
''Tunggu. apa ini maksudnya Rik Tolong kamu jelaskan sama kakak Rin'' ucap Rafael bertanya pada Airin meminta penjelasan
Airin hanya terdiam dan menggeleng dia juga sedang bingung dan belum bisa mencerna semua ini
''Rin. lihat kakak , katakan apa maksudnya ini?'' kembali Rafael Mendesak Airin untuk berbicara
''Kak aku..''
''Heh apa Lo belum ngerti belum jelas dengan ucapan gue tadi. ok sekarang gue ulangi lagi. Bro lu denger baik-baik.. Airin adalah calon istri gue. dan lu berhenti gangguin dia atau Deketin dia sudah jelas bukan?'' ujar Erik yang tidak membiarkan Airin berbicara
Dan setelah itu Erik membawa paksa Airin pergi dari tempat itu .
''Rin. tunggu Rin kamu jangan pergi..'' teriak Rafael
''Rin.. jelaskan dulu sama kakak Rin Airin..''
Tapi Erik terus berjalan dengan menarik tangan Airin agar ikut bersama nya ''Awh lepas pak kau menyakiti tangan ku'' Ucap Airin
''Diam. kau ikut saja dengan ku'' jawab Erik masih memaksa
''Gak mau. aku gak mau ikut dengan mu, dan Anda tidak punya hak ya memaksa ku seperti ini. juga...'' ucapan Airin terputus
__ADS_1
Erik berbalik menatap Airin tajam. kesal dengan ucapan Airin yang mengatakan dia tak punya hak atas Airin. Erik yang tak terima pun langsung Begitu saja mencium bibir nya Airin..
Mata Airin membulat sempurna.. Oh tidak ini untuk ya kesekian kalinya. pria ini dengan paksa menciumnya
Tubuh Airin berontak. juga kepalanya. dia mencoba melepaskan ciumannya Erik yang tiba-tiba ini..!
''Emmhh. Le-pas'' gumam Airin dan mendorong tubuh Erik dengan keras
Hah.. hah Airin mengambil nafasnya. karena tadi hampir saja dirinya kehabisan nafas.. lalu Airin menatap tajam pada Erik..
''Kau.. berani-beraninya mencium ku. tanpa izin kau lagi lagi mencuri ciuman dari ku. dasar tidak tahu malu. siapa Anda hah, sampai beraninya mengacaukan acara tadi lalu. tiba-tiba bilang aku ini pacar dan apa mau menikah dengan mu? lalu barusan kau Dengan lancang mencium ku.. kau sungguh tidak tahu malu...'' Umpat Airin tepat diwajahnya Erik
Dahi Airin mengernyit tapi juga menjawab ''Ya..''
''Kau lucu..'' kata Erik tiba-tiba Masih tersenyum
''Lucu apa maksudnya? aku ini sedang marah padamu tau'' pekik Airin
''Well aku juga tahu. kau memang sedang marah padaku Nona.. tapi marah mu ini sangat lucu buat aku semakin gemas padamu. dan ingin mencium mu lagi..'' kata Erik sambil menangkup kan kedua tangannya pada pipi Airin
''Ih apaan sih ini tidak lucu sama sekali ya.'' Airin menepis tangan Erik dari pipinya Dan kembali bersuara ''aku kesal padamu aku marah padamu.. dan kamu tidak punya hak atas diriku'' ujar Airin ketus
__ADS_1
''Kau tahu tidak.?'' tanya Erik ambigu
''Tidak. dan tak mau tahu'' jawab Airin ketus
sambil tersenyum Erik berucap lagi.. ''Kau membenci ku?'' Tanya Erik menatap Airin
''Ya sangat.'' Airin menekankan Ucapannya
''Kau pasti pernah dengar.. ada pepatah bilang. jangan terlalu benci sama seseorang. karena suatu saat. kau akan mencintai orang yang kau benci itu'' kata Erik masih tersenyum dan menatap wajah Airin dalam
Airin mencerna ucapan Erik. dan apa maksudnya itu dia suatu hari Akan mencintai orang yang di bencinya? dan kan yang tadi Airin bilang bahwa dia membenci Erik . lalu berarti maksudnya. dia juga bakal cinta sama Erik nantinya.. Oh tidak itu tidur mungkin terjadi..!
''Kenapa diam? kau pasti sedang berpikir ya. . tapi kau harus ingat semua tidak ada r tidak mungkin, dan aku yakin Nona. kamu akan jatuh cinta padaku..'' kata Erik percaya diri n
''Cih.. pede banget sih jadi orang. gak akan ya aku cinta sama orang kasar pemaksa seperti mu gak akan'' Airin menekan kata terakhirnya
''Sudah. jangan banyak berpikir dan banyak bicara sekarang kamu ikut aku.'' kata Erik dan kembali memaksa Airin untuk ikut dengan nya
''Gak mau''
''ikut ayo''
__ADS_1