
Erik saat sedang menunggu Airin yang sedang memilih pakaian, dikagetkan dengan seseorang yang menepuk pundaknya, Erik pun menoleh
''Eh Bu.'' Sapa Erik langsung berdiri
''Sedang apa?'' tanya ibu Yuni
''Oh ini Bu Anu, Em...'' tiba-tiba Erik jadi gagap untuk menjawab
''Hei Rik kenapa?'' tanya ibu lagi heran
''Ah ini sedang nongkrong saja Bu, ibu sendiri sedang apa sama siapa Bu?'' tanya balik Erik mengalihkan pembicaraan
''Ya ibu sedang menemani keponakan Ibu, itu anaknya Tante Yuli..'' Kata ibu Yuni
''Oh begitu bu'' sahut Erik
''Iya,sudah ibu pergi duluan ya..'' ibu Yuni sudah mau melangkah pergi, tapi ternyata sebelum benar pergi, Airin telah selesai dengan belanjaan nya dan itu membuat Bu Yuni kembali melihat kebelakang
''Pak saya sudah selesai'' Ujar Airin yang didengar ibu Yuni
''Oh i..iya'' sahut Erik pelan karena ia masih melihat ibu Yuni melihat mereka
Lalu dahinya ibu Yuni mengernyit bingung, melihat Erik Sedang bersama perempuan.. ibu Yuni pun kembali menghampiri
''Ini.. siapa nak Erik?'' tanya ibu Yuni penasaran lalu melihat Airin dari atas hingga bawah
Erik Hanya terdiam Bingung harus menjawab apa!
Airin Menolak pada ibu Yuni.. dan Airin masih jelas ingat dengan wajah ibu ini, yaitu yang pernah ada di rumahnya ibu Laras, dan Airin merasa tak enak dengan tatapan ibu itu
''Hei ibu bertanya padamu'' kata ibu Yuni lagi
''Bu ini istri saya'' Ucap Erik lantang
''A-apa I-istri?'' Bu Yuni tampak shock
''Iya Bu benar, dan maaf tidak mengabari ibu terlebih dahulu, karena kita menikah secara mendadak'' Jawab Erik menjelaskan dan berharap ibu mertuanya ini mengerti
''Kenapa kamu tidak bilang dulu pada saya nak Erik, setidaknya kamu kasih tahu saya, minta dulu pendapat kami, atau mungkin mengundang kami'' Kata ibu Yuni
__ADS_1
''Bu, tolong maafkan saya sekali lagi, bukan maksud saya tidak mau memberi tahu ibu terlebih dahulu. tapi ya memang ini sangat mendadak'' ujar Erik
ibu Yuni memperhatikan Airin, lalu ibu Yuni akhirnya seperti mengingat Airin.. ''Kamu ini bukannya yang dulu pernah ada dirumahnya Laras ya, yang cucuku saat itu memanggil mu Mama?'' Kata ibu Yuni menunjuk pada Airin
Dengan terpaksa Airin mengangguk ''I-iya Bu itu saya'' Jawab Airin
''Apakah kalian sudah lama kenal, atau bahkan berhubungan?'' tanya ibu Yuni kembali
''Tidak Bu, saat itu kita belum ada hubungan apa-apa.. dan memang pernikahan ini sangat mendadak,'' Jawab Erik
''iya Bu. dan saat itu saya hanya sedang bekerja'' sahut Airin juga
Tiba-tiba ponselnya ibu Yuni berdering ada yang menelpon nya.
[Halo]
[Iya Ok Tante kesana sekarang]
[Iya]
Tut panggilan terputus..!
''Baik Bu. saya akan menjelaskan semuanya yang terjadi kepada ibu'' jawab Erik
''Bagus. kalau begitu saya harus pergi sekarang, karena keponakan saya sudah mau pulang'' Ucap ibu Yuni
''Baik Bu. hati hati dijalan'' Kata Erik
''Hm..'' ibu Yuni pun berlalu pergi
''Maaf ya kalau kamu tidak nyaman dengan keributan tadi'' Ucap Erik menatap Airin
''Iya tidak apa-apa kok'' jawab Airin
''Ini kamu sudah belanjanya?'' tanya Erik dengan menatap belanjaan yang Airin pegang
Airin mengangguk ''iya sudah''
''Ok kalau begitu saya bayar dulu dan setelah itu kita langsung pulang saja ya'' Ajak Erik
__ADS_1
''Iya baik'' sahut Airin
Dan mereka berjalan menuju kasir untuk Erik membayar semuanya..
Dimobil..
''Boleh aku bertanya sesuatu?'' Kata Airin bertanya menatap Erik
''Ya, tentu'' sahut Erik menoleh pada Airin dan kembali fokus ke depan
''Em.. itu aku mau bertanya, ibu yang tadi itu siapa ya?'' itu yang ingin Airin pertanyakan pada Erik
''Oh. itu tadi mantan mertua ku. neneknya Salsa juga'' jawab Airin
Othor mau tanya bagusnya bilang mantan mertua, apa ibu mertua ya? kaya gak enak aja gitu sebut mantan mertua. coba di kritik gaes
''Oh jadi ibu itu neneknya Salsa'' Kata Airin lagi
''Iya , maaf ya kalau sikapnya tadi seperti itu'' kata Erik
''Hm gak apa-apa kok'' sahut Airin
Jadi ibu itu neneknya Salsa. pantas saja saat itu ia sepertinya tidak suka dengan ku saat Salsa menyebut ku Mama... karena ia ibu dari Mama kandung Salsa Kata batin Airin berbicara
Tiba di rumah..
Semua orang sudah pada tertidur.. karena semua lampu sudah dimatikan
''Saya sudah siapkan lemari pakaian untuk mu. simpan saja semua disana'' tunjuk Erik pada lemari yang baru dia beli
''Baik pak.'' kata Airin
''Saya mau bersihkan badan dulu'' kata Erik dan masuk ke kamar mandi
''iya'' sahut Airin yang mau membereskan barang belanjaan nya tadi ke lemari yang sudah Erik siapkan di kamar mereka ini
Didalam kamar mandi. saat sedang melakukan aktivitas nya. Erik senyum-senyum sendiri. membayangkan reaksi Airin, saat melihat sesuatu yang Erik masukkan kedalam paper bag yang Airin bawa
Hmm aku sebenarnya ingin melihat langsung reaksinya. saat melihat barang yang ku masukkan bersama belanjaan nya tadi. tapi aku takut dia pasti sangat malu. kalau aku melihatnya langsung. dan kita lihat saja nanti apakah dia akan bertanya pada ku atau tidak.. Dengan terkekeh Erik membayangkan nya..
__ADS_1
Bersambung...