
"Jika benar, saudara Rudy datang dengan niat yang baik, lalu mengapa ia menceraikan Alia Zatifah dan membuangnya seperti sampah yang tidak berguna??" tuding Topan. "Apa saat ini anda merasa menyesal tuan Rudy Mahendra??" tanya Topan pada kubu Rudy yang mulai ketar ketir.
"Keberatan Yang Mulia.." sanggah pengacara Rudy dengan tegas. "saya rasa sidang ini tidak membahas masalah perceraian saudara Rudy.. Kami mohon Yang Mulia untuk kembali konsisten pada poin awal persidangan ini, terimakasih"
Riuh-riuh pun terdengar, para anggota seperti tidak setuju dengan sang pengacara paruh baya itu yang mencoba menyelamatkan harga diri sang klien.
Topan tersenyum tipis.
"Jika niat mundur, ini sudah jauh terlambat.. kau sudah memulai.."
Pihak kubu Rudy berdiskusi kecil.
Hakim Agung juga kembali menulis catatan pada kertas di atas mejanya.
"Yang Mulia.." Kevin kembali membuka suara.
"Dipersilahkan.." sahut Hakim Agung.
"Terimakasih Yang Mulia, kami sudah memberi bukti yang cukup jelas melalui rekaman CCTV, namun tampaknya pihak Saudara Rudy Mahendra dengan sengaja membuat kasus ini sulit agar saudara Topan Syahputra di hukum.."
Sejenak hening.
__ADS_1
"Saya ingin bertanya pada saudara-saudara sekalian yang hadir dan menyaksikan rekaman CCTV tadi.. sebagai manusia yang normal apakah jika ada seorang yang datang kerumah dan orang rumah, apakah saudara akan diam saja atau melakukan hal yang sama dengan yang di lakukan saudara Topan Syahputra??" tanya Kevin pada anggota sidang.
Semua menjawab pelan dengan akan mengikuti langkah Topan.
"Yang Mulia, saya menilai jika yang sebenarnya lebih berbahaya adalah saudara Rudy Mahendra.. karena saudara Rudy memiliki ilmu bela diri yang bisa saja memukul saudara Topan hingga patah entah di bagian kaki atau tangannya.. Yang Mulia sudah melihat sendiri bagaimana ilmu bela diri saudara Rudy bertarung melawan saudara Topan yang tidak memiliki ilmu bela diri.." tutur Kevin yang mengiring opini berbalik pada Rudy.
"Saya Rasa, kasus ini jelas, jika saudara Rudy memiliki dendam dan juga rasa cemburu, karena mantan istrinya kini bersama dengan mantan pengacaranya sendiri.."
JEGGER.. bak petir di siang bolong, ucapan Kevin seolah membuat Rudy mati kutu.
"MEREKA BERSELINGKUH YANG MULIA!!" tuding Rudy yang panas dan akhirnya membuat perkara yang kian pelik untuk di rerai.
"Waaah.." seru para anggota sidang yang terkaget mendengar ucapan pihak Rudy.
"KAU SUDAH KETERLALUAN RUDY!!" hardik Topan dengan darah yang mendidih mendengar tuduhan sang teman yang kini menjadi musuh nyata.
Keributan pun terjadi, Topan berang melihat sikap Rudy yang sudah sangat kelewatan batas.
Johan dan Kevin menahan Topan yang siap beraksi.
TOK..TOK..TOK..kembali palu sang Hakim di ketuk.
__ADS_1
"TENANG..TENANG..!!"
"SAUDARA TOPAN TENANG!!"
"Saya minta untuk seluruh hadirin untuk tenang.." pinta sang hakim mencoba untuk membuat suasana terkendali.
"Topan, kendalikan dirimu!!" bisik Johan dengan menahan bahu sang teman.
"Rudy sudah keterlaluan!!" desis Topan geram.
"Dia sudah membakar dirinya sendiri, aku yakin di tidak tau akibat dari ucapannya itu.."
Topan mengepal kuat, ia berusaha kuat untuk menahan emosi.
"Tenang..Tenang.." ulang sang Hakim menarik perhatian anggota sidang untuk tenang.
Tampaknya suasana kian panas setelah tuduhan Rudy terucap di ruang sidang.
Dan sang Hakim pun mengeluarkan keputusan.
"Sidang di tunda.. 3 jam kemudian.."
__ADS_1
Tok..tok..tok.. Palu Hakim akhirnya diketik.