
''Eh gue tadi ketemu si Adrian'' Ujar Pricilla begitu sudah kembali dari toilet.
''Dimana,?'' tanya Maura
''Di dekat toilet tadi'' jawab Pricil
''Terus Lo ngobrol dulu sama dia?''
''Gak lah, dia gak lihat gue. lagian tadi dia seperti sedang berbicara dengan cewek gitu deh''
''Cewek siapa?'' Tanya Salsa mendadak ingin tahu.
''Ya gue gak tau. gak kenal''
''Oh..''
''Sedang apa ya si Adrian disini?'' Ucap Maura
''Sedang apa gimana? Ya pasti lagi nongkrong juga sama kayak kita. Lo ini'' Ucap Salsa
''Adrian sama cewek. siapa tuh ah apa jangan-jangan ceweknya?'' Maura juga jadi penasaran
''ya biarin aja kalau itu ceweknya. kenapa emang?''
''Gak apa sih, cuma oh ya. pas reuni kemarin dia bawa cewek itu juga gak?''
''Kayaknya enggak deh''
''Kok Lo tahu sih Sa?'' Tanya Pricilla dengan menatap Curiga
''Eh Napa sih lihat gue nya gitu banget. gue kan cuma asal nebak, lagian Lo berdua sendiri lihat kan kemarin itu si Adrian gak duduk bareng ceweknya.. jadi ya dia datang gak sama pacarnya itu''
''Iya juga sih..''
Beberapa saat...
''Eh eh... lihat deh cewek cantik itu'' bisik nya Pricilla dan menunjuk pada perempuan yang melewati meja mereka.
Salsa dan Maura saling menatap perempuan itu.
''Kenapa?'' tanya Maura
''tuh ceweknya si Adrian'' Ucap Pricilla
''Apa, serius Lo?'' Salsa segera memperhatikan perempuan yang tadi di bilang ceweknya Adrian
__ADS_1
''iya Sa...''
''Itu kan cewek yang tadi datang ke butik gue'' kata Salsa
''Ke butik Lo, ngapain?''
Salsa mengangguk ''iya. dia tadi pesan gaun pengantin nya di butik gue..''
''Apa.. Jadi si Adrian udah mau menikah ya dong sAma tuh cewek?'' Ucap Maura
Entah kenapa, sedikit ada rasa tidak nyaman di hati Salsa, Begitu mendengar kenyataan bahwa Adrian adalah calon suami wanita itu...
''Hm... Tapi mereka cocok juga sih'' tiba-tiba Pricilla bicara
''Cocok dari mana.. kayaknya gak deh'' Ucap Salsa menyahut dengan nada jutek
Maura dan Pricilla saling pandang.... ''Sa, Lo kenapa. Lo kayak gak suka dengan pacarnya si Adrian?''
''Em.. gak kok, ih gue gak seperti itu'' bantah Salsa
''Lo cemburu ya Sa?''
''Nggak Maura. ngapain cemburu pada mereka, gak penting'' tegas Salsa membantah
......................
Salsa sedang berkumpul bersama keluarganya dan mereka sedang menonton televisi..
''Ma, bisa tidak di ganti saja ini acara televisi nya?'' Ucap Arsen pada Airin
''Loh memang kenapa dengan acara ini, kan biasanya juga kita nonton ini bareng-bareng Ar?'' tanya Nenek Laras
''Justru karena itu Nek.. Ar tuh bosan, kalau Kita lagi ngumpul gini. yang di tonton acara ini Terus'' Ucap Arsen dengan mengeluh
Airin Erik dan Salsa pun saling tertawa, Mendengar Arsen bicara seperti itu. memang itu benar adanya, karena sebenarnya acara di televisi ini adalah kesukaan Nenek Laras dan Nenek Ros.. Tapi karena Airin Erik juga Salsa selalu sibuk dengan pekerjaan.. maka kalau ada waktu bersama seperti ini. mereka memilih untuk ikut menonton.. bukan karena mereka suka, Tapi karena ini semua adalah waktu untuk mereka berkumpul..
''Terus mau nya kamu nonton film apa Ar?'' tanya Airin
''Ya. film yang seru aja Ma, jangan yang sinetron begini. bosan'' begitu keluhnya lagi
''Kenapa kamu gak main ponsel saja Ar?'' Salsa ingin menggoda Arsen
Seketika Arsenio Melihat pada Erik.. dan langsung membuang nafas.... ''Hah... kakak seperti tidak tahu saja'' ucapnya
''Haha.. kamu ini, takut ya karena ada Daddy?'' rupanya Salsa belum puas mengejek Arsenio
__ADS_1
''Sudah, itu sudah peraturan di rumah ini.. kalau sedang bersama keluarga. dilarang main ponsel, kalian mengerti!'' putus Erik memerintah.
''iya Dad''
''Ya Daddy''
memang itu yang sudah Erik buat, tentang peraturan di rumah ini.. karena saat di rumah itu adalah Waktunya bersama keluarga.!
Malam pun tiba....
Ting
suara pesan masuk dari ponsel Salsa.
''Nomor siapa ini.?'' Ucapnya saat melihat ada pesan dari nomor baru
[Selamat malam.. apa benar ini dengan Mbak Salsa, pemilik butik Sabila?] Isi pesan tersebut
[Ya, benar saya Salsa.. ini siapa?] balas Salsa bertanya balik
[Saya yang tadi datang ke butik Anda]
''Yang tadi ke butik? siapa ya, soalnya tadi yang datang itu lumayan banyak?]
''Sombong banget nih cewek'' umpat wanita itu saat membaca pesan Salsa
'' ini orang kenapa gak langsung sebutin dengan jelas saja sih. gak tahu apa kalau yang datang tadi itu kan bukan cuma satu orang'' monolog Salsa.juga
[Perkenalkan nama saya Wina, yang tadi memesan gaun pengantin. di butik mu]
[Oh Mbak Yang pesan baju pengantin. Ok lalu ada yang bisa saya bantu?]
[iya Mbak. jadi gini besok saya ingin ke butik Anda lagi bersama calon suami saya]
[baik silahkan mau pukul berapa. biar saya kosongkan waktunya?]
[Sebelum jam makan siang. saya sudah kesana]
[Ok baik]
[iya terima kasih]
[Ok..]
Setelah selesai berbalas pesan dengan clien nya kali ini.. Salsa baru ingat sesuatu..
__ADS_1
''Eh tunggu.. wanita ini kan yang tadi sempat aku lihat juga di kafe. dan mungkin dia pacarnya Adrian, hmm entah kenapa aku jadi tidak mood bertemu dengannya'' Ucap Salsa berbicara sendiri.