
Gaes kalian gereget ya sama si Sumi, eh sama si Erik maksudnya... iya nih othor juga greget, pengen cubit burung mas Erik . Ha😎
tapi kalian jangan greget juga dengan Airin, kenapa? kita lihat nanti....
Erik menyetujui Sumi pembantunya ini ikut dengan nya, karena sebenarnya Erik mempunya rencana.. Erik sudah curiga dengan gelagat dan kelakuan pembantu muda ini..
Sumi tiba-tiba ingin masuk mobil di depan, Erik tentu kaget ''Eh sum kamu dudukan di belakang'' peringat Erik
''Eh iya pak maaf'' Ucap Sumi menunduk lalu membuka pintu mobil belakang dengan hati yang dongkol. tentunya
Dan di perjalanan Erik semakin merasa pembantu nya ini semakin aneh saja.. terlalu berani. pikir Erik , dan sudah muter muter Erik tak menemukannya juga pedagang sate . yang di pinta istrinya itu, mana Erik mengantuk lagi.
Lalu Erik menghentikan laju mobilnya, Erik membuka aplikasi online makanan itu, Sebelumnya Erik sudah memberi tahu Airin, dan akhirnya Airin meminta sate dari online saja.. Sumi penasaran, tapi tak lama Sumi tersenyum miring. ''Aduh... aduh'' Tiba-tiba Sumi merintih kesakitan
Erik kaget dan langsung Menik Padanya, ''Sum kenapa kamu?'' Tanya Erik Bingung tapi tidak khawatir
''Ini pak. aduh tiba-tiba perut saya sakit'' Ucap Sumi yang menunjukkan ekspresi sakit
Aneh kok tiba-tiba. Padahal tadi dia baik-baik saja deh..
''Yaudah lebih baik kita pulang'' Ujar Erik
''Tapi pak. ini ini beneran sakit, dan sepertinya saya butuh kehangatan'' Ucap Sumi
''Kehangatan . apa maksudmu?'' Ucap Erik dengan suara keras
''Maaf pak bukan seperti ini itu, tapi...''
Erik pulang dengan perasaan yang marah, Erik kesal dengan pembantu nya itu. Airin yang melihat Erik datang dengan muka masam, Merasa heran . ''Mas kenapa?'' tanya Airin menghampiri Erik
''Aku ingin pembantu kita itu di pecat saja'' ucap Erik
Airin yang tak mengerti pun menatap Erik bingung ''Kenapa di pecat mas, memang dia melakukan kesalahan apa,?'' tanya Airin
''Rin. wanita itu lancang, dia sudah kelewatan batas''
Airin semakin bingung ''Kelewatan bagaimana?''
Lalu Erik menceritakan lagu saat di perjalanan pulang tadi. pembantu itu meminta Erik untuk menekan tubuhnya, karena sedang sakit datang bulan katanya.. Erik mengatakan dengan wajah merah karena marah..
__ADS_1
tapi Airin justru tertawa. ''Ya ampun mas, cuma karena itu kok kamu marah sih mas.. ya memang sih kalau awal datang bulan itu suka sakit mas, aku juga kan Begitu dulu'' Ucap Airin
Erik menatap tajam pada Airin.. ''Ini beda Rin, karena wanita itu sangat lancang. aku ini adalah bos nya. memang ada ya yang seperti itu?''
''Ya maklumi saja lah mas. Sumi ini masih muda, umurnya juga masih 19tahun. mungkin dia tidak mengerti.'' Ucap Airin merasa tidak ada yang aneh
''Oh ya apa benar, anak 19tahun ganjen begitu. dan dia itu mau merebut suami mu ini'' Ucap Erik marah
''Ganjen? apa benar Sumi suka ganjen sama kamu mas.. tapi di depanku ah tidak''
''Ya tidak. tapi di belakang iya'' memang Erik ini sudah curiga dengan gelagat wanita itu, lalu Erik mengingat sesuatu di malam itu.
''Yank'' panggil Erik
''Hm.''
''Aku sepertinya ingat, soal obat keramat itu'' Ucap Erik tiba-tiba
Airin langsung menoleh. ''Apa, kamu benar meminumnya mass?'
''Bukan, tapi sepertinya iya''
''eh maksud mas, gini . mas memang tidak sengaja meminum nya. tapi. sepertinya ada yang sengaja kasih obat itu ke minuman nya mas''
Airin jadi ingin tahu dan segera menyahut ''Siapa mas?''
''Apa. kok bisa sih, maksudku mas dia itu terlalu muda untuk berbuat seperti itu'' Ucap Airin merasa tidak mungkin
''Ya karena dia sepertinya ingin menjebak mas, dan ya sudah beberapa kali sih memang dia terang-terangan mendekati mas'' Erik menerawang ke hari-hari sebelumnya
''Apa. mendekati kamu, ihh kok bisa sih oh apa mas kali yang genit genit sama dia'' Airin jadi menuduh Erik kan
''Kok kamu salahin mas sih yank.. gak lah masa mas genit sama pembantu model begitu lagi'' bantah Erik tentunya
''Ya terus kenapa bisa. tapi mas aku masih gak percaya Sumi yang melakukan itu. soalnya dia kan masih kecil, juga dia sepertinya lugu''
''ya memang begitu kenyataannya.. mas juga sebenarnya tidak menyangka. tapi semakin kesini, tingkah nya semakin menunjukkan dia bukan perempuan baik-baik, apalagi setelah dia masukan obat itu. mas sudah tidak percaya lagi padanya, dan besok kita pecat saja dia''
''Tapi mass, dia kan lagi butuh pekerjaan ini. untuk membantu orang tuanya, dia kan disini untuk mengganti bibi yang kemarin berhenti karena suaminya sakit'' Sebenarnya Airin tak tega juga
__ADS_1
''Lalu. apa kamu ingin dia semakin jahat dan berbuat lebih lagi pada mas, dia sampai bisa mendapatkan yang dia mau. kamu mau mas di rebut olehnya''
''mass kok gitu sih bicaranya, ya gak mungkin dia bisa dapetin mas. kalo mas nya menghindar, ya kecuali mas mau dideketin dia''
''Gak ada pokoknya.. mas sudah putuskan besok kita pecat saja. si Sumi, sudah jangan membantah'' dan setelah itu Erik kembali berbaring dan melanjutkan tidurnya
Pagi harinya.. Erik mendiamkan Airin, Erik kesal juga dengan Airin.. apakah Airin mau dia diambil wanita lain, dan Erik kesal karena Airin masih memikirkan si Sumi yang jelas-jelas sudah punya niat jahat untuk hubungan mereka.
''Mass, kok kamu diam aja sih dari tadi. kamu juga gak peluk aku saat bangun tidur tadi'' sekarang Airin duduk di samping Erik
''Ya kamu pikir saja sendiri, apa yang buat aku begini'' Ucap Erik masih acuh
''Mass. sudah dong diam diam nya, iya deh aku yang salah aku minta maaf. tapi aku semalam itu cuma merasa kasian saja kok''
''Kasihan ya. tapi apa kamu ingin suami mu di rebut wanita lain, kamu tidak marah gitu?'' tanya Erik
''Ya aku gak terima lah kamu di ambil orang. iya aku setuju kok Sumi di pecat.''
''telat.''
''Hah telat bagaimana?''
''Ya kamu telat menyetujui nya. mas sudah usir dia''
''langsung kamu usir mas?''
''iya''
''Yaudah. berarti sekarang gak diam-diam lagi kan?''
''Masih kok''
''eh kok begitu sih mass..''
''Ok gak diam-diam, tapi ada syaratnya'' Erik menatap Airin
''Apa?'' Pakai syarat segala pikir Airin
''Kita main dulu'' bisik Erik membuat buku kuduk Airin meremang
__ADS_1