
Vote like hadiah.. jangan kendorrrrr.!
🌴
Mama Laras masih menatap tajam anaknya itu.. ''Jawab Rik kamu kemana semalam?'' Mama Laras bertanya dengan nada serius
Erik menundukkan kepalanya.. ''Ma, aku..''
''Jawab..'' bentaknya ''Apa yang kamu lakukan. apa kamu pergi mabuk mabukan lagi Rik '' tebak Mama Laras
Ragu-ragu Erik mengangguk dan setelahnya berucap ''Ma, tolong maafkan Aku '' mohonnya sambil memegang tangan ibunya itu
Mama Laras menggeleng dan menghela nafas panjang...''Erik, bisa-bisanya kamu senang-senang. sedangkan saat itu Mama-mu dan juga anakmu sedang sakit Rik..'' bentak Mama Laras
''Aku bersalah ma. maafkan aku., aku menyesal ma.'' Sungguh Erik sangat menyesali perbuatannya
''Mama mau bertanya sama kamu Rik '' Ucap Mama
__ADS_1
''Ya ma?'' Erik menatap Mama Laras
''Kamu kenapa lagi, Kenapa bisa sampai minum-minum lagi, apa sebenarnya yang terjadi. katakan pada Mama, yang sejujurnya Rik, kenapa denganmu?..'' Tanya Mama Laras dan meminta Erik mengatakan semuanya Mama Laras juga menatap dalam mata anaknya itu
Erik ikut menatap manik mata Mamanya, sebelum Erik mengatakan semuanya. terlebih dahulu Erik membuang nafasnya untuk menetralkan rasa gugupnya
''Ma, Erik tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi pada diri Erik.. tapi malam itu Erik tak sengaja, melihat Airin sedang mengobrol dengan seorang pria di tempat pasar malam.. dan entah mengapa saat Erik melihatnya mengobrol juga tertawa bersama dengan pria itu. Erik merasa tak terima. dan mungkin Erik pun terbawa suasana. hingga akhirnya Erik melampiaskan nya dengan pergi ke club' malam itu. ma, tolong maafkan Erik..'' mohonnya lagi, setelah menceritakan yang terjadi
Entah.. Mama Laras harus tersenyum atau bersedih.. dan Mama Laras masih mencerna ucapan Anaknya tadi . .
Apakah ini hanya dugaan ku. dan perasaan ku saja ya. dan apakah anakku ini menyukai Airin, tapi selama ini. Erik tidak pernah, memperdulikan siapapun. wanita manapun selama ini, tapi kali ini Erik terasa tidak terima saat Airin bersama pria lain..'' Batin Mama Laras bertanya-tanya
''Ma apa maksudnya Mama, bicara aku menyukainya siapa?'' Erik balik bertanya
''Akui saja perasaanmu pada Mama, Rik Mama ini ibu kamu. Mama bisa tahu saat kamu sedang menyukai seseorang.. dan itu kepada Airin kan?'' Mama Laras langsung menebaknya sambil tersenyum
''Ma jangan ngaco, jangan mengada-ada.. tidak mungkin lah aku menyukai perempuan itu. tidak Ma, dia bukan tipeku..'' Erik mengelak semua ucapan mamanya dan membuang muka enggan melihat wajah Mama Laras lagi
__ADS_1
''Kenapa sih Rik. kamu mengelak , kenapa tidak mengakui saja..toh Mama pasti menyetujui, dan mendukung mu . kalau kamu menyukai Airin, dia perempuan yang baik kok . dia juga sepertinya menyayangi Salsa..'' ucap Mama Laras, dan sedikit membujuk putranya itu agar mengatakan perasaannya, kalau pasti tebakan Mama Laras itu benar
''Sudah ah ma. lebih baik sekarang aku menemui Salsa dulu . Erik keluar sebentar ma.''ucap Erik dan setelah itu langsung pergi keluar untuk menemui Salsa di ruangan anak
''Hei Rik . jawab Dulu pertanyaan Mama. kamu jangan dulu pergi, huh anak itu.. tidak mau mengakui, padahal kamu itu laki-laki, Rik harusnya kamu lebih berani..'' Monolognya Mama Laras
Sebelumnya. tadi saat Erik sampai di kamar ruangan Mama Laras, Ibu Yuni sudah lebih dulu keluar untuk menemui cucunya. jadi tidak sempat bertemu dulu dengan Erik, Dan juga saat ibu Yuni. sudah menemui Salsa. ibu Yuni juga tidak bertemu dengan siapapun di ruangan Salsa, karena kebetulan saat itu Airin sedang membeli sarapan untuknya di kantin klinik ini.. mumpung Salsa masih tertidur tadi . . Dan kali ini Airin aman karena tidak bertemu lagi dengan ibu Yuni.. yang bisa saja kembali beranggapan buruk pada Airin..
Othor buat singkat saja ya biar gak bertele-tele.ok
****
Saat di tengah jalan. Erik lupa menanyakan kepada Mama Laras, dengan siapa Salsa sekarang. siapa yang menjaga putrinya.. dan Erik sampai lupa, menanyakan, siapa yang membantu ibunya. pergi ke klinik ini..
karena terlalu panik tadi Erik sampai lupa menanyakan yang lebih penting itu.!
Erik kini sudah sampai di ruangan tempat Salsa putrinya.. Erik membuka pintu dan menengokan kepalanya terlebih dahulu, untuk memastikan yang berada didalam benar putrinya atau bukan.
__ADS_1
Dan rupanya itu memang Salsa. yang sedang tertidur di ranjang pasien. Erik mendekat pada Salsa, dan mencium keningnya. ''Maafkan Daddy sayang.. maaf Daddy telat datangnya.'' Ucap Erik dengan lirih menatap putrinya yang tertidur mungkin karena pengaruh obat. hingga Salsa tak terbangun kala Erik datang.