
Alhamdulillah othor Ucap syukur sudah mencapai 100 episode saja .
semoga kalian tambah suka, tambah ingin dan ingin lagi melihat Airin dan yang lainnya..!
moga jangan bosan ya...!
🌴
Erik telah sampai ditempat yang Airin bilang tadi, dan benar didalam mobilnya Erik melihat tak jauh darinya juga ada dua pria yang memang waktu itu mengejar Airin.. juga yang berkelahi dengannya
Erik Mencari keberadaan Airin.. dan juga mencari cara, agar dirinya bisa membawa Airin dari tempat ini tanpa terlihat oleh dua pria itu.!
Erik pun mengirim pesan pada Airin, menanyakan dimana keberadaan Airin bersembunyi. agar dia bisa dengan mudah, membawa Airin tanpa dilihat orang orang itu..
''Oh Disana rupanya Airin.'' Kata Erik yang sekarang sudah tahu dimana Airin berada
Erik menjalankan mobilnya menuju tempat Airin sembunyi.. Erik membuka kaca jendela mobilnya. sehingga lebih jelas Airin bisa melihat nya
''Ayo cepat masuk..'' Titah Erik dengan suara pelan
''Iya pak.'' Jawab Airin dan mengendap untuk masuk ke dalam mobil Erik
hingga Airin bisa bernafas dengan lega, sekarang dia sudah bisa Lolos dari dua lelaki tadi..
Airin lalu menatap Erik dengan dalam, ''Terima kasih..'' Ucap Airin dengan tulus
''iya Sama-sama.. kamu tidak kenapa-kenapa kan?'' tanya Erik perduli
__ADS_1
Airin menggeleng ''Tidak pak . aku bisa selamat lagi berkat bantuan mu, yang kedua kalinya ini. aku.. aku tidak tahu, kalau tidak ada kamu, atau tadi kamu tidak menelpon ku.. aku tidak tahu, bagaimana dengan ku.. Mungin aku....'' Airin tidak melanjutkan ucapannya, dia sekarang menangis
Tepat mobil milik Erik sudah sampai didepan rumahnya.. Erik mematikan mesin mobilnya. dan menatap pada Airin, juga membawa tubuh Airin, diusapnya bahu Airin. untuk menenangkan ''Sudah jangan takut jangan banyak berpikir.. sekarang kau sudah aman, lihat sekarang kita sedang dirumahku, kau yang tenang ya''.. Ucap Erik masih mengusap bahunya Airin dan membawanya kedalam pelukannya. bukan Erik ingin mengambil kesempatan, tapi kali ini memang dia sangat perduli.. Entah kalau dengan besok-besok hehe
Airin pun melihat sekitar, memang ini sudah didepan rumah majikannya.. Airin pun mengangguk
''Kamu sudah lebih tenang sekarang kan?'' Tanya Erik
''Iya.'' Balas Airin
''Apa mau ku antarkan kamu pulang saja, hari ini kamu istirahat saja dirumah.'' usul Erik
Tapi Airin menggeleng ''Tidak aku sudah baik-baik saja kok. aku sebaiknya segera bekerja..'' Jawab Airin dan mau membuka pintu mobil berniat mau keluar
''Kamu yakin?'' Tanya Erik memastikan
''IYA pak. aku sudah baik-baik saja. terima kasih atas semuanya.. aku benar-benar, berterima kasih padamu.. dan biarkan aku masuk sekarang.'' pintanya kekeh ingin masuk
''Iya pak baik.'' Airin pun menuruti ucapan Erik asal dirinya hari ini masih bisa disini pikir Airin
Airin masuk kedalam diikuti Erik.. ''Mama..'' Teriak Salsa senang kala melihat Airin datang padahal kemarin sudah bertemu lama sampai dirinya tertidur malam tadi itu tapi sekarang seperti sudah lama tak jumpa saja
''Hai Sa, sedang apa hem?'' tanya Airin menghampiri Salsa bersama wanita paruh baya. yang Airin baru melihatnya
''Ini ma, Calca sedang menggambal.'' jawabnya dengan menunjukkan hasil menggambarnya
Airin mengambil buku yang dikasih Salsa, dan tersenyum ''Wah ini bagus banget Sa, kamu pinter banget sih ya menggambarnya'' puji Airin mencubit kecil pipi Salsa
__ADS_1
''Iya dong ma. Kata nenek Yuni Calca ini mirip Cama Mama, yang suka banget sama menggambal..'' Ucap Salsa yang ibu Yuni katakan itu maksudnya adalah Mama kandungnya Salsa yaitu Sinta
sebelumnya dahi Airin mengernyit bingung, Mama? maksudnya aku bukan ya. tapi aku kan tidak suka menggambar? Airin salah mengira rupanya.. dan Mungkin terlalu percaya diri, atau sudah terbiasa dipanggil Mama oleh Salsa, sehingga kini ia kira Mama itu dirinya.. wkkkk
Erik seakan paham dengan yang ada dipikiran Airin.. Erik pun berbisik ''Yang Salsa maksud itu adalah ibu kandungnya. yang memang dia juga suka menggambar, sama seperti Salsa dan ingat itu bukan kamu ya..'' bisiknya ditelinga Airin
Airin menoleh pada Erik. ''iya saya tahu kok. yang Salsa maksud itu Mamanya, dan bukan saya. lagian ya saya sadar kok saya ini tidak suka menggambar. dan saya juga bukan ibu nya Salsa, saya sadar kok Pak.'' jawab Airin sedikit ngegas karena terbawa suasana
''Ya maksud saya bukan begitu. maafkan saya tadi saya itu cuma...'' Erik ingin meralat lagi ucapannya
''Sudahlah tidak perlu di bahas lagi..'' Kata Airin memutuskan perdebatan
Mereka ini akur kalau sedang dalam bahaya. dan malah bertengkar saat suasana damai seperti ini, aneh bukan hihi
''Eh, Airin sudah sampai kapan. kok ibu tidak dengar ya kamu datang?'' ujar ibu Laras yang tiba-tiba datang dari arah luar
''iya Bu . ini baru sampai kok'' jawab Airin
''Oh begitu, Bi tolong buatkan minum ya untuk Airin..'' titah ibu Laras kepada pembantunya yang tadi Airin lihat sedang bersama Salsa itu
Oh jadi ibu ini pembantu baru ya dirumah ibu Laras.. batinnya Airin
''Bu tidak usah repot-repot di bawain Minum segala, aku ini kan Bukan tamu. anu juga kan bekerja disini'' Ucapnya pada ibu Laras
''Biar nanti kalau mau aku ambil sendiri kok Bu.'' Ucap Airin pada ibu itu Yang sedang menatapnya
Airin sangat merasa tak enak dengan ibu itu kalau mengambilkan minum untuknya yang sama-sama bekerja disini juga pikir Airin
__ADS_1
Huh siapa ya perempuan muda ini. Kenapa seperti spesial saja, sampai nyonya menyuruhku mengambilkan minuman untuk nya. padahal dia bilang sendiri kalau tadi dia juga bekerja disini.. aku gak suka melihatnya.. Si Bibi mendelik dan Berkata dalam hatinya panjang lebar. juga merasa tidak suka dengan Airin.. mungkinkah punya niat lain? dan dia ini pembantu di rumah ibu Laras yang sebenarnya sudah satu bulan lalu. dia bekerja disini , tapi kemarin. suaminya sakit, makanya saat Airin pertama datang. mereka tidak bertemu. dan baru Bertemu ya hati ini
Airin juga merasa tak nyaman dengan tatapan ibu itu.. yang sepertinya tak suka padanya..