
**Gak apa-apa kan othor buat Erik lebih gercep, tapi entah kapan Erik akan mengungkapkan perasaan nya.. juga sebenarnya kata Erik perasaan nya masih abu-abu.. dalam artian. dia masih menebak ini cinta kah, atau hanya..... merasa nyaman?
Lalu bagaimana kalau tiba-tiba.. Bang Rafael melamar Airin. Eh Airin, menerimanya.. kalian setuju gak kira-kira..
Silahkan ber komentar 😁**
Erik pulang kerumahnya tepat pukul Sepuluh makam, tak lama setelah dirinya ditinggal wanita itu Begitu saja tadi..
Erik menidurkan Salsa terlebih dahulu, dikamarnya . dan melanjutkan untuk menyegarkan tubuhnya dan hatinya, dengan mandi air dingin. saat masih berendam. Erik memikirkan cara. agar Airin tak jadi menemui pria itu..
sebenarnya Erik pun bingung dengan dirinya sendiri. yang tiba-tiba merasa tidak ingin pengasuh anaknya itu menemui pria lain, selain dirinya Mungkinkah mas sudah mulai posesif
Setelah dirasa cukup dengan berendam nya . Erik berjalan ke arah lemari pakaiannya.. Erik dari dulu memang sudah terbiasa sendiri, melakukan semuanya.. Erik dari semenjak menikah dulu dengan almarhum Sinta.. Erik tak pernah merasakan, yang namanya di perhatikan oleh istri.. seperti disiapkan sarapan. atau baju gantinya dari dulu Erik melakukannya sendiri.. Kasihan banget kamu Mas
Erik merebahkan tubuhnya di ranjang king size miliknya itu.. matanya enggan terpejam.. juga pikirannya terus terbayang wajah Airin. wangi tubuhnya Airin...
diam-diam Erik tersenyum..!
Erik menggeleng ''Huh aku ini kenapa. malah membayangkan nya. sudah lah aku sekarang tidur dan beristirahat.. besok kan aku bertemu lagi dengannya.'' monolog Erik
sekarang mungkin bukan hanya Salsa yang ingin bertemu dengan Airin.. Daddy nya pun tanpa disadari berucap senang akan bertemu dengan Airin.. Oh sungguh kompak Kata hati author
*
*
__ADS_1
Pagi datang
''Bu, kalau ada yang mengetuk pintu. jangan di bukakan saja Bu, aku takutnya mereka yang datang.'' pesan Airin pada ibu Ros. karena Airin hari ini kembali bekerja
''Iya Rin kamu tenang saja. ibu akan ikutin ucapan kamu.'' Balas ibu
''Yasudah Bu . Airin pergi sekarang ya. ini sudah siang , bisa bahaya Bu kalau telat. aku males diomelin pria itu..'' Ucap Airin dan berpamitan
''Ya kamu hati-hati dijalan.'' Ucap ibu juga
''Ok Bu pasti.. Yasudah aku pergi assalamualaikum Bu.''
''Waalaikum salam.'' Jawab ibu dan dalam hati selalu mendoakan setiap langkahnya Airin pergi agar di beri keselamatan dan kebahagiaan
Diperjalanan Airin, saat sudah beberapa menit lagi akan sampai dirumahnya ibu Laras. Airin seperti melihat dua pria, berpakaian serba hitam dan sepertinya sedang mencari seseorang..
''Gue yakin. wanita itu pasti akan melewati jalan ini, kemarin gue sempet melihatnya, berjalan disekitar sini.'' Ucap pria satu
''Yang benar Lo. awas kalau Lo salah lihat. bisa dimarahi bos kita'' jawab pria dua
''Yee udah gue bilang gue yakin. itu pasti dia'' jawabnya dengan kekehan'nya
Lalu keduanya, kembali melihat kesekitar ya kali-kali saja wanita yang mereka bicarakan memang melewati jalan ini
Airin saat sedang mengawasi mereka dari kejauhan, dikagetkan dengan suara Ponselnya yang tiba-tiba berdering, yang membunyikan suara. karena tidak dalam mode getaran..!
__ADS_1
Airin. melihat siapa Yang menghubungi nya. oh rupanya Erik , Airin melihat lagi pada mereka, yang sekarang sedang mencari asal suara dering ponsel tadi...
Airin mengangkat telpon dari Erik dengan berbisik, takut-takut mereka mendengar nya..
[Halo dimana kamu?] Tanya Erik Begitu Airin menjawab teleponnya
[Mas. To-long aku. a-aku takut] Ucap Airin dengan terbata
Erik panik [Apa yang terjadi Sama kamu. sekarang kamu dimana. aku akan kesana?] Tanya Erik dengan nada cemas tentunya
[Mas aku a-ku melihat anak buahnya Mami, mas aku ta-takut] jawab Airin masih melihat pada dua pria itu
[Katakan kamu dimana. biar aku samperin kamu sekarang] Kata Erik lagi
[Tapi mas, aku takut kamu di apa-apain mereka. bukannya mereka juga pernah lihat wajahmu. aku takut kamu dipukulin lagi] Ujar Airin gantian mengkhawatirkan Erik
[Sudah jangan banyak berpikir. Jangan takut ayo katakan kau dimana?] desak Erik
[Aku, aku di persimpangan jalan Mas, yang mau berbelok ke arah rumah mu] Kata Airin, memberi tahu. dan tak sadar kalau sedari tadi dia menyebut Erin dengan kata Mas
[Yasudah kamu tunggu aku . kamu diam disana jangan kemana-mana.. aku sekarang samperin kamu Ok] Pesan Erik
[Baik mas, kamu hati-hati]
[Kamu juga, hati-hati Disana]
__ADS_1
Bersambung...
like vote hadiah buat aku mana??