
Karena melihat Airin cuma berjongkok di hadapan Salsa.. tidak mau melihat ke arah Erik
Erik pun kesal , Seperti di acuhkan oleh seorang wanita ini . .
Erik langsung memaksa orang itu untuk berdiri.. ''Bangun..'' titahnya dengan paksa, dan juga membalikkan wanita ini agar berhadapan dengan nya...
Airin bangun dan menundukkan wajahnya.. Sial Kenapa yang datang harus dia lagi.. Kenapa bukan yang lain saja sih.. Gerutu Airin dalam hati
Setelah melihat orang ini . . Erik di kaget kan dengan wajahnya.. rupanya dia lagi dia lagi yang bersamaan anaknya.!
''Kamu lagi kamu lagi.. senang sekali ya kamu membawa anakku pergi..'' ujar Erik pada Airin lebih tepatnya menuduh
Airin mendongak dan langsung menatap tajam ke arah Erik... ''Justru Anda yang senang sekali menuduh orang tanpa bukti..'' kata Airin dengan menekan setiap perkataan nya
''Heh..' Erik membuang muka
Lalu kenapa setiap anakku hilang. itu selalu bersama mu dan setiap aku menemukan.. selalu ada dengan kamu? apa namanya kalau bukan mau menculik? '' Erik juga menekankan kata menculik
Mata Airin semakin melotot.. ''Hei tanyakan pada diri mu sendiri... kau yang lalai menjaga anak sendiri.. tapi kau yang menuding orang lain..'' cetus Airin
''Hei dengar ya. Tapi sebelum bertemu dengan mu. anakku tidak pernah hilang seperti ini,,'' balas Erik dengan menatap tajam pada Airin
Salsa Hanya tersenyum melihat perdebatan ayahnya dengan Airin . . yang mungkin Salsa kira mereka tengah mengobrol Karena sudah lama tak jumpa.. hahaa.!
''Terserah . kau memang menyebalkan..'' Umpatnya pada Erik Lalu Airin ingin pergi meninggalkan Erik juga Salsa
__ADS_1
''Tunggu... '' cegah Erik dengan memegang tangan Airin
Airin menoleh pada tangannya ''Hei lepas..'' cetus Airin dengan isyarat matanya pada tangan Erik yang memegang tangan Airin
Erik pun melepaskan tangan dia dari tangan Airin....
''Ada apa lagi . belum puas kau..''
''Tunggu aku mau meluruskan.. dan aku tak terima tadi kau bilang apa..?''
dahi Airin mengernyit.. ''Apa yang mana.?''
''Yang kau bilang aku ini lelaki menyebalkan.. aku tidak terima kau mengataiku seperti itu..'' ujar Erik
''Heh memang benar kok. kau sangat menyebalkan ''
''Mama tunggu..'' sekarang Salsa lah yang mencegah Airin pergi
''Sayang dia bukan Mama mu..'' kata Erik tegas
''Tidak Daddy.. itu Mama.'' Salsa tak kalah lantang
''Benar Salsa.. aku memang bukan ibumu. bukan Mama kamu,!'' sela Airin menatap Salsa
''tidak..'' Salsa berteriak dan menangis juga
__ADS_1
''Ini semua karena mu... harusnya kau tidak usah bicara seperti itu..!'' lagi lagi Erik menyalahkan Airin
''Lalu aku harus bicara yang seperti apa . memang itu kenyataan nya kok'' ujar Airin pelan
Tapi masih bisa didengar oleh Erik... ''Ya.. harusnya kau . . kau'' Erik kehabisan kata kata memang benar yang diucapkan oleh wanita ini
''Sudahlah aku pergi . .''
''Daddy Mama...'' histeris Salsa
''Tapi dia bukan Mama kamu Salsa.'' Erik tampak frustasi dia mengacak rambutnya sendiri
''tidak itu Mama.. ayo Daddy kejal Mama.'' titah Salsa
''Apa . Tidak tidak sayang.. jangan dia bukan Mama-mu ''
''Lalu Dimana Mama Calca..?'' celetuk Salsa menatap wajah ayahnya
Erik Hanya bisa terdiam tanpa mau menjawab pertanyaan sang anak.!
''Daddy jawab .'' paksa Salsa
''Daddy. Daddy tidak tahu..'' kata Erik pelan
''Ah sudahlah sebaiknya kita pulang.. Nanti nenek khawatir pada kita..'' kilah Erik dengan mengajak anaknya untuk pulang
__ADS_1
'' Tapi . Daddy Mama?''