Pembantu Hangat

Pembantu Hangat
Milik ku..


__ADS_3

"Topan!!" desis Rudy dengan tangan terkepal kuat.


Dan terlihat Topan menatapnya dengan jelas dari balik sisi wajah seorang wanita yang Rudy yakini adalah Alia Zatifah. Sang mantan istri yang telah lama hilang.


Namun, entah Rudy Mahendra berbalik arah dengan meninggalkan tempat itu. Ia merasa tak sanggup jika benar wanita yang kini bersama sang Pengacara adalah benar dugaannya.


Ia melangkah dengan kaki yang lebar. Ada rasa sesak dan sakit yang tak bisa ia jelaskan pada sosok wanita yang bersama Pengacara Topan.


Dengan perasaan yang campur aduk, Rudy mengeluarkan handphonenya. Nomor yang harus ia hubungi detik itu juga, untuk mencari kebenaran.


Tak lama nada sambung itu terhubung pada sebuah nomor yang di tuju Rudy.


"Temukan ALIA!! temukan dia dimana pun!! SEKARANG!!" perintah Rudy dengan nada marah yang tengah mengubun-ngubun tinggi.


Tampa menunggu jawaban dari sebrang telfon tersebut, Rudy menutup begitu saja telfon tersebut.


Langkahnya kian cepat untuk menghilangkan dari acara tersebut. Pikirannya kacau dan hatinya ikut gelisah.


"Tidak.. aku tidak yakin itu Alia.." desis batin Rudu dengan membuang semua pikiran buruk yang ia lihat tadi.

__ADS_1


"Dia masih milik ku, Alia pasti.. akan jadi milikku lagi, Alia.." batin Rudy berperang dengan dugaan dirinya sendiri yang membuat ia gusar dan gelisah.


Hingga setiba di dalam mobil sedan mewahnya, Rudy yang kesal dan marah tanpa sebab akhirnya memukul-mukul stiurnya dengan marah.


Rudy mencoba menarik nafas panjang untuk bisa menenangkan emosinya yang tak terkendali.


Ia marah pada dirinya sendiri yang kesal karena melihat hal yang ia sendiri tak yakin. Namun entah mengapa bayangan ketika Topan menantapnya membuatnya tak bisa lupa.


Dan hal itu kian mempersulit pikiran Rudy karena penasaran pada sosok wanita yang berada dalam dekapan Pengacara Topan.


***


Topan yang dapat melihat jika Rudy telah pergi dengan segala keterkejutannya. Dan tiba-tiba saja, tubuh Topan terdorong oleh kedua tangan Alia yang membuat ciuman itu terlepas.


Terlihat jelas wajah keterkejutan Alia di sana. Wajah penuh tanda tanya pada sosok pria yang beberapa detik yang lalu telah memberikannya kecupan tak terduga.


"Mas Topan?" seru Alia tak percaya.


Namun Topan tampaknya telah siap dengan semua hal demi untuk menahan Alia di sisinya.

__ADS_1


Dengan hela nafas pelan Topan tak ragu menatap bening mata Alia yang masih membulat sempurna di hadapannya.


"Aku minta maaf, karena.." ucap Topan tergantung berat.


"Aku tidak ingin kau kembali melihat Rudy Mahendra!! karena aku." sahut batin Topan yang tak bisa mengungkapkan isi hatinya pada wanita yang berada di hadapannya.


***


Dan akhirnya Alia dan Topan pulang dari acara Johan B. Bastian dan Dinda Gandis.


Keduanya terlibat cuaca dingin karena sama-sama diam seribu kata. Terlihat jelas jika Alia marah, ia benar-benar marah dengan sikap dan perilaku sang majikan. Bahkan kini Alia duduk di kursi belakang dengan wajah kecewanya pada sang majikan.


Dan ia merasa jawaban Topan tak bisa ia terima.


"Maaf, karena tadi ada teman mas yang tak bisa mas hindari.." jawab Topan saat itu.


Jawaban Topan yang tak begitu logis telah membuat Alia kehilangan simpati pada sang majikan.


Ia pikir Topan adalah pria istimewa dengan sifatnya yang begitu tenang. Namun ternyata sang majikan sama saja dengan pria lainnya yang merendahkan sosok seorang wanita.

__ADS_1


Topan yang tengah menyetir mobil, terlihat serius menatap jalan. Pikirkan terbang entah kemana dengan terus mengingat kecupan spontan yang berbuah manis. Ia akhirnya berhasil membuat Rudy Mahendra mundur.


__ADS_2