
Maap ya gaes.. flashback nya itu lama ya . . semoga ini sudah beres ya
-----
Tiara semakin tidak mau makan apalagi saat mendengar papanya menolak Romy yang mau bertanggung jawab...! dan kukuh ingin membawa Tiara keluar negeri
hingga akhirnya Tiara nekad meminum obat ra*un... untuk mengakhiri hidupnya. Karena merasa orang tuanya sudah tidak perduli padanya
Romy saat mendengar kabar kematian orang yang dicintainya.. begitu terpukul dan Romy frustasi... ''Ini semua karena lelaki sialan itu.. karenanya Tiara ku pergi.. Tiara jangan tinggalkan aku'' teriaknya bagai orang gila dan dari saat itu
Romy berasumsi bahwa Erik lah penyebab kematian Tiara kekasih nya..!!
*****
Tak terasa kematian Tiara sudah bertahun-tahun tapi kebencian Romy pada Erik semakin besar.. apalagi melihat perusahaan Erik yang maju pesat juga Erik yang berkelimpah kebahagiaan bersama keluarga
itu semakin membuat Romy iri dan tentunya benci pada Erik
Setelah kepergian Tiara kekasih Romy. . Romy memiliki rencana balas dendam, yang salah sasaran sebenarnya
Hingga akhirnya Romy punya ide yaitu dengan merebut istri Erik .. seperti sekarang yang dia lakukan.. merebut kebahagiaan Erik.. dan menginjak injak harga diri Erik dengan kelakuan istrinya . . .
****
__ADS_1
Sinta menggeliat kan tubuhnya. saat merasa geli seperti ada yang memainkan di bukit kembar nya ''Emmhh..'' lenguhnya
lalu Sinta membuka matanya.. rupanya Romy tengah berada di atas tubuhnya dan sedang ******* Put*ng milik Sinta.. ''Ahhh Rom.'' desah Sinta
''Terus sebut namaku sayang'' Ujar Romy masih asyik dengan aktivitas nya dan sesekali berpindah ke leher jenjang Sinta yang mulus dan membuat jejak disana.!
''Ah Rom tidak jangan...?'' cegah Sinta saat Romy ingin meninggalkan jejak di lehernya
''Kenapa?'' dahi Romy mengernyit
''Rom hari ini aku harus pulang.. dan aku tidak mau Erik atau Mama mertua ku. melihatnya'' Jawab Sinta
''Oh Begitu.'
''APA kau marah padaku Rom?'' tanya Sinta tapi tetap menuruti perintah Romy.. Sinta berjongkok dan memasukkan milik Romy ke mulutnya
''Ahhhhh tidak.. aku tidak marah padamu'' ucapnya sesekali mendesah , dan mendongak tangannya pun menuntun kepala Sinta agar lebih dalam
Mereka pun melanjutkan ke permainan yang lebih panas dari ini.
🍁🍁
Dini hari . . sekitar pukul Tiga dinihari
__ADS_1
seorang wanita pulang kerumahnya dengan kondisi yang berantakan juga mata yang memerah
Ceklek.. dia membuka pintu kamarnya
lalu menengok apa di dalam ada Erik atau tidak. dan untungnya Erik tidak ada, mungkin di kamar anaknya.. begitu pikir Sinta
lalu Sinta berjalan dan menuju kamar mandi. untuk menyegarkan tubuhnya.. Sinta keluar dari kamar mandi. ''Dari Mana kamu?'' tanya Erik dengan tatapan Dingin
''Bukan urusanmu'' cetus Sinta melanjutkan memakai bajunya
''Aku bicara padamu.. kemana kamu hah pergi. dan tega meninggalkan anakmu yang sedang berulang tahun'' Teriak Erik meluapkan emosinya
''Aku capek. aku mau tidur'' ujar Sinta bukannya menjawab malah membaringkan tubuhnya untuk tidur
''Aku belum selesai bicara Sinta. . aku bertanya padamu'' kata Erik lagi menarik tubuh Sinta duduk
''Aku tidak perduli dengan mu ataupun dengan anakmu.. dan kau jangan banyak bertanya,'' teriak balik Sinta pada Erik
''Kurang ajar kau sialan.. kau wanita tidak tahu malu.. kau bukan seorang ibu.. kau wanita ib*is'' Erik menampar pipi Sinta dengan keras
''Auwh'' Sinta mengaduh kesakitan ''Ceraikan aku sekarang juga Erik'' ucap Sinta akhirnya sambil memegang pipinya
''Ya baik aku akan menceraikan kamu. Sinta'' Ucap Erik lantang
__ADS_1