Pembantu Hangat

Pembantu Hangat
Now I Know


__ADS_3

Alia berjalan hendak menuju apotek rumah sakit, kedua matanya tertuju pada tangan yang memegang handphone dan kertas resep dari sang dokter kandungan.


Namun karena terlalu fokus, Alia tak melihat pada jalan di depannya. Hingga tanpa sengaja ia menyenggol seseorang.


Plak.. handphone Alia jatuh begitu saja dilantai.


Alia kaget.


"Ah, maaf.. maaf mbak" seru wanita itu yang cepat-cepat meminta maaf dengan mengambil handphone Alia yang terjatuh.


"Ya..ya, gak pa-pa.." sahut Alia yang hendak memungut handphonenya dengan gerak terbatas karena perutnya yang sudah agak buncit. Namun ketika wanita itu berhasil mengambil handphone Alia dan mengembalikannya. Seketika Alia terpaku melihat pada sosok tak terduga.


"Maafkan saya mbak, sa-ya" ucap wanita itu tertunduk lemah.


"B-bella??" seru Alia.


Wanita itu seketika menegadah menantap kaget pada sosok yang mengenali dirinya.


Deg.. Sesaat keduanya saling terpaku satu sama lain.


"Mbak Alia??" seru Bella dengan wajah syok.


Untuk beberapa saat kedua wanita itu seolah kembali pada waktu yang terasa seperti Dejavu. Namun dengan kondisi yang tertukar.


***


Dan pada akhirnya keduanya duduk di satu kursi pada ruang tunggu di rumah sakit itu.


Alia sangat terkejut dengan kondisi Bella, sang istri kedua mantan suaminya yang sangat jauh berbeda.


Tubuh kurus, wajah gelap dan garis wajah kesedihan terlihat jelas di sana. Tak ada lagi gaya angkuh yang dulu pernah tampak jelas saat itu.


Bella sedikit diam, ia tertunduk dengan wajah malu di hadapan Alia.


"Lama, tidak ketemu mbak" ujar Bella pelan.


"Hm.."


"Sepertinya mbak sedang hamil.."


Alia reflek mengelus perutnya.


Bella menyeringai kecil dengan tatapan bersalah.


"Maafkan Bella.." ucap Bella. "Jika sudah menuduh mbak mandul.." wajahnya seketika berubah sedih. "Dan mungkin ini juga adalah hukuman yang harus Bella terima.." tutur Bella dengan air mata yang lolos di pelupuk matanya.


Alia tak menjawab.


"Sekarang Bella sudah di buang oleh keluarga Mahendra.. bahkan.." ucap Bella tergantung sedih. "Anak Bella juga harus menanggung dosa yang susah Bella lakukan.." tutur Bella dengan tangis penyesalan.


Alia hanya menantap wanita yang sudah merusak rumah tangganya yang dulu.


"Anak Bella sekarang harus terus berada dirumah sakit, dengan kelainan jantung yang ia derita.."


Deg..Alia terkejut.


Dan pada akhirnya Bella menangis di hadapan Alia, seorang wanita yang sudah ia rusak rumah tangganya.


Cukup lama Bella menangis dan berusaha untuk berhenti namun pilu yang ia rasa tak cukup menghentikan tangianya jika mengingat sang putra.


"Dia lahir dengan beban dosa ibu yang tak berguna seperti Bella, sungguh Bella merasa menyesal sudah melakukan kejahatan itu.." tutur Bella terisak. Lalu tanpa di duga, Bella langsung berlutut dihadapan Alia.


Alia terkaget. Bahkan orang-orang yang berada disekitar itu pun ikut menoleh heran pada Bella yang menangis di hadapan Alia.


"Bella, tolong bangun " pinta Alia kesusahan dengan perutnya yang menahan.


"Gak mbak, andai mbak menyuruh Bella untuk menyembah, maka Bella akan menyembah di kaki mbak.. karena Bella tau..bella sadar jika kesalahan yang sudah Bella lakukan sudah menghancurkan hati mbak yang begitu mencintai mas Rudy.."


"Tolong mbak, tolong maafkan Bella, Bella benar-benar menyesal sudah merebut mas Rudy.. dan kini anak Bella bahkan tak bisa Bella timang, dia berjuang seorang diri di NiCu khusus.." ucap Bella yang tak bisa membendung rasa kalut hati seorang jbu memikirkan sang putra.


"Bella.." seru Alia mencoba menenangkan wanita yang terus bertahan di kaki ya.


Bella menegadah.


"katakan mbak?? apa yang harus bella lakukan untuk menembus semua kesalahan Bella??" ucap Bella dengan derai air mata.


Alia yang tak bisa berkata-kata.


"Bella di ceraikan oleh mas Rudy, bahkan ibu mas Rudy mengancam Bella dengan segala tuduhan mengerikan.. Bella di buang bahkan.. " ucapan Bella tergantung sesak di tenggorokannya.


"Bahkan kini Bella tak punya uang sepeser pun untuk mengobati Zain.." ucap Bella mengiba.


Kedua bola mata Alia berkaca-kaca menantap miris ya jalan hidup Bella yang dulu terlihat percaya diri dan bangga akan kecantikannya bahkan dapat mengandung darah daging mas Rudy.


"Mengapa mas Rudy melakukan hal ini pada darah dagingnya??" tanya Alia.


Bella seketika bungkam.


"Bukankah, ia menikahi kamu karena kamu bisa memberikannya anak.. tapi mengapa.."


"Zain bukan darah daging mas Rudy.." potong Bella cepat

__ADS_1


Deg.. Alia terpaku.


"A-apa?" ulang Alia tak mengerti.


Bella kembali tertunduk di hadapan Alia.


"Zain bukan dari benih mas Rudy.. Zain, zain hadir setelah bella melakukan hubungan dengan pria lain.."


Kening Alia kian tertaut tak percaya.


"Apa maksud kamu Bella?"


Bella mengapa wajah Alia.


"Mas..mas Rudy, mandul.."


Deg.. Alia syok. Untuk sesaat ia seolah terserang rasa pusing yang tak bisa ia jelaskan.


"Karena itulah, mbak tidak pernah bisa hamil dengan mas Rudy.. karena ****** mas Rudy bermasalah.."


Sesaat jantung Alia sakti.


"Mbak gak tau.. karena semua hasil pemeriksaan saat itu hanya Bella yang melihatnya.." ujar Bella sulit. " Dan Bella juga yang merencanakan semua, hingga mas Rudy tidur dengan Bella"


Air mata Alia jatuh. Sungguh hati Alia seakan hampa.


"Namun sekarang semua sudah hancur.. Mas Rudy mengetahui semuanya, mas Rudy mencari dengan pintarnya membongkar semua rahasia yang sudah Bella simpan rapi..Hingga.. hingga pada saat Zain lahir, semua terbongkar dan mas Rudy langsung menceraika Bella di saat Zain baru 1 hari.."


Air mata Alia terus jatuh.


Bella yang melihat hal itu, langsung meraih jemari Alia. Ia mengenggam tangan Alia dengan kuat.


"Bella salah mbak, Bella yang sudah tamak dan iri pada kehidupan mbak.. Bella yang salah mengartikan kebaikan mas Rudy hingga bermimpi untuk mengantikan posisi mbak untuk menjadi Nyonya Mahendra.. Tolong..tolong maaf kan Bella, mbak Alia.. sungguh ini akan menjadi penyesalan yang akan Bella bawa seumur hidup.." tutur Bella dengan beribu penyesalan di tiap ucapannya.


Dengan derai air mata Alia menatap lekat wajah wanita yang sangat jahat.


"Aku .. aku tak bisa memaafkanmu Bella, sungguh kau sudah menghancurkan semua.. kau.. kau bahkan membuat aku berada di posisi tersakit dalam mempertahankan rumah tanggaku.. Tapi.." ucap Alia tertahan.


Bella menatap Alia.


"Tapi aku tidak membenci anakmu, bahkan.. aku jatuh cinta padanya ketika mas Rudy menunjukkan foto USG Zain saat masih berada di dalam perutmu.."


Bella menangis haru.


"Sekarang.. aku sudah punya kehidupan baru.. aku benar-benar ingin menutup semua kenangan pahitku.."


Bella tertunduk.


Alia mengenggam jemari Bella.


"Kau harus kuat, saat ini Zain butuh ibu yang kuat.." ucap Alia.


Bella menangis sekuat yang ia bisa. Ia tak punya apapun lagi selain penyesalan dan putranya yang berjuang di ruang NiCu jantung.


***


Setelah mengetahui semuanya. Kini Alia duduk termenung dengan wajah sedikit sembab.


Hingga tiba-tiba terdengar suara seorang pria yang datang kehadapan Alia.


"Alia??" seru Topan dengan wajah kecemasan yang terlihat jelas. "Kamu kemana saja?? handphone mati?? kamu sengaja ya??" cecar Topan yang benar-benar khawatir pada istri yang sedang hamil.


Alia menantap kosong pada wajah sang suami.


Seketika Topan terpaku melihat raut wajah sang istri. Sehingga tanpa ragu ia langsung berlutut di hadapan istrinya itu.


"Sayang?? ka-kamu kenapa?" tanya Topan dengan khawatir melihat wajah Alia yang seketika berubah sedih dan akhirnya bening air matanya.


"Alia rindu sama mas" ucap Alia dengan suara parau.


"Hah??" Topan terheran.


Dan pada akhirnya Alia menangis.


Sontak Topan langsung memeluk sang istri dengan cepat.


Ia tak mengerti mengapa perubahan mood Alia begitu ekstrim, apa hal lumrah terjadi pada ibu hamil yang sering berubah karena hormon kehamilan.


Alia menangis tersedu-sedu didalam pelukan sang suami. Topan hanya bisa mengusap lembut punggung Alia dengan penuh sayang.


***


Setiba di rumah, Alia terlihat tak begitu ceria. Topan kian cemas dengan perubahan perasaan Alia.


Hingga akhirnya Topan mencari sebuah ide dari pencarian mbah google.


Dan akhirnya satu ide pun terlintas.


Tiba-tiba Topan membuka lemari kulkas dan mencari sesuatu yang manis yang dapat membuat mood ibu hamil kembali normal.


Di sisi lain Alia baru saja berganti pakaian dengan pakaian terusan berwarna putih.

__ADS_1


Dan tak lama sang suami masuk dengan wajah tersenyum.


"Sayang, keluar yuk.."


"Hm?? keluar??"


Topan menarik jemari Alia untuk mengikuti langkahnya.


Alia mengikuti tanpa protes.


Langkah Alia di bawa menuju balkon apartemen yang jarang di buka.


Angin sore yang berhembus sepoi begitu menyejukkan.


"Mas??" panggil Alia.


Topan berhenti dan seketika tersenyum.


"Ini Cafe ala apartemen.." kejut Topan.


Alia terbengong, lalu ia seketika tersenyum. endingnya hal yang sama dulu pernah ia lakukan pada saat di rumah nomor 15.


"Silahkan Nyonya.." ajak Topan yang menuntun Alia untuk duduk di kursi yang telah ia bawa dari meja makan.


Alia melangkah dan duduk di kursi yang telah sang suami siapkan.


"Tunggu di sini yaa.." ujar Topan dengan meninggalkan Alia di kursi.


Alia hanya tersenyum dan melihat sang suami yang sudah masuk kembali kedalam apartemen.


Sesaat Alia melihat pemandangan sore apartemen. Sunyi dan terlalu tenang.


Tak lama Topan kembali dengan membawa sebuah nampan.


Alia menoleh dan terkejut ketika Topan kembali dengan membawa sesuatu yang tak terduga.


"Apa ini mas??"


"Es crem.." jawab Topan.


Alia mengambil cup es crem berukuran medium.


"Banyak banget.."


"Ya kan kamu makannya gak sendiri.." sahut Topan.


Alia tersenyum.


"Makasih ya mas.." seru Alia yang mulai membuka penutup cup es crem itu.


Topan duduk dengan menyampingkan nampan. Ia menantap lega wajah sang istri yang kembali ceria.


"Kamu harus selalu tersenyum.." pinta Topan.


Tangan Alia terhenti.


"Mas merasa gagal jika kamu bersedih.."


Alia tertegun menantap wajah sang suami yang tulus dalam ucapannya.


Alia bangun lalu mengecup pipi sang suami. Topan terpaku dan menatap lekat kedua bola mata sang istri.


"Makasih yaa mas.. Alia merasa sangat bersyukur bisa bersama mas saat ini.. "


Topan terpaku.


"Menjadi istri dan mengandung anak mas adalah hadiah terindah yang sangat Alia syukur.. "


Topan membelai wajah Alia. Ia tak mengerti tapi ucapan sang istri begitu mengena di hatinya.


"I love you.." bisik Alia di antara jarak bibir Topan.


Topan tersenyum lalu seketika mengecup bibir sang istri.


Alia tak menolak, ia malah duduk di atas pangkuan Topan dan membalas pangutan ciuman sang suami.


Untuk sesaat keduanya larut dalam ciuman penuh intim.


Hingga seketika hasrat Alia terpanggil.


Alia mererai ciumannya.


Nafas Topan menderus. Sekilas tatapan penuh hasrat terbaca dari raut wajah Alia.


Topan mengecup bibir Alia lagi. Lalu tak lama mengendong tubuh sang istri dan membawanya kedalam kamar yang akan mereka panaskan dengan ******* dan keintiman cinta mereka yang sudah jarang terjadi karena masa kehamilan Alia.


"Mas??" desah Alia yang terbakar rasa hasratnya.


Topan membawa Alia kedalam kamar bercumbu dan memadu cinta dengan sang istri adalah hal yang sangat ia rindukan.


"Pada akhirnya, aku mengerti, pria?? tidak akan merasa cukup jika ia tak bisa menahan diri dari rasa puas.. puas memiliki seorang wanita yang dapat menerima dirinya apa adanya.. Tapi, jika pria itu bisa menahan semua keinginan liarnya, maka seorang wanita saja cukup membuatnya menjadi raja dengan menerima segala kekurangan dan kelebihan dirinya. Demikian pula dengan wanita yang akan menjadi ratu di tangan pria yang tepat atau menjadi pelampiasan sebagai barang yang tak ada harga." Alia Zatifah

__ADS_1


__ADS_2