
sesaat setelah kepergian Bunda dari Andrian..
Salsa perlahan berjalan mendekati Adrian yang masih menutup matanya itu. Salsa duduk di kursi yang telah disediakan..
''Adrian?'' Salsa memanggil
''Dri.. kamu pasti dengar aku bicara kan? ini aku jenguk kamu sekarang'' lanjut nya
''Drian maaf ya. Kalau karena aku waktu itu. mungkin kamu gak akan seperti ini, kejadian ini tidak akan pernah terjadi'' tampak sedih Salsa mengingat hari itu .
''Aku sebenarnya sangat-sangat tidak menyangka Dri.. dengan menyuruh mu datang . kamu malah mengalami hal ini.. maaf ya Drian'' berucap dengan rasa penyesalan..
Lama Salsa menatap wajah Adrian..
''Drian bangun dong''
''Dri. bangun yu. jangan buat aku bertambahnya bersalah Dri''
Tapi Adrian masih tidak menunjukkan tanda-tanda..?
kali ini Salsa mencoba memberanikan diri. untuk memegang tangan Adrian.. 'Dri bangun yuk! please Dri.. ayo cepat sembuh, dan aku kali ini pasti akan mendengar kan apa yang ingin kamu katakan''
Oh ya. bukannya saat di pesan kamu katanya mau mengatakan sesuatu ya! Dri.. ini aku sudah disini, bangun yuk!''
Adrian. aku jadi penasaran, apa yang mau kamu katakan.. ayo cepat bangun Dri.. mumpung aku disini. Adrian bangun yuk!!'' berbisik di telinga Adrian..
dan akhirnya kali ini ada respon dari Adrian.. sekarang tangan nya kembali bergerak. juga tubuhnya sedikit merespon..
awalnya Salsa terkejut tapi akhirnya Salsa merasa senang juga. ia berhasil membuat Adrian merespon..
cepat-cepat Salsa memanggil dokter..
dokter datang . dan meminta Salsa menunggu di luar.
dokter segera memeriksa Adrian lagi. dan kali ini reaksi Adrian lumayan menunjukkan hasil
''Sal-sa''
''Sal-sa''
Adrian memanggil nama itu dengan suara pelan
''Sal-sa'' seperti orang mengigau
Dokter dan suster saling pandang..
''Syukurlah pasien ini sudah ada perubahan'' Ucap dokter
''iya Dok..''
''Salsa....'' memanggil lagi
''Dok. sepertinya beliau ingin bertemu dengan orang yang bernama Salsa ini.''
''iya. coba kamu panggil wanita muda tadi. mungkin dia mengenal perempuan yang disebut pasien''
''iya dokter baik'' sahut suster. dan berlalu keluar
''sus bagaimana sekarang?'' Salsa langsung bertanya
''Pasien sudah menunjukkan hasil yang cukup bagus. Hanya pasien sepertinya ingin bertemu dengan nama wanita yang namanya Salsa. karena pasien terus memanggil nama itu'' Ucap suster
''Oh itu nama saya sus''
''Oh begitu baguslah. mari mbak nya masuk lagi. dan coba ajak pasien bicara''
'iya sus''
Salsa dan suster tadi masuk lagi kedalam..
''Dok. Mbak ini rupanya yang bernama Salsa. Yang sedang di cari pasien'' jelas suster
''oh bagus lah.. silahkan mbak nya kesini. dan coba ajak lagi pasien nya bicara'' suruh dokter
''Baik dokter'' Salsa mendekat
__ADS_1
''Adrian.. kamu sudah sadar, ini aku Salsa'' ucap Salsa..
''Salsa..'' dengan masih menutup mata
''iya ini aku Dri.. aku disini. bangun yuk!''
''Mbak coba sambil di pegang tangannya'' suruh dokter lagi
''oh iya baik dok'' sahut Salsa
''Dri.. kamu dengar aku kan. ini aku Salsa, aku ada disini kalau kamu dengar aku. aku mohon Cepat sadar dan buka matamu yu Drian''
''Adrian..''
entah kebetulan dari mana
kembali Adrian merespon dengan membalas memegang tangan Salsa.. perlahan tapi pasti. mata itu akhirnya terbuka juga
Adrian membuktikan matanya, namun karena sudah lama dia tidak sadarkan diri. Adrian sedikit meringis dengan silau cahaya lampu
''Ssshh'' ia menutup mata lagi.
''Salsa?'' lalu memanggil
''Ya Adrian ini aku'' Ucap Salsa
perlahan Adrian menggerakkan kepalanya mengarah pada wajah Salsa. Yang rupanya berada di sampingnya..
''Sal-sa'' masih lemah
''Adrian. kamu bisa lihat aku kan? ini aku disini Dri?''
''Aaa-kuu'' Adrian masih kaku untuk berbicara
''Tuan. kalau anda bisa melihat Nona ini dengan jelas. Anda coba kedipkan mata
''Iya Dri. kalau kamu bisa Dengerin aku kamu coba kedip '' sahut Salsa juga
Adrian menatap pada Salsa lagi. lalu ia pun mencoba mengedipkan matanya..
''Alhamdulillah kalau kamu Sudah sadar kembali Adrian. aku ikut senang'' Ucap Salsa sambil tersenyum
Adrian rupanya ikut tersenyum pada Salsa..
''Salsa..''
''Ya Adrian''
Adrian ingin berkata lagi tapi sepertinya agak kesusahan dirinya untuk berucap
''Tidak perlu di paksakan. pelan-pelan saja perlahan juga akan normal kembali,'' Ucap dokter pada Adrian .
Adrian mengangguk
''Tugas saya memeriksa pasien sudah selesai. saya pamit permisi kembali bertugas''
''Oh iya dokter silahkan. dan terima kasih'' Ucap Salsa
''iya kalau begitu kami permisi'' dokter dan suster pun pergi.
kini tinggal mereka berdua.. suasana ini mendadak sedikit canggung.. bagai hanya ada suara serangga jangkrik Krik Krik
sekarang Salsa jadi bingung harus melakukan apa? atau hanya mengatakan apa? karena Adrian nya sudah sadar.
kebalikan dengan seorang pria di hadapannya ini. Yang ingin berbicara. Tapi rasanya dia tidak mampu. Karena sedikit Bingung dan susah untuk bicara efek dari kejadian kemarin....
''Em, kamu butuh sesuatu?'' tanya Salsa untuk memulai pembicaraan.. karena sebenarnya tidak enak hanya berdiri saja tanpa saling bicara.
Adrian menggeleng
''Oh''
mereka diam lagi.
''Kamu.. mau minum?'' menawarkan
__ADS_1
cukup lama Adrian diam tapi akhirnya Adrian mengangguk mau.
Salsa dengan cepat. mengambil minum di nakas, dan memberikan pada Adrian.. Tapi rupanya Adrian agak kesusahan untuk minum..
''mau aku bantu?'' dengan ragu
Adrian mengangguk lagi..
Walau sedikit gemetaran Salsa membantu Adrian dengan menegakkan kepalanya agar Adrian mudah untuk minum..
dari jarak sedekat ini... tiba-tiba saja jantung keduanya begitu kompak saling berdetak kencang..
*Oh No. jantung ku . kedengaran gak ya
tidak jantung please, kondisikan dong.. gimana kalau Salsa denger*
kata hati mereka kompak! jangan protes
mata mereka juga saling menatap.
Karena tidak fokus. sekarang air minum nya justru tumpah ke baju Adrian..
''Apa ini yang basah?''
''Aduh sorry'' Ucap Salsa merasa bersalah
''Tidak apa apa'' balas Adrian
Tumben gak galak
''Tapi baju kamu jadi basah '' menatap lagi pada baju Adrian
''Sudah biar saja''
''Tidak. Nanti kamu kedinginan''
''Gak apa-apa Sa''
''Aku cari baju ganti ya?''
Adrian sampai lelah. dan membiarkan Salsa mencari baju gantinya...
setelah mencari kesana kemari. sampai akhirnya ketemu juga ''Di tas mungkin'' Ucap Adrian memberi tahu. Karena tadi Salsa kesusahan mencari
Salsa menoleh ''Tapi gak apa-apa kan aku buka tas nya?'' meminta izin dulu
''Ya.'' sahut Adrian
benar saja setelah di buka. disana ada baju milik Adrian sepertinya...
Salsa menghampiri Adrian lagi dengan membawa baju ganti untuknya.
sekarang dia jadi bingung sendiri kan. Karena kondisi Adrian masih lemah. tidak bisa bergerak sendiri..
''Kenapa kok jadi melamun?'' tanya Adrian heran
''Em itu.. ini'' meyodorkan baju nya pada Adrian
Adrian mencoba mengambil dengan tangan. Tapi dia masih tidak bisa,
''Argh'' samping Meringis
''kenapa?''
''Aku tidak bisa pakai baju nya sendiri'' keluh Adrian.
''Hah gitu ya. lalu gimana?'' sambil garuk kepala
''Tolong di pakaikan'' Adrian menyuruh Salsabiela sambil tersenyum
**gaes kalau bosan dengan cerita yang itu-itu saja. coba mampir kesini.. kisah Bucin nya Rafael dengan sang istri Diana
cus check.. dengan judul "dilamar Preman tampan "
__ADS_1
dijamin buciinnn akut tanpa ada masalah.. aku tunggu kedatangan kalian**! ....