Pembantu Hangat

Pembantu Hangat
Bom waktu Alia


__ADS_3

"Alia"


Alia reflek menoleh dan seketika kedua bola matanya melebar.


"Mas Ru-dy" bisik Alia dengan wajah terkejut.


Dan sesaat keduanya saling menatap satu sama lain dengan perasaan berkecambuk.


Perlahan Rudy mendekat pada Alia yang masih terpaku di tempatnya.


"Akhirnya aku menemukan kamu Alia.." ucap Rudy lega dan juga senang.


Bibir Alia terkatup dengan gusar.


"Ba-bagaimana mas??"


Rudy lagi-lagi tersenyum simpul ketika menatap lekat wajah sang mantan istri yang benar-benar terkejut akan kehadirannya.


"Mas terus mencari kamu, dan berkali-kali juga Mas kehilangan jejak kamu.. Alia.." ucap Rudy lembut.


Alia hanya diam dengan tatapan yang sendu. Rudy menyadari tatapan kecewaan Alia yang masih terlihat jelas.


"Mas merindukanmu.." ucap Rudy terpotong berat.


Alia terpaku.


"Di sini, di sini mas merasa kosong dan tak bisa mengisinya dengan yang lain.." ucap Rudy sengaja menyentuh dadanya.


Bibir Alia terkatup bergetar.


"Satu kali.. Mas minta satu kesempatan dari mu.. untuk" pinta Rudy terpotong bergetar. "Untuk bisa bersama kamu lagi.. seperti dulu.." ucap Rudy penuh harap dari setiap ucapannya.


Nyuuut, ucapan Rudy membuat perasaan Alia tergores kembali.


"Mas salah.. mas salah dengan semua keputusan yang telah membuat kamu menderita.. Alia"


Alia mengalihkan pandangannya ketika mendengar ucapan sang mantan suami yang begitu menyedihkan.

__ADS_1


"Mas benar-benar menyesal, Alia" ucap Rudy dengan segenap rasa penyesalan yang paling menyedihkan dalam hidupnya.


Alia diam seribu kata dengan gemuruh di hatinya yang porak poranda.


"Katakan Alia, apa pun jika kau ingin marah atau kamu ingin menghukum mas, lakukan apa pun akan mas terima untuk menebus semua kesalahan mas.." ucap Rudy menuntut.


"Katakan sesuatu ALIA??" tuntut Rudy dengan harap-harap cemas di hadapan sang mantan istri.


Alia menarik nafas.


"Apa yang harus Alia katakan??" jawab Alia dengan suara bergetar dan bening air matanya tumpah. "Disana tidak ada tempat Alia lagi.."


Rudy terpaku.


"Kenapa mas datang?? KENAPA MAS MENCARI ALIA??" cecar Alia dengan luapan frustasinya.


Rudy memantung.


"Bukankah mas sudah dapat apa yang mas ingin kan??? bukankah mas yang menyuruh Alia untuk mundur dari tempat itu!! LALLU KENAPA?? KENAPA MAS KEMBALI!!" pekik Alia dengan isakan tangis frustasi yang akhirnya tumpah.


"Alia.." seru Rudy tercengang melihat luapan kemarahan Alia yang selama ini tak ia ketahui.


"Alia frustasi, Alia hancur bahkan Alia hampir kehilangan seluruh hidup Alia.." ungkap Alia dengan wajah terluka dalam tanpa bisa menahan sakit hati yang selama ini ia simpan seorang diri.


Air mata Rudy jatuh dengan rasa sesak memenuhi dadanya. Sebagai lelaki yang pernah berjanji untuk membahagiakan wanitanya, ia gagal.


Suasana sore itu berubah gelap. Dan kesedihan yang selama ini Alia simpan dengan rapi akhirnya tumpah dengan tanpa bisa terbendung.


Dengan sorot tatapan terluka Alia menatap lekat bola mata Rudy yang terkejut.


"Kenapa?? sekarang Mas merasa kasihan??" lirih Alia dengan menurunkan intonasi kemarahannya.


"Alia.." lirih Rudy menyesal. "Maafkan mas.. semua memang kesalahan mas.." ucap Rudy mengakui.


Dengan menyeka air matanya, Alia menyadari sekitar yang mulai membuatnya tak nyaman.


"Lebih baik mas pergi.. pergi dan jangan datang lagi.." ujar Alia dengan nada tegas.

__ADS_1


Rudy tertohok.


"Alia..kau!!"


"Ya.. Mas harus pergi, karena kita sudah selesai.." ucap Alia dengan berbalik hendak menuju pada ibu sang majikan yang masih duduk di tempatnya.


Namun Rudy tak ingin kehilangan kesepakatan ya lagi dengan cepar ia menahan lengan Alia.


"Alia!!"


Alia terjegat kaget dan berbalik dengan wajah kesal.


"Lepas mas!!" seru Alia meronta.


"Tidak.. aku tidak akan melepaskan kamu lagi Alia.." ucap Rudy dengan cengkraman jemari yang kuat pada lengan Alia yang terasa sakit.


"Enggak.. Alia gak bisa.."


"Kenapa?? apa kau masih ingin jadi pembantu dirumah ini???" cecar Rudy dengan nada merendah.


Alia tertohok.


"Apa??"


"Kau harus kembali Alia, tempat mu bukan disini tapi dirumah ku, sebagai Nyonya Mahendra" jelas Rudy kekeh.


"Lepas mas!! atau Alia akan menjerit!!" ancam Alia dengan terus meronta.


Tapi Rudy tak akan memberi celah.


Dan di saat yang bersamaan tanpa di duga sebuah serangan pukulan tiba-tiba menghujam wajah Rudy.


BRUK!!


Rudy tersungkur.


"Ugh.." dengan kesakitan yang kentara di wajanya.

__ADS_1


Alia terpekik kaget.


"Aaaah..!!" dengan meringkuh ketakutan.


__ADS_2