
Berselang 3 hari, ketika wajah Topan sudah terlihat lebih dan tidak bengkak lagi akhirnya hari ini ia masuk kantor.
Setelah yakin dengan penampilannya pagi ini, akhirnya Topan keluar dari kamarnya. Topan sempat beberapa kali ganti baju demi memastikan jika penampilan cukup baik untuk di lihat oleh Alia.
Tidak seperti pagi biasanya, Topan keluar dengan wajah yang berseri. Bak anak ABG yang baru jatuh cinta, begitu lah perumpamaan yang cocok di semat oleh sang pengacara.
Senyum bahkan tak pernah hilang dari wajahnya selama beberapa hari ini. Ya, semua berkat pembantu hangatnya yang akhirnya berhasil jatuh kedalam pelukannya.
Pagi ini seperti biasa Alia dan ibu berada di meja makan. Dan kali ini lagi-lagi terlihat berbeda, betapa tidak ada sebuah senyum yang sudah 2 hari terus menyambut Topan.
"Mas mau kerja?" tanya Alia pada sang majikan yang berjalan menuju meja makan.
"Hm, ya.." jawab Topan dengan senyum lalu meraih kursi dan duduk ditempatnya seperti biasa.
"Alia siapkan kopi ya.." kata Alia dengan hendak beranjak bangun dari duduknya si samping ibu Topan.
"Hm, makasih sayang.." sahut Topan spontan.
Alia terkaget dan untuk beberapa detik ia menatap Topan.
"Kenapa?" tanya Topan.
"Ah, hm.. gak.. A-lia buat kopi mas ya.." sahut Alia kaku.
"Ya Sayang.." sahut Topan santai sembari menyalakan layar handphone untuk mengecek jadwal yang sudah siap memenuhi hari-hari sang pengacara.
Namun tidak dengan Alia, ia di buat kaget dengan mendengar panggilan "Sayang" dari sang majikan. Ada rasa geli juga rasa perhatian membuat pagi Alia berbeda.
Dengan wajah tersenyum kecil ia pun berlalu pergi menuju dapur belakang untuk membuat kopi sang kekasih.
***
Pagi ini di kantor Firma Bastian, terdengar sang pemilik ingin melakukan evaluasi kerja tiap bidang pengacara.
Kevin bersama 3 orang staff lain sudah berada diruang rapat yang sangat jarang di pakai. Ke empatnya duduk dengan laptop di hadapan masing-masing.
Diskusi kecil pun terjadi sembari menunggu ketua bidang mereka tiba, Topan Syahputra.
Dan tak beberapa lama, sosok yang di tunggu pun tiba.
__ADS_1
Kevin dan yang lain menyambut Topan dengan tatapan kaget.
Namun Topan masuk kedalam ruangan itu dengan senyum terkembang cerah, senyum yang jarang sekali mereka lihat.
"Topan? ada apa dengan wajah mu??" tanya Kevin menghampiri sang ketua yang terlihat meraih satu kursi rapat.
"Ah, ini.. hal yang biasa" sahut Topan tenang sembari mengeluarkan laptop miliknya.
"Jadi karena ini kamu tidak masuk kantor? kau berkelahi dengan siapa??" tanya Kevin kembali.
Topan lagi-lagi hanya memberikan senyum sembari sedikit berdendang riang.
Kevin terheran-heran melihat tingkah sang ketua yang sangat berbeda dan hal itu membuat ia bertanya-tanya ada gerangan apa sampai membuat mood Topan begitu ceria pagi ini.
"Mengapa Johan membuat rapat dadakan??" tanya Topan.
"Kabarnya hanya untuk evaluasi saja.."
"Benarkah? atau dia sudah meragukan kinerja kita dan berpikir mencari pengganti.." tebak Topan dengan mendiskusikan hal itu pada Kevin.
Kevin syok.
"Hm, semoga.." sahut Topan.
Namun tak lama, terdengar nada dering dari handphone Topan.
Kevin melirik dan terlihat Topan mengeluarkan handphonenya dari balik saku celana.
Layan datar itu pun tertera sebuah nama yang membuat Kevin tercengang.
"Cinta ku??" seru Kevin melotot. "Siapa?" tanya Kevin penasaran.
Namun Topan dengan cepat memberi kode dengan jari telunjuknya menyentuh mulut mengintruksikan Kevin untuk diam.
Kevin pun menutup mulutnya. Dan Topan pun mengangkat telfon itu.
"Hallo sayang.."
Seketika wajah Kevin berubah syok.
__ADS_1
"Apa?? sayang??" ulang Kevin tak percaya.
"Hhmm?? kemana?" tanya Topan dengan nada yang lembut.
Para staff Topan yang mendengar pembicaraan itu pun ikut terheran-heran.
"Ohh, yaa hati-hati sayang.. jika sudah sampai kamu kabari mas ya.." kata Topan dengan nada penuh perhatian.
"Hm, sore mas sudah pulang seperti biasa.. bye, sampai ketemu dirumah, sayang" ucap Topan hendak mengakhiri komunikasi itu.
Namun sebelum benar-benar menutup telfon tiba-tiba terdengar suara kecupan dari bibir Topan.
"Muuucchh.. Mas rindu kamu.." kecup Topan seolah mengirim ciuman itu untuk sang kekasih hati yang jauh dimatanya.
Jegeeerrr.. Kevin dan para staff kontan syok berat dan hampir-hampir mau muntah melihat tingkah mengerikan Topan saat itu.
Dengan wajah kasmaran Topan menutup telfon tersebut.
"Kau.. kau?" Kevin terbatah-batah.
"Apa?" sahut Topan santai dengan wajah yang masih terlihat jelas tengah kasmaran berat.
"Kau.. kau sudah punya kekasih??" tanya Kevin yang berusaha untuk bertanya.
"Hm, ya aku sudah mendapatkannya" jawab Topan sembari tersenyum kecil.
Kevin mematung dan tak lama terdengar sebuah handphone jatuh di depan pintu ruang rapat.
PLETAK..
"Apa??" suara Johan Bastian terdengar jelas.
Topan dan Kevin terkaget ketika mendengar suara sang atasan.
"Kau? kau sudah?" tanya Johan ambigu.
"Ya, aku sudah mendapatkannya.. berkat saranmu, Johan" jawab Topan tegas.
Seketika ruang rapat itu gempa mendengar Sang pengacara perceraian telah mendapatkan tambatan hati.
__ADS_1