
"Aku menyukai kamu.." ucap Topan yang akhirnya membuka suara didetik serangan sakit kepala yang tak tertahankan membuatnya tak kuat.
Deg..Alia terkejut.
Dan sedetik kemudian Alia reflek mendekat pada Topan yang terlihat kesakitan.
Tubuh Topan terhuyung.
"Mas Topan!!" pekik Alia dengan reflek menyambut tubuh Topan yang roboh di pelukan.
BRAKK.. Topan terjatuh di atas pangkuan Alia yang menahan tubuhnya agar tak membentur lantai.
Alia sang terkejut.
"Mas Topan!! Mas Topan" seru Alia yang seketika cemas. Tangannya menyentuh wajah sang majikan yang terlihat pucat dan seketika ia sadar.
"Ya Tuhan.. Mas?? Mas Topan!!" seru Alia yang dapat merasakan suhu tubuh sang majikan begitu panas.
"Mas??" seru Alia yang terus berusaha agar dapat menyadarkan Topan.
Namun tampaknya Topan begitu lemah, dan kehilangan kesadarannya dengan nafas terdengar berat.
Alia kian gusar karena Topan tak memberikan respon. Hingga tanpa pikir panjang, Alia berlari meraih telfon rumah dan mencoba menghubungi post satpam.
Tak ada yang terlintas dipikirannya selain meminta bantuan pada siapa pun yang bisa menolong sang majikan.
Dan bersyukurlah Alia, ketika petugas Security ternyata begitu sigap.
***
Akhirnya sebuah ambulan tiba di kediaman Topan. Tubuh pria itu di tandu dan di bawa dengan mobil medis. Alia pun tak punya pilihan lain, sehingga terpaksa membangunkan ibu Topan agar dapat ikut bersama kerumah sakit.
Disepanjang perjalanan terlihat ibu Topan terpaku melihat sang putra yang tertidur dengan wajah pucat.
__ADS_1
"Ibu, doakan Mas Topan baik-baik saja ya.." kata Alia.
Namun wanita tua itu tak bergeming, ia hanya memandang kosong pada tubuh putranya.
***
Di salah satu IGD rumah sakit swasta. Topan mendapatkan penanganan yang cepat dari dokter dan juga para perawat.
Hingga beberapa waktu kemudian akhirnya seorang dokter wanita mendekat pada Alia dengan wajah serius.
"Dokter?? bagaimana Mas Topan?? kenapa mas Topan pingsan?"
Dokter wanita itu penggemar nafas pelan.
"Setelah pemeriksaan dan hasil lab yang baru saja keluar, pak Topan mengalami Types.."
Wajah Alia lesu.
"Types??" ulang Alia tak percaya.
Alia mengangguk paham, ia percaya dengan saran sang dokter yang jauh lebih paham apa yang terbaik untuk sang majikan saat ini.
"Terimakasih dokter.." ucap Alia lega.
Dokter hanya tersenyum simpul dan berlalu pergi dari hadapan Alia dan ibu Topan.
Alia lega lalu menoleh pada ibu Topan.
"Mas Topan untuk harus dirawat buk.. Mas Topan sakit Types.."
Wanita itu hanya diam, namun tatapannya terlihat jelas jika ia mengkhawatirkan sang putra.
***
__ADS_1
Setelah beberapa urusan selesai dari pihak rumah sakit. Akhirnya Topan pun menjadi pasien di kamar VIP rumah sakit swasta itu.
Alia menuntun ibu Topan untuk duduk di sofa ruangan itu.
"Ibu di sini dulu yaa.. atau kalau ibu ngantuk, ibu tidur aja.. Alia akan jaga Mas Topan"
Ibu Topan hanya menurut pada ucapan Alia. Dan ia mencoba untuk duduk dengan nyaman di sofa rumah sakti itu.
Setelah merasa ibu Topan aman, Alia berbalik badan dan menatap sang majikan yang kini tertidur di ranjang pasien.
Dengan wajah yang masih khawatir, perlahan Alia mendekat pada sisi ranjang pasien itu.
Terlihat jika wajah sang Majikan sedikit lebih baik dari sebelumnya. Tanpa sadar Alia menyentuh kening Topan dan seketika ia merasa lega. Suhu tubuh Topan sudah lebih baik dan tidak sepanas ketika dirumah.
Alia menghela nafas lega. Dan perlahan tanpa di sangka kedua mata Topan terbuka pelan.
Alia terkejut.
"Mas Topan?" seru Alia cepat. "Apa ada yang sakit? katakan??"
Namun Topan yang masih merasa belum kuat hanya dapat menggelengkan kepalanya pelan. Namun dari bibirnya terlihat ia mengucapkan sesuatu dengan suara kecil.
"A-lia.." bisik Topan samar.
Kening Alia tertaut gusar.
"Ssttt.. lebih baik mas istirahat" ucap Alia lembut. Alia sedikit membenarkan selimut di atas dada Topan. "Istirahatlah.. Alia, akan ada disini" timpal Alia dengan wajah sendu.
Kedua bola mata Topan hanya dapat menatap wajah Alia dengan lekat.
"Maaf.." bisik Topan.
Alia merasa terenyuh, hingga tanpa sadar ia mengusap rambut Topan dengan penuh perhatian.
__ADS_1
"Istirahatlah.. lupakan semuanya, mas harus sembuh.. hm" pinta Alia lembut.
Wajah Topan seketika berubah tenang, usapan lembut dari Alia seolah memberinya ketenangan yang nyata. Hingga perlahan kedua kelopak mata Topan kembali tertutup.