri.. ada keperluan apa Bapak-bapak datang sepagi ini kerumah saya??" sahut Topan tanpa takut.
"Sebaiknya bapak ikut kami kekantor polisi, sekarang" ujar sang polisi dengan tegas.
Alia dan Topan syok.
__ADS_1
"Tunggu..Tunggu ada apa?? mengapa saya harus kekantor polisi?" tanya Topan berusaha tenang.
"Ikut saja, disana akan kami jelaskan"
Topan beaksi berontak. Dan cekcok pun terjadi.
"Mas!!" seru Alia panik melihat beberapa anggota polisi menangkap sang majikan dengan paksa.
"Eh, pak.. apa-apa ini?? tolong tunjukkan surat penangkapan tidak bisa seperti ini!!" protes Topan bereaksi dengan berusaha melepaskan diri dari kedua tugas polisi yang hendak membawanya.
"Mas!!" jerit Alia syok.
"Tenang Alia, ini pasti ada kesalahan.." ujar Topan di sela-sela protesnya.
Melihat sang wanita berusaha menolong tersangka, seorang polisi menarik tangan Alia kasar.
"Mas Topan!! lepasin pak!! apa salah Mas Topan!!" cecar Alia protes.
"JALAN!!" perintah sang petugas dengan pangkat tinggi ketika Topan tak bisa melepaskan diri dari ketiga petugas yang sudah menangkap Topan.
"Pak!! anda bisa saya proses dipengadilan!! menangkap tanpa bukti itu suatu kejahatan!! saya bisa tuntutan Bapak-bapak semua!! saya ini pengacara!!" tukas Topan marah ketika ia di seret bak penjahat kriminal.
"Kami hanya menjalankan perintah!!" balas sang petugas ikut terpancing marah. " Sudah ikut saja, jangan mempersulit diri sendiri!!" hardik sang petugas geram melihat Topan yang melawan.
__ADS_1
Alia panik melihat Topan yang di seret kasar. Dan hal itu memicu keributan di halaman rumah nomor 15 sehingga memancing perhatian para tetangga yang terkaget.
"Cepat..cepat!!" ujar seorang polisi dengan tegas lalu.
"Mas Topan!! Mas Topan!!" jerit Alia berusaha menolong sang majikan namun pada akhirnya seorang polisi menahan Alia dan membuat tubuh Alia terdorong hingga jatuh.
"Akh!!"
Topan yang tengah di paksa berjalan menuju mobil polisi pun seketika marah.
"Hey PAK!!" seru Topan berang melihat Alia jatuh.
Namun para aparat kepolisian itu tetap menjalankan tugasnya tanpa peduli pada protes Topan.
"AYO MASUK!! JANGAN BANYAK NGOMONG, TUGAS KAMI SUDAH BANYAK, TIDAK CUMA NGURUS KAMU SAJA!!" bentak seorang polisi yang kesal melihat tersangka.
Dengan wajah marah Topan menatap tajam pada wajah-wajah tegas itu.
"Akan saya ingat wajah kalian, akan saya balas semua perbuatan kasar kalian hari ini!!" ucap Topan dengan nada penuh penekanan dan kebencian pada para petugas kepolisian itu.
Namun ucapan kemarahan Topan tak sedikit pun mengoyahkan mental para polisi berbadan kekar itu dan tetap memaksa Topan untuk ikut dengan mereka kekantor polisi.
Alia hanya bisa menantap khawatir pada Topan yang begitu keras untuk berontak. Hingga dengan susah payah usaha Topan gagal dan akhirnya berhasil masuk kedalam mobil polisi.
__ADS_1
Topan dapat melihat jelas wajah kekhawatiran sebelum pintu mobil di tutup.
"Mas Topan!!" lirih Alia dengan wajah gusar menatap mobil polisi itu menutup pintu dan tak lama dua mobil petugas negara itu pun berlalu pergi menbawa sang majikan.