
"Alia, maukah kamu menikah dengan ku??" bisik Topan dan dapat di dengar jelas oleh Alia yang membeku di dalam dekapannnya.
Deg..Wajah Alia terkaget mendengar permintaan sang majikan tanpa bisa menjawab.
Perlahan Topan menlonggarkan pelukannya dan membalikkan tubuh Alia agar dapat ia lihat dengan jelas.
Tatapan keduanya bertemu.
"Aku tau, mungkin kamu masih trauma tapi.. disini aku ingin kamu dan aku menjadi kita, menjadi satu keluarga yang saling melengkapi kekurangan satu sama lain.." tutur Topan mencoba meyakinkan keraguan Alia.
Alia terlihat gelisah.
"Setelah semua yang terjadi, aku ingin menjadi bagian terpenting dalam hidup kamu, menjadi pelindung kamu dan ingin membangun sebuah keluarga kecil bersama kamu.."
Topan menghela nafas panjang sembari meraih jemari Alia dan ia genggam dengan penuh perasaan sayang.
"Izinkan aku.. menjadi suami kamu, Alia" pinta Topan dengan segenap perasaan yang tulus untuk sang pembantu.
Alia terlihat bimbang, terlihat jelas keraguan di wajahnya.
"Bagaimana jika Alia mengecewakan mas??" tanya Alia dengan wajah yang berubah sendu. "Bagaimana jika, Alia tidak bisa memberi kebahagiaan yang mas cari??"
Topan tertegun dengan pertanyaan yang ia rasa begitu berat bagi Alia.
__ADS_1
"Alia pernah gagal dan gagal itu berada di diri Alia" ucap Alia dengan mengenang perceraian yang dulu.
Topan terlihat tenang, Topan tau apa yang membuat Alia berpikir seperti itu untuk dirinya sendiri.
Lalu dengan spontan Topan memeluk tubuh Alia kembali. Ia memeluk tubuh wanita yang telah banyak melewati kesedihan yang paling pahit dalam hidupnya.
"Aku tau apa yang menbuat mu takut.. aku tau, Alia" bisik Topan lembut.
Alia hanya diam mematung dalam pelukan sang majikan.
"Aku hanya ingin bersama mu, jika kamu berpikir aku akan mencari keturunan maka aku akan memilih untuk mengambil 100 anak yatim untuk menjadikan kita sebagai orang tua mereka.."
Tanpa sadar air mata Alia jatuh.
"Bukankah Tuhan cukup adil, dengan menjadikan anak-anak yang tanpa dosa menjadi yatim piatu sedari kecil.. dan menjadikan mereka tanggung jawab kita yang tak bisa memiliki seorang anak.."
Topan mengusap punggung Alia yang bergetar. Lalu tak lama pelukan itu tererai dengan telihat bening air mata di wajah Alia
"Menikah lah dengan ku, Alia.." pinta Topan dengan segenap hatinya. "Izinkan aku menjadi suamimu.."
Bibir Alia terasa keluh untuk menjawab hal yang terberat bagi dirinya.
Topan mengusap air mata Alia dengan lembut.
__ADS_1
"Aku ingin kamu tersenyum di sisi ku.." ucap Topan dengan mengusap lembut bingkai bibir Alia.
Alia menatap lekat wajah ketulusan Topan.
Perlahan wajah Topan mendekat hingga akhirnya sebuah kecupan pun ia berikan pada bibir Alia.
Cup..
Ciuman singkat itu terasa begitu manis.
Namun pada akhirnya Topan kembali menjatuhkan ciuman penuh sayang pada Alia. Topan ******* bibir Alia untuk kali kedua dengan penuh hasrat.
Dan Alia membalas pangutan ciuman sang majikan dengan perasaan yang hangat.
Perlahan jemari Alia mengusap lembut dada Topan.
Ada perasaan berkecambuk didalam diri Alia, namun ia mencoba untuk percaya terakhir kalinya.
Sungguh untuk menjadi kembali baik-baik saja tidak lah mudah, pengalaman gagal dan kecewa secara tidak langsung menghancurkan pisiki diri seseorang.
Banyak yang takut akan kecewa karena selalu terbayang kegagalan yang lalu.
Dan benar, orang-orang yang berhasil melewati semua itu adalah orang-orang terpilih yang di siapkan Tuhan untuk mendapatkan manisnya sebuah keberhasilan dari cobaan terberat.
__ADS_1
💘ðŸ¤