Pembantu Hangat

Pembantu Hangat
Target di temukan


__ADS_3

Sebelum baca jangan lupa beri like ya 💗😘 terima kasih..


Diruang kantor kerja Rudy Mahendra. Seorang sekertaris pria masuk dengan membawa sebuah amplop coklat dan meletakkannya di atas meja yang kosong.


Dan ternyata sang pemilik ruangan itu baru saja tiba dari rapat yang cukup padat.


"Pak??" seru sekertaris pria itu kaget ketika melihat sang atasan kembali dengan wajah kasut.


Rudy berjalan dengan melepaskan kerah kancing kemejanya yang seolah membuatnya sesak.


"Ada apa??" tanya Rudy yang akhirnya tiba di meja kerjanya lalu duduk di kursi yang cukup empuk.


"Beberapa jam yang lalu pesuruh anda baru saja mengirimkan amplop ini.."


Rudy menoleh pada satu amplop yang di tunjukkan sang sekertaris.


Lalu ia menghela nafas panjang seolah enggan untuk melihat isi amplop itu sekarang.


"Ya terima kasih..nanti akan aku lihat.."


Sang sekertaris hanya diam. Namun tak lama ia pun buka suara.


"Pengacara Topan masuk rumah sakit.."


Rudy terkaget.


"Apa?? kapan?"


"Beberapa hari yang lalu, kabar yang saya dapat dari pengacara Kevin untuk beberapa waktu mungkin pengacara Topan tidak aktif karena masa pemulihan sakitnya.."


"Sakit apa?? apa parah??" tanya Rudy dengan kening tertaut heran.


"Pengacara Kevin tidak memberi tau perihal yang membuat pengacara Topan masuk rumah sakit.."


"Hm, baik lah.. nanti jika ada waktu aku akan menjenguk Topan.." ucap Rudy dengan nada tenang. "Apa ada hal lain?" tanya Rudy kembali.


Sang sekertaris sedikit terlihat ragu-ragu.


"Ada apa??"


Sang sekertaris menghela nafas panjangnya.

__ADS_1


"Nyonya Bella" ucap sang sekertaris sungkan.


Kening Rudy bertaut heran.


"Ada apa lagi dengan perempuan penipu itu??" tanya Rudy dengan mood yang langsung berubah.


"Nyonya Bella.. beberapa kali membuat kegaduhan di kantor.."


"Apa??"


"Beliau mengancam beberapa karyawan kantor dan menyebarkan gosip yang menjatuhkan anda pak, jika anda pria impoten tersebar luas di dalam kantor.."


BRAKK.. sebuah pukulan kemarahan terdengar dari meja kerja Rudy yang meradang mendengar kabar itu.


Dadanya bergemuruh marah.


"Kurang ajar!! dia membuka aib nya sendiri!!" desisi Rudy marah.


Sang sekertaris terjegat kaget, sudah 5 tahun bekerja pada Rudy Mahendra namun baru kali ini pria yang terkenal ramah ini menunjukkan sisi kemarahannya.


"Aku akan buat wanita sialan itu menyesal!!" ancam Rudy dengan suara menahan marah.


Sang sekertaris seketika mundur untuk pergi meninggalkan ruangan kantor sang atasan yang tampaknya akan terjadi satu hal yang sangat mengerikan.


"Beraniya kau Bella!! aku pastikan kau akan mendapat balasan yang setimpal!!" tukas Rudy mulai berencana untuk memberi pelajaran berat pada Bella.


Namun di tengah kemarahan Rudy tanpa sengaja melihat kembali amplop yang berada di atas meja kerjanya.


Lalu dengan cepat mengambil dan merobek ujung amplop tersebut dengan kasar.


Sraaakk.. amplop terrobek dan beberapa lembar foto pun jatuh di hadapan Rudy.


Rudy terkaget ketika melihat potret seorang wanita pada tiap lembar foto tersebut.


Wajah Rudy terkejut dan dengan cepat meraih lembaran foto itu dan menyatu semua lembaran foto itu kedalam tangannya.


"Alia" seru Rudy yang akhirnya bisa kembali melihat wajah sang mantan istri yang telah lama ia cari.


Keningnya bertaut gusar dengan kedua mata silih berganti menatap tiap lembaran foto yang ia lihat.


Terlihat dari beberapa foto Alia bersama ibu tua keluar dari salah satu rumah mewah. Dan terlihat jika Alia seperti sedang menjaga wanita tua.

__ADS_1


Dengan senyum terkembang lega wajah Rudy berubah sedikit lebih senang.


"Akhirnya..akhirnya target di temukan.. dan aku akan menjemput kamu kembali Alia.." seru Rudy dengan perasaan yang berkecambuk.


Tak lama Rudy meraih handphonenya dari balik saku jas dan dengan cepat menghubungi nomor yang selama ini sering ia tuju.


***


Di lain sisi, setelah 5 hari berada di rumah sakit, akhirnya beberapa teman kantor pengacara Bastian datang berkunjung menjenguk Topan.


"Cepat lah sembuh, kau tau di bidang perceraian kasusnya terus meningkat dan aku bisa kewalahan jika tidak ada kau Topan.." celetuk Kevin protes.


Topan tertawa kecil.


Dodi dan Johan juga ikut tertawa mendengar protes Kevin.


"Kau istirahat saja, aku akan mengutus Dodi untuk menggantikan Topan" sela Johan santai. "Atau aku sendiri yang akan turun untuk membantu bidang perceraian.."


"JANGAN!!" tolak Kevin cepat. "Tolong anda jangan coba-coba bermain di bidang perceraian.. karena jalur ini berbeda dengan kasus koruptor.. jadi tidak usah pak Johan ikut campur di bidang ini, saya mohon dengan kerendahan hati yang terdalam"


Johan tertawa.


"Tapi kau bilang kewalahan jika tidak ada Topan??"


Kevin menelan salivanya.


"Ya, itu memang benar.. tapi saya menolak jika pak Johan turun ke bidang perceraian..bisa-bisa klien saya lari dan lebih memilih jasa anda pak Johan.. dan insentif saya bisa turun drastis, bisa kacau uang bulanan istri saya.. bisa terjadi perang ini pak Johan.." ujar Kevin ceplas ceplos.


Seketika kamar pasien itu terdengar tawa riuh. Hingga beberapa perawat yang lewat sedikit terusik dengan tawa para pria dari kamar Vip pasien Topan.


Tawa canda itu mengema begitu hangat di kamar Topan. Hingga satu persatu Dodi dan Kevin meninggalkan kamar itu untuk memenuhi janji dengan klien di luar.


Tinggalkan Johan dan Topan berdua disana.


"Apa?? kau ingin mundur dari pengacara Rudy Mahendra??" seru Johan terkaget mendengar permintaan sang teman. "Kenapa?"


Topan mengambil nafas panjangnya.


"Aku tidak bisa lagi menjual jasa ku disana.. karena.." ucap Topan tergantung berat.


"Apa kau punya masalah?"

__ADS_1


"Ya.." jawab Topan tanpa ragu. Dan Johan hanya dia menimbang permintaan sang teman.


***


__ADS_2