Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda

Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda
Erik Junior


__ADS_3

Erik membawa Airin ke kamar mandi dengan menggendong nya


tapi Erik juga ikut masuk kedalam dan sengaja mengunci pintu


dahi Airin mengernyit bingung ''Kok pintunya di kunci mas?'' tanya Airin heran


''Ya karena kita kan mau mandi bareng'' Ujar Erik datar mengatakan nya


''Ih aku gak mau'' Ucap Airin mencoba membuka pintu nya


''Kenapa?'' Erik juga menahan pergerakan Airin


''yya ya gak mau'' Ucap Airin dengan menatap sembarang arah


''Kau malu hm?'' Erik justru semakin membuat Airin terpojok


''Sudah tahu nanya'' Sahut Airin cetus


''Hei lihat. kita sudah melakukannya malam tadi. Oh ayolah tidak perlu malu lagi dong.. aku ini suami mu'' ujar Erik dan membawa wajah Airin agar menatapnya


''Iya tapi kan aku tetep malu mas'' Ucap Airin pelan


''Mulai sekarang dibiasakan untuk tidak malu malu Seperti ini Ok'' Kata Erik


''Kenapa?'' Tanya Erik bingung


''Pertama karena kita sudah nikah. sudah pernah melakukannya bahkan, kedua mungkin aku mulai sekarang akan terus melakukannya dengan mu.. karena kau membuatku candu'' bisik Erik di telinga Airin


Airin mencerna perkataan Erik ''A-apa?'' dia sungguh terkejut dengan Ucapan Erik


''iya dan ayo kita lakukan lagi sekarang''


Setelah itu Erik menggendong Airin ke dalam bathtub.. dan mereka Ya kalian tebak aja sendiri.. apa yang terjadi


*


*


''Kamu tunggu disini. biar aku saja yang ambilkan makan mu kesini'' Ucap Erik


''Loh kenapa. aku harus makannya di kamar biasanya juga kan aku makan bareng di bawah?'' tanya Airin tak mengerti


''Sudah Jangan protes'' Kata Erik tak mau dibantah


''Yasudah terserah''


Erik pun berjalan menuruni tangga rumahnya itu.. ''Loh kok turunnya sendiri mana Airin nya Rik?'' Tanya Mama heran Begitu Erik menghampiri mereka yang sedang di ruang makan


''Airin Sedang sakit'' Jawab Erik


''Sakit sakit apa?''


''iya nak . Airin sakit apa?'' Sahut ibu Ros juga


''Mama dan ibu tenang dulu ok.. Airin tidak sakit yang seperti kalian pikirkan'' Ucap Erik


ibu juga Mama saling pandang bertanya tanya dengan perkataan Erik Barusan ''Maksudmu apa?'' Tanya Mama


''Ya kalian tentu akan paham. kita sudah....''

__ADS_1


''Ohh jadi kalian sudah'' Ibu dan Mama kembali saling menatap dan Tersenyum penuh arti


''Memang Mama cakit apa Dad, Calca mau lihat Mama'' Ucap Salsa juga ingin tahu kondisi Airin


''Cuma sakit biasa saja kok sayang. bukan yang kenapa-napa'' jawab Erik


''Ooh tapi Calca mau lihat Mama'' Ucapnya lagi


''Yaudah ayo kita bertemu Mama mu'' Erik yang sudah selesai membawa sarapan untuk Airin pun kembali ke kamarnya Dimana Airin sudah menunggu nya juga dengan Salsa yang ikut melihat keadaan Airin.


''Mama'' Begitu sampai Salsa langsung berlari memeluk Airin


''eh Sayang sini'' Airin membawa Salsa di pangkuannya


''Ma. katanya Mama cedang cakit ya?'' tanya Salsa menatap Airin


''Sakit'' ulang Airin tak mengerti lalu ia menatap pada Erik meminta penjelasan


''Ya tadi Mama dan ibumu bertanya padaku. kenapa kau tidak ikut makan bersama dibawah dan aku jelaskan kau sedang sakit'' Erik pun menjelaskan


''Pasti mereka bakal khawatir padaku. tuh kan sudah ku katakan biar aku turun kebawah dan ikut makan saja'' Ucap Airin tak enak


''Sudah jangan dipikirkan lagi. ayo sekarang ini makan sarapan mu. ayo'' titah Erik dengan memberikan nampan berisi sarapan untuk Airin makan


''Iya terima kasih''


''Hm.''


*


*


*


pun dengan hubungan Airin dan Erik juga semakin membaik perasaan mereka semakin tumbuh.. dan bertambah kasih sayang Erik untuk Airin, keduanya sudah menyatakan perasaannya Masing-masing.. dan Erik semakin mencintai Airin, dan memperhatikan Airin Seperti sekarang ini


Hoekk hoekk Airin berlari ke kamar mandi dan meMuntahkan semua yang ada di dalam perutnya.. Hoekk


''Kau kenapa apa kau sakit. kita kerumah sakit ya'' ucap Erik khawatir karena akhir-akhir ini Airin jadi sering muntah muntah Seperti ini


''Aku juga tidak tahu tapi saat pagi seperti ini. perutku mual dan juga ingin muntah'' ucap Airin


''Kita kerumah sakit sekarang. aku takut sesuatu terjadi padamu. biar di cek'' ajak Erik lagi


''Yaudah''


Dirumah sakit


''Dokter bagaimana kondisi istri saya?'' tanya Erik begitu dokter tersebut sudah selesai dengan pemeriksaan nya


''Selamat Pak. istri Anda positif hamil'' Jawab dokter dengan tersenyum ikut bahagia


''Ha-mil dok. Anda serius dokter! istri saya sedang hamil?'' Erik tentu sangat terkejut dan juga senang karena di tahun pertama ini akhirnya ia dan Airin diberikan kepercayaan


''Iya benar Pak. saya ucapkan sekali lagi selamat ya atas kehamilan istri Anda'' Dokter menyalami tangan Erik


''Iya dok. terima kasih banyak dokter, terima kasih'' Erik sungguh bahagia


''Sama sama. kalau begitu saya permisi Pak Bu..'' pamitnya

__ADS_1


''Iya dokter Terima kasih'' kata Airin


''Sayang kita akan segera punya anak lagi.. sayang terima kasih, karena sudah memberiku anak lagi'' Ucap Erik memeluk tubuh Airin


Airin mengusap kepala Erik ''Selamat ya sayang akhirnya kita akan memiliki anak lagi'' Ucap Airin


''iya selamat juga untukmu'' Erik mencium kening Airin


kembali kerumah


''Hei kalian dari mana?'' tanya Mama melihat Airin dan Erik baru pulang


''Ma, kita punya kejutan untuk Mama'' ucap Erik


''Kejutan? apa Mama Sedang berulang tahun memangnya?'' Tanya Mama heran dan penasaran


''Ma, ini kejutannya untuk Mama ibu juga Salsa'' Airin menjelaskan


''Ih kejutan apa ya. Mama jadi penasaran ingin segera tahu'' Ucap Mama antusias


''Yaudah ayo kita lihat sama-sama didalam ma'' Ajak Airin dan berjalan ke dalam rumah


''Eh Bu sini. ini katanya mereka mau menunjukkan kejutan untuk kita'' ujar Mama memanggil ibu Ros yang sedang bermain dengan Salsa


''Kejutan.. kejutan Nek?'' Ibu Ros dan Salsa berucap berbarengan


''Iya. ayo Rin katakan saja sekarang'' titah Mama


''Baik. biar Erik yang jelaskan.. begini Ma Bu Salsa, sebentar lagi dirumah kira ini akan kedatangan anggota baru. yaitu anak yang sedang dikandung Airin'' Ucap Erik dengan mengusap perut Airin


''Apa, Rin kamu beneran hamil?


Airin mengangguk dan tersenyum..


''Alhamdulillah....''


Malam hari


''Sa. kamu senang tidak akan jadi Kakak?"' Airin bertanya pada Salsa kini mereka sedang berbaring di kamarnya Salsa


''Iya ma . Calca Cenang banget. Calca akan punya Adek dan bisa ada teman bermain kan ma?


''Iya dong. nanti kalian main bersama, nanti Salsa ajak adiknya main ya''


''Iya baik ma''


''Yasudah kita sekarang tidur ok''


''Ok ma''


Disekolah Salsa.. oh ya gaes Salsa sudah mau Empat tahun jadi Salsa sudah masuk sekolah TK


Seorang wanita menghampiri Salsa yang sedang menunggu sopir jemputannya.. ''Hai sayang. lagi menunggu siapa hm?'' tanyanya so ramah


''Ini lagi menunggu Pak Nino yang suka menjemput Tante'' jawabnya Salsa


''Oh daripada nunggu lama. mending ikut Tante yuk. Tante antarkan pulang mau ya?'' ajaknya masih tersenyum so ramah


Salsa tampak berpikir dirinya memang sudah kesal menunggu jemputannya datang ''Yaudah Tante Calca mau''

__ADS_1


''Ok ayo kita ke mobil. dan kita pulang''


Wanita itu pun membawa Salsa ke mobilnya dan tersenyum smrik.. penuh arti


__ADS_2