Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda

Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda
28


__ADS_3

''Pergi kalian. aku bilang pergi'' teriak Pricilla ketakutan


''Sudah kau tidak perlu pura-pura Menolak.. kami tahu betul wanita apa seperti mu ini. cepat layani kami''


''Ya ayo cepat kesini. hahaha'' tertawa jahat


''Tidak jangan . awh'' Pricilla tersandung batu ia pun terjatuh


si dia pria semakin mendekati sambil terus tertawa...


dan saat ingin menyentuh Pricilla tiba-tiba dari arah belakang ada yang menarik bahunya ''lepaskan dia'' teriak seorang pria


''Heh siapa kau. jangan ikut campur'' ucap si preman dengan menunjuk


''Saya bilang lepaskan wanita itu''


''Tidak bisa. Karena dia ini milik kami''


''Oh rupanya mau dihajar ya kalian?'' tantang si pria


''Jangan coba-coba berani melawan kau'' Ucap si pria mabuk


''Ah banyak bicara kau'' bugh bugh..


Ferro pun langsung menonjok dan memukul menendang mereka bergantian..


Pricilla yang ketakutan hanya meringkuk dengan memeluk lutut nya..


bugh bug..bugh suara pukulan


sampai akhirnya Ferro yang menang dan dua orang pemabuk itu sudah terjungkal tak sadar .


Ferro mendekati Pricilla


lalu ia berjongkok ''Cila, '' panggilnya


Pricilla mendongak dan menatap Ferro


Pricilla langsung memeluk tubuh Ferro dengan erat. dan rupanya tubuhnya ini bergetar hebat mungkin ketakutan


''Ferro aku takut Fer'' Ucap Pricilla


''iya Sudah tenang ya! aku disini'' mengusap rambut Pricilla


Sebelumnya..


Ferro bukan kali ini saja pergi ke Bali.. dan Ferro sudah sering berkunjung ke tempat daerah sini. dan Ferro tahu kalau di daerah ini rawan dengan orang orang nekad ya seperti yang terjadi barusan.. . maka tanpa di ketahui oleh Pricilla kalau Ferro tadi itu mengikutinya dari belakang.


tiba-tiba tubuh Pricilla ambruk dan ia jatuh pingsan.


''Cill. Cilla bangun '' Kata Fero


Ferro segera mengangkat tubuh Pricilla dia menggendong nya.. sampai ke halaman restoran. Ferro membawa Pricilla dalam gendongannya.


semua mata tertuju padanya. Yang membawa Pricilla. Tapi Ferro merasa cuek dan tidak perduli.


''Pricilla bangun?'' mencoba menyadarkan lagi


karena Pricilla tidak mau bangun akhirnya Ferro membawa perempuan ini ke apartemen miliknya.


di tempat yang berbeda..


setelah tadi dia pergi dalam keadaan marah pada sahabatnya itu. kini Maura jadi kepikiran apakah Pricilla masih disana atau Sudah pergi. ditambah kini Pricilla belum juga kembali.


Maura jadi cemas khawatir.. mereka memilih satu kamar hotel untuk menginap. Tapi sekarang Pricilla belum juga kembali..

__ADS_1


kembali ke restoran.


lalu setelah sampai di depan mobilnya. Ferro membuka pintu mobil. lalu perlahan dia memasukkan Pricilla ke mobilnya..


Karena Pricilla masih tak sadarkan diri maka Ferro terpaksa membawanya ke apartemen nya.


Ditempat yang berbeda..


ponsel milik Salsa berbunyi..


[Halo kenapa nelpon malam-malam begini?] Salsa langsung berucap ngegas.


[Aduh untuk sekarang jangan dulu ngoceh. ini gue mau kasih kabar yang gak enak] kata Maura yang tadi menghubungi Salsa


Maura bicara dengan nada panik


[Memang apa yang terjadi Ra?] Salsa jadi ikut panik


Lalu Maura segera menceritakan semua yang terjadi tadi di restoran. dimana saat itu disana juga ada Ferro. Lalu Pricilla dan Ferro sempat bertengkar. dan juga dengan Maura.. keduanya berselisih,


[Terus sekarang si Pricil kemana?]


[Iya itu masalahnya Sa, gue lagi cemas nunggu dia.. dia belum juga balik]


[Lo sih.. kenapa Lo ikut marah dan ninggalin dia] menyalahkan Maura


[Iya gimana lagi. tadi gue ikut terbawa suasana. habisnya dia yang ngegas duluan] membela diri


[Lo balik lagi dong ke restoran tadi. kenapa masih diam?] usul Salsa


[Sudah malam Sa, gue takut. tadi gue sempet dengar kalau daerah sini rawan]


[Astaga. Lalu bagaimana dengan teman kita Maura?] sedikit jengkel Kepada Maura


[Gue juga khawatir lah Sa. Tapi gue gak berani keluar lagi. sumpah gue takut] Ucap Maura. Karena sebenarnya Maura ini paling takut dengan sesuatu diantara mereka bertiga. Jadi sudah pasti Maura tidak berani untuk keluar mencari Pricilla.


[Sorry Sa,, gue gak nyangkut bakal kaya gini] dengan nada bersalah


[sekarang bukan waktunya menyalahkan siapa-siapa. sekarang cari cara agar kita tahu dimana Pricilla] ucap Salsa


[Lo benar Sa]


[Apa gue coba tanya Ferro ya?] meminta pendapat.


[oh iya kita coba saja dulu tanya dia. atau kita bilang pada dia kasih tahu si Ferro. Kalau Pricilla belum balik juga. biar dia ikut bantu cari] Maura menyetujui yang dikatakan Salsa


[Ok. gue akan coba hubungi si Fero ya]


[Iya iya. nanti kasih kabar ke gue lagi] kata Maura


[Siap.. gue tutup telponnya]


[Ok Sa]


tak


membuang waktu lama. Salsa segera menghubungi nomor Ferro..


Ferro yang masih di perjalanan. menoleh pada ponselnya yang berbunyi.. saat di lihat rupanya itu dari nomor Salsa. Ferro segera mengangkat


[Ya Sa? ]


[Fer.. apa Lo benar lagi di Bali?] tanya Salsa


[Hm ya benar Sa? kenapa?,]

__ADS_1


[Oh . ini Fer, gue lagi cemaskan soal Pricilla]


[Pricilla? ] ucap Ferro sambil menatap wajah wanita disampingnya yang masih pingsan Mungkin.


[Ya Fer.. tadi Maura hubungi gue. katanya dia , Pricilla belum balik ke hotel. dan katanya juga tadi Lo sempat bertemu mereka ya.?]


[Iya Salsa benar. gue ketemu mereka.. dan ya sekarang Pricilla lagi sama gue. Tapi Lo jangan Khawatir ya Sa, dia baik-baik saja. dia aman sama gue. Lo juga kasih tahu si Maura untuk tidak cemaskan soal Pricilla lagi] Ferro memberi tahu keadaan Pricilla. dan dimana keberadaannya.. agar dua temannya itu tidak cemas lagi.


[Apa Fer? Jadi Pricilla sedang sama kamu ya. ah syukurlah kalau benar begitu.. gue jadi lega sekarang. Ok nanti gue kabarin ke si Maura. dan tolong ya jagain sahabat gue Fer] pesan Salsa


[Siap Sa, Lo tenang aja. dia bakal gue jaga kok] sambil terkekeh


[Ok ok Fer.. thanks ya Fer,]


[Siap Sa.]


Panggilan pun terputus.. Lalu Salsa sedang mengirim pesan. Pada Maura kalau Pricilla sedang bersama Ferro. dan Salsa bilang agar Maura tidak cemaskan keberadaan Pricilla lagi..


saat ingin menyimpannya ponsel. Tapi tiba-tiba ada suara masuk kesan baru..


''kirim pesan apa lagi si Maura?'' pikirnya Salsa


Tapi saat dilihat , rupanya itu bukan dari non Maura melainkan dari nomor nya Adrian..


karena penasaran juga Salsa pun membuka isi pesannya..


[Malam Sa, lagi ngapain?] begitu pesan dari Adrian


''Hm cuma tanya lagi apa doang ya'' tapi Salsa membalas juga


[Lagi istirahat] balasnya


[Oh lagi istirahat. kamu pasti capek ya Sa, habis seharian ini ngurusin aku] kata Adrian Lagi


''Cape nya itu dengerin ocehan Oma kamu Drian'' sambil membaca pesan nya. lalu Salsa tertawa Kecil.


[Gak papa lah..] masih jawab singkat


[Oh ya Sa, besok aku sudah dibolehkan pulang] kata Adrian


[hm ya syukur deh kalau kamu sudah boleh pulang Drian]


[Sa?]


[Iya apa?]


[Besok kesini lagi ya?]


[Mau ngapain? kan kamu nya juga pulang?] merasa aneh kan


[Iya. justru itu. kamu kesini ya anterin aku pulang. Lalu temenin aku nanti di rumah]


[Gak ah. Nanti di omelin Oma kamu]


[Oma aku gak bakal ngomel Sa, justru Oma akan lebih senang jika kamu mau antar aku pulang dari rumah sakit]


[Kamu kaya sengaja banget sih Drian?]


[Sengaja gimana?] Pura-pura tidak peka


[Tau lah..] marah


Adrian langsung tertawa melihat balasan dari Salsa.. pasti Salsa merasa risih bila ada Oma nya. Karena dia harus mau pura-pura sebagai pacarnya..


''Adrian.. kamu lagi berbalas pesan dengan siapa? sampai sebahagia itu?'' tiba-tiba seseorang mengagetkan Adrian..

__ADS_1


**Akan ada sesuatu yang terjadi .


author ingin yang panas tapi kalian jangan protes** 🌞


__ADS_2