
''Iya ma, dan Erik sudah punya orangnya yang akan jadi pengaruh Salsa nanti..'' Ucap Erik tiba-tiba
Seketika senyum Mama Laras luntur
''Loh. jadi maksudnya, yang jadi pengasuh Salsa nanti itu orang yang sudah kamu pilih Rik? Tanya Mama dengan raut wajah kecewa
''Iya memang seperti itu Ma.. memang yang Mama pikir bagaimana mana? Erik bingung
Mama menghela nafas panjang ''Mama pikir itu kamu setuju dengan yang Mama katakan Dulu Rik..''
''Yang mana ma?''
''Ya kan Mama pernah bilang, ada yang membutuhkan pekerjaan. itu loh Rik Mama sudah janji kepada nya. mau memberikan dia kerja, dan Mama beri dia pekerjaan jadi pengasuh Salsa''
''Oh iya yang itu ma.!'' Erik manggut-manggut sudah mengingat nya
''Iya Rik yang itu.. Mama kasihan padanya, dia lagi butuh juga kerja. dan Mama sudah janji juga''
''Tapi ma. wanita ini juga yang Erik pilih sedang butuh pekerjaan juga.. Erik sangat kasihan melihat kondisi nya ma.!'' Ucap Erik lagi
''Memang siapa sih Rik orang yang kamu pilih?' Mama melihat wajah Erik
''Itu loh ma, wanita yang kemarin Erik tolong.. dia saat ini membutuhkan pekerjaan'' jawab Erik
''Apa kau jadi sedekat itu dengan wanita itu Rik?'' Mama Laras memicingkan matanya
''Apa sih ma.! ini murni Erik mau membantu dia dan ibunya.'' bantah Erik
__ADS_1
''Ok. tapi Rik.?'' Mama menjeda ucapannya
''Apa ma.!''
''Gini Rik , gimana ya kalau kamu ketemu dulu dengan orang pilihan Mama.. kalau kamu tidak cocok, ya kita lihat pilihan kamu.'' saran Mama
''Ok. coba Mama bawa dulu orang itu yang Mama pilih.. tapi ingat ma kalau Erik tidak cocok . maka pilihan nya itu berarti . orang yang Erik pilih yang langsung bekerja disini, bagaimana ma?'' Erik ikut menantang sang Mama
Mama Laras lalu berpikir Aku coba saja dulu, perempuan itu untuk bertemu dengan Erik . dan semoga saja Erik merasa cocok, tapi kalau justru Erik kembali Menolak. kasihan juga wanita itu. Batin nya Mama berbicara
''Ma. bagaimana?'' Erik kembali bertanya
''O..oke Mama setuju.''
Erik tersenyum mendengar nya.!
''Iya.. iya.''
🍁🍁
''Jadi kalian tidak berhasil membawa satu wanita, saja. dasar badan pada gede, otak kalian kecil'' Teriak Mami
''Ma..maafkan kami Mami.. rupanya saat kami akan mendapatkan wanita itu, dia di tolong seseorang Mi..'' Ucap ajudan dengan gemetaran
''Seseorang siapa? maksudnya dia cuma satu orang Begitu maksud mu?'' Mami sangat marah
''I..iya mi.''
__ADS_1
seketika wajah mami mengeras wajahnya merah padam, dia sangat murka mendengar nya.!
''Kurang ajar, dasar tak berguna! kalian . cuma melawan satu orang tidak becus.. hah?''
''Maaf mi..''
''Maaf maaf, siapa lelaki itu. hah?''
''Kami ti..tidak tahu mi''
''Tidak tahu?. Ya kau cari tahu bod*h'' umpat Mami
''I..iya baik mi.''
''Cepat kenapa masih diam, cepat cari lelaki itu dan habisi dia.. oh dan,, kalian cari juga wanita sialan itu. sekarang.'' Titah Mami dengan berteriak
''Baik mi baik..'' Sang ajudan segera pergi melaksanakan perintah sang atasan
''Huh.. dasar kelinci kecil'' Mami tersenyum miring
***
Dreezzz . Drzzzz Anggap suara telpon berbunyi
Airin segera mengambil ponselnya yang bergetar, rupanya ada yang menelpon nya.. saat dilihat Namanya si penelpon.. senyum Airin terbit. buru buru Airin mengangkat nya.!
"Halo..."
__ADS_1
Bersambung.!