Pembantu Hangat

Pembantu Hangat
Malam Impian (21)


__ADS_3

"Ya? ah-hm.. itu Alia.." sahut Alia rancau.


Topan tersenyum. Lalu tanpa pikir panjang langsung menarik tangan Alia untuk segera masuk kedalam kamar pengantin.


Alia terkesiap ketika Topan menarik tangannya hingga membawa dirinya masuk kedalam kamar yang terlihat remang.


"Masuklah.. jangan ragu lagi.." ujar Topan dengan menarik Alia untuk lebih dalam masuk kedalam kamar pengantin.


Alia terpaku melihat kamar yang tak pernah ia bayangkan akan begitu rapi dan wangi.


Topan tersenyum. Lalu tanpa ragu langsung memeluk Alia dari belakang dan mengunci tubuh sang istri didalam dekapannya.


Alia terkejut ketika merasakan pelukan sang suami.


"Mulai saat ini, ini adalah kamar kita, kamar yang hanya ada kau dan aku.. kamar yang akan menjadi saksi bisu cinta kita.." bisik Topan di sisi telinga Alia.


Alia bereaksi geli dan suara Topan yang cukup membuat bulu roma Alia mengidik. Ada sensasi yang membuat jantungnya berdegup kencang.


"Akhirnya.." bisik Topan.


Alia kembali merasa geli.


"Akhirnya aku bisa memeluk mu dengan leluasa.." sambung Topan dengan mencium sisi leher Alia.


Deg..Alia bereaksi geli dan malu, sungguh Topan sangat bersemangat menyambut malam pengantinnya.


"Mas??" panggil Alia.


"Ya, istri ku.." sahut Topan yang akhirnya membawa Alia berbalik sehingga ia bisa mendapatkan wajah sang istri di hadapan matanya. Tatapan keduanya bertemu.


"Katakan apa yang ingin kau katakan, sayang.." sambut Topan dengan tatapan teduh.


Bibir Alia terlihat gelisah, jantungnya masih setia berdegup kencang.


"Terimakasih" ucap Alia tulus. "Terimakasih, karena menerima Alia yang tidak sempurna"


Topan menantap lekat.


"Tidak ada yang sempurna.." sahut Topan. "Tapi dengan bersama mu, aku yakin aku bisa sempurna bersama.."


Hati Alia seketika hangat.


"Alia, mencintai mas.." balas Alia.


Topan terpaku. Akhirnya wanita dihadapannya ini mengucapkan satu kalimat yang berharga, yang selama ini begitu Topan tunggu. Pengakuan yang membuatnya merasa lega.


"Hanya mas Topan yang akan Alia cintai hingga akhir.." sambung Alia dengan wajah sendu.


Topan tak bisa berkata-kata. Seketika jemarinya menyentuh wajah sang istri.


"Aku pun sama, akan mencintaimu, hingga akhir.." ucap Topan seiring dengan wajahnya yang kian mendekat pada wajah Alia.


Hingga beberapa detik, satu ciuman pun ia jatuhkan di bibir sang istri.


Kecupan lembut dan manis menjadi awal yang begitu berkesan.


Dan perlahan, secara instingnya, jemari Alia yang sedari tadi ragu kini menyentuh dada Topan. Perlahan pangutan ciuman lembut itu berubah dengan lebih intim.


Perlahan Topan mendorong langkah kaki Alia untuk terus mundur menuju peraduan yang sedari tadi menanti kedua pengantin baru itu.


Alia pun terlihat tak menolak, ia mengikuti naluri hasratnya yang sudah lama terpendam.

__ADS_1


Langkah itu kian mundur hingga akhirnya ciuman terterai. Topan berbalik dan ia pun duduk di tepi ranjang tempat tidur yang biasanya selalu terasa dingin.


Kini Topan duduk dan menegadah menantap wajah sendu Alia yang begitu cantik dibawah remang lampu.


Perlahan, Alia membuka simpul rambutnya dan membuatnya tergerai bebas.


Topan terkesima.


"Kau begitu cantik.."


Alia tersipu malu. Lalu jemarinya bermain di wajah Topan dengan menyentuh daun telinga yang sangat sensitif bagi Topan.


Alia mengerti, jika malam ini adalah malam yang akan membawanya pada satu tujuan, ya itu kepatuhan, berbaktinya pada tugas baru sebagai seorang istri dari Topan Syahputra.


Perlahan jemari Alia turun menyentuh pundak Topan. Bermain manja dan lembut mengoda.


Topan tersenyum penuh arti. Sungguh ia tak menyangka jika Alia begitu bisa mengerti.


Perlahan Alia menjatuhkan ciuman di bibir Topan. Instingnya begitu meluap. Begitu juga dengan Topan yang begitu berhasrat untuk melewati malam Impian yang sudah lama ia bayangkan.


Topan menyatukan bibirnya dengan bibir Alia dengan hasratnya yang kian terbakar. Perlahan tangan Topan menarik Alia untuk naik keatas peraduan mereka.


Topan memeluk tubuh yang masih ramping.


Lidah yang menyusup masuk, dan nafas yang kain memburu membuat suasana kian membara.


Jemari-jemari Topan tanpa sungkan menyusup di balik kemeja sang istri.


Alia pun terus menikmati ciuman yang begitu intim. Nalurinya kian terpanggil, ada desakan hasrat yang dulunya mati kini kembali.


Ciuman terrerai dan keduanya mengambil nafas yang memburu.


Dan seringai senyum penuh arti dari keduanya. Ada isyarat yang tak perlu terucap tapi begitu jelas terbaca.


Topan seolah mengerti, hingga tanpa ragu Topan pun langsung meresahkan tubuh sang istri di atas ranjang utama.


Topan mencium Alia kembali, jemarinya pun tak berhenti membuka satu persatu kancing baju Alia.


Alia merasa tak sabar ingin memulai keintiman itu. Jemarinya yang kini tak ragu mengusap satu benda sensitif milik Topan.


Naluri Topan kian membara.


Satu persatu kain di atas tubuh Alia terlepas, begitu pula dengan Topan yang melepaskan pakaiannya.


Sesaat Topan menatap tiap inci tubuh Alia yang masih begitu mulus, tubuh yang belakangan ini terus menari di pikiran nakal Topan.


Jemari Topan menyentuh tubuh sang istri dengan penuh hasrat.


"Kau benar-benar berlian.." puji batin Topan.


Wajah Alia terlihat gelisah menunggun dibawah kungkungan sang suami. Namun Topan masih ingin menikmati pemandangan yang begitu indah milik sang istri.


"Aku mencintaimu.." bisik Topan yang perlahan bermain diatas tubuh Alia.


Alia mengeliat.


Ada rasa berbeda. Namun Alia butuh.


"Lakukan" bisik Alia menuntut.


Topan menyeringai kecil mendengar suara hasrat Alia yang tak bisa terbendung lagi.

__ADS_1


Hingga setelah beberapa sentuhan manis, akhirnya Topan pun melakukan hal yang sudah lama ia bayangkan.


Alia menanti di bawah kungkungan Topan. Tubuh Topan kian masuk perlahan kedalam inti Alia.


Inci demi inci.


Tubuh Alia menerima dengan sensasi berbeda. Sesuatu yang sama namun berbeda. Sedikit lebih besar dan membuatnya sesak. Hingga benda istimewa itu pun memenuhi bagian intinya.


Bibir Alia bergetar karena hasratnya. Topan berhenti dengan menatap reaksi Alia yang berbeda.


Keduanya sama-sama menarik nafas jeda ketika persatuan itu.


"Aku mencintaimu.." bisik Topan.


"Alia pun mencintai mas.." balas Alia bergetar karena hasratnya.


Perlahan Topan mulai memacu tubuhnya. Perlahan pula sensasi luar biasa itu menjalar di tiap saraf kenikmatan Topan dan Alia.


"Hm...ah" desis Alia menikmati sensasi yang lolos dari bibir Alia.


Pelan dan perlahan menjadi pacuan yang cepat.


Topan pun kian mengila ketika satu dorongan yang tak bisa ia tahan kian mencapai puncak.


"A-alia.." desah Topan panjang memeluk tubuh Alia dengan getaran hebat.


"M-mas.. mmh" desah Alia yang juga hampir mencapai langitnya.


Dan tak beberapa lama satu hentakkan kuat, Topan berhasil mendapatkan puncak kenikmatan dan menumpahkan benih-benih cintanya di ruang penuh hangat milik Alia.


Alia terkesiap dan mendapatkan benih cinta itu.


Air matanya jatuh.


Topan pun mencium kening Alia dengan penuh sayang.


"Kau adalah ratu ku.." bisik Topan.


Keduanya pun tersenyum penuh arti dengan masih mendekap satu sama lain.


Malam Impian yang sudah lama terpendam. Dan malam ini malam yang menjadi tumpahan segala rasa dan hasrat keduanya.


Topan melepaskan diri dari Alia, lalu berbalut selimut ia memeluk sang istri.


Alia menyilangkan kakinya.


"Ya Tuhan, terimakasih..karena Engkau mempertemukan aku dengan pria sespesial ini.. " bisik batin Alia sembari menerima pelukan hangat sang suami.


Perlahan jemari Alia mengusap perutnya.


Ada satu keinginan yang masih menjadi impian dan harapan yang semoga saja bisa ia dapatkan.


"Tidurlah.." bisik Topan.


"Ya.."


Topan memberi kecupan di pelipis kepala Alia dan mendekap sang istri dengan penuh hangat.


Walau bukan yang pertama, namun malam pertama Alia dan Topan cukup berkesan seolah itu pengalaman pertama yang tak akan mereka lupakan.


Lelah pun melanda sehingga rasa kantuk pun datang dan menbawa keduanya kealam mimpi yang begitu indah.

__ADS_1


*Semoga lolos 😅😅 beri like dan komentar yang banyak-banyak yaa 🙏🙏


__ADS_2