
Selama perjalanan pulang, hati Topan gusar. Berkali-kali klekson berbunyi dengan nyaring mengejutkan para pengguna jalan jalan yang jadi kesal karena ulah Topan.
Topan menginjak pedal gas dengan tanpa pikir panjang, intinya ia ingin lebih dahulu sampai kerumah titik.
Setiba di pintu gerbang komplek tak seperti bisanya Topan yang menyapa para Security. Namun kali ini Topan melewati gerbang itu tanpa berhenti sehingga para Security yang biasanya hapal kebiasaan itu pun merasa heran. Ketika melihat mobil sang pengacara berlalu dengan arogan.
Roda mobil sedan berputar cepat menuju tujuan rumah, dan dari kejauhan terlihat sebuah mobil mewah terparkir. Kedua mata Topan melihat hal yang ia takutkan.
Sehingga tanpa pikir panjang Topan menghentikan mobil secara asal lalu turun dari mobil dengan berlari menuju sosok yang membuatnya frustasi.
Dengan kemarahan Topan memberikan satu pukulan telak pada wajah pria yang tengah berusaha menarik wanita yang terlihat kesakitan.
BRUK!!
"Ugh.." pria itu tersungkur jatuh.
"Aaahh.." terdengar suara nyaring Alia menjerit.
Topan berdiri dengan nafas menderu dan tangan terkepal kuat.
Rudy menoleh dengan wajah berang, serangan tiba-tiba itu telah membuatnya kesakitan. Namun ketika ia melihat sosok yang berdiri di hadapannya wajahnya membeku.
"Topan, kau!!" seru Rudy bingung.
__ADS_1
Topan terlihat tengah berusaha menguasai dirinya dengan tatapan yang siap menyerang Rudy kembali.
Dan Alia masih ketakutan di tempatnya.
"Alia, bawa ibu masuk.." perintah Topan tanpa menoleh pada sang pembantu.
Rudy terjegat syok. Lalu ia segera bangkit.
Alia yang masih bergetar dengan tanpa menyela langsung berlalu mengikuti perintah.
"Kau??"
"Kau datang kerumah ku, dan menganggu..!!" tukas Topan tajam.
Seketika wajah Rudy berubah marah lalu dengan cepat ia menyerang Topan dengan mencekik kerah sang pengacara.
"Brengsek kau, Topan!!" umpat Rudy marah.
Topan bertahan dengan menahan lengan Rudy.
"Kau yang membuangnya!" bisik Topan tanpa takut dengan tatapan siap menyerang Rudy.
Ucapan Topan kian membuat Rudy marah, hingga tanpa pikir panjang perkelahian ke dua pria itu pun terjadi.
__ADS_1
Rudy berhasil memukul wajah Topan dua kali. Dan hal itu di balas langsung dengan tendang Topan pada perut Rudy yang berhasil membuat Rudy meringis kesakitan.
"Jadi ini alasan kau berhenti menjadi pengacara??" cecar Rudy dengan kembali menyerang.
"Ya.. Alia adalah alasan utama aku berhenti, kenapa? apa aku salah??.." sahut Topan tanpa ragu.
Rudy yang mendengar kian panas, ia cemburu.
"KAU PENGHIANAT TOPAN, KAU MENYEMBUNYIKAN WANITAKU!!" serang Rudy marah dan kembali memukul Topan.
"KAU YANG TAK BISA MENJAGANYA!!" sahut Topan dengan mengelak namun Rudy yang punya ilmu bela diri mampu membuat Topan tersungkur dengan pukulan kemarahannya.
"Berhentiiiiii!! berhentiiiii!!" jerit Alia dengan tangisan gusar karena tak biasa menghentikan perkelahian yang berlangsung dengan sengit.
"Mas Topan!! Mas Rudy berhenti!!" pekik Alia frustasi melihat kedua pria itu terus memukul satu sama lain.
Mendengar jeritan Alia, tak lama supir mobil Rudy dan beberapa warga komplek itu keluar dan melihat kegaduahan tengah terjadi di halaman rumah nomor 15.
Hingga akhirnya perkelahian kedua pria itu terrerai oleh bantuan warga. Tubuh Rudy di tahan oleh beberapa warga.
Sedangkan Topan bangun dengan bantuan beberapa warga.
Tak beberapa lama, Rudy dipaksa pergi meninggalkan rumah kediaman Topan dengan desakan para warga.
__ADS_1
Rudy pun mau tidak mau harus angkat kaki dari komplek perumahan mewah itu.