Pembantu Hangat

Pembantu Hangat
Topan-Alia-Rudy


__ADS_3

Setelah pertemuan dengan Rudy, Topan kembali sibuk dengan beberapa berkas sidang yang akan naik minggu depan.


Ia cukup mengejar ketinggalan beberapa kasus yang sempat terlewatkan karena sakit selama 1 minggu.


Kevin membawa beberapa berkas yang akan di bahas bersama. Beberapa sudah di acc dan di anggap layak untuk menuju sidang.


Di sela-sela diskusi itu, Kevin melihat perubahan sikap Topan yang terlihat tidak baik-baik saja.


"Aku lihat, tadi ada Rudy Mahendra.. apa dia datang untuk membahas perihal kerjaan?" pancing Kevin yang penasaran.


Topan tak menjawab ia sibuk membaca tiap klausal kertas di tangannya.


Rudy sedikit mundur agar niatnya tidak terlalu kentara.


"Aku dengar pengacara yang menggantikan posisi mu di perusahaan Mahendra di tolak.. kau benar-benar sudah mundur??"


Jemari Topan bereaksi dengan mencengram kertas itu sedikit kuat.


"Apa kau perlu bahan gosip?" sindir Topan.


Kevin terkekeh kecil.


"Yaa, ini hal yang cukup heboh, karena kita tidak pernah melakukan hal seperti ini selain kau.." jelas Kevin dengan melepaskan kerah kancing kemejanya.


Topan meletakkan berkas di atas meja begitu saja.


Kevin sekilas menatap lekat wajah temannya yang terlihat lelah.


"Mungkin kau harus tau.." ucap Kevin dengan nada serius.

__ADS_1


Topan menoleh.


"Rudy sedang ngencar mencari Alia, ia terlihat serius ingin membawa kembali mantan istri itu untuk menjadi Nyonya Mahendra.."


Topan mematung.


"Dan berkas sidang cerai Rudy dan Bella pun sudah selesai.."


Topan terjegar gusar dan ia pun segera bangkit dari duduknya.


Kevin terjegat kaget.


"Hay!! kau mau kemana??"


"Pulang!!" sahut Topan yang entah mengapa instingnya mengatakan hal yang tak bisa ia jelaskan ketika mendengar nama sang pembantu di sebut.


***


Rudy duduk dengan melihat jalanan yang ia lewat. Sore yang cukup pada di jalan sehingga sedikit terjadi macet di jalan ibu kota.


"Alia.. bersabarlah, aku akan menjemput mu.." guman Rudy dengan wajah tersenyum dengan rasa bahagia yang hampir meletup.


Ia sudah tak sabar lagi untuk bertemu dengan sang mantan istri. Ia yakin jika Alia pasti akan bisa menerima ia kembali. Rudy yakin jika Alia masih sangat mencintai dirinya.


"Aku akan menyembah jika hal itu bisa membuat kamu memaafkan aku, Alia" ucap Rudy dengan segala harapan untuk bisa memeluk kembali wanita yang telah ia kecewakan.


***


Di rumah nomor 15. Terlihat Alia tengah memantau sang ibu majikan yang terlihat memerhatikan seekor kucing peliharaan yang duduk manja di pangkuannya.

__ADS_1


"Sayang, epan.." seru ibu Topan dengan mengusap punggung kucing yang terlihat manja.


"Epan, sayang.." ucap ibu kembali dengan wajah tenang.


Alia tersenyum tipis mendengar ucapan sang ibu majikan.


"Kenapa mas Topan begitu baik ya buk?? Alia jadi merasa bersalah.." gumam Alia dengan membelai lembut kucing persia milik tetangga.


Tanpa sadar Alia merasa kasihan dan kembali mengusap pucuk kepala sang kucing yang terlihat tenang di pangkuan ibu Topan.


"Tapi.. Alia juga gak bisa.. memaksakan hati Alia yang.." curhat Alia tergantung berat. " yang sudah hancur, terlalu egois jika Alia menerima mas Topan dan menjadikan anak ibu sebagai tumbal perasaan Alia yang kosong.." ucap Alia dengan wajah sendu.


Namun sesaat Alia bangun dari duduk jongkoknya di hadapan ibu sang majikan.


Lalu dengan cepat ia menggelengkan kepala dan membuang kembali perasaan-perasaan yang terlintas di pikirannya.


"Gak Alia.. gak..ini yang terbaik, mas Topan sudah cukup baik mau menampung kamu, cukup dengan kebaikan mas Topan dan jangan mengharapkan yang lain.. " gumam Alia memperingatkan dirinya sendiri.


Alia pun berjalan sedikit menjauh dari tempat duduk sang ibu majikan.


Sesaat ia menikmati suasana sore yang begitu teduh. Tatapan menegadah keatas langit dan seketika ia memejakan matanya dengan menghirup udara sebanyak yang ia butuh.


Untuk sesaat ia merasakan ketenangan, namun tak beberapa lama Alia seperti merasakan ada seseorang yang mendekat.


"Alia.."


Deg.. mata Alia terbuka dan reflek menoleh.


Dan saat itu suasana seakan hampa udara di sekeliling Alia.

__ADS_1


__ADS_2