
Kesalahan yang Salsa buat. adalah ia menuruti keinginan pikirannya yang tiba-tiba muncul dan mengatakan harus menemui Adrian..
Sekarang Salsa tidak akan melakukan kesalahan itu lagi. sekarang dia akan menyelesaikan masalah nya ini oleh dirinya sendiri. tanpa harus di bantu oleh orang lain.
lalu tiba-tiba Salsa ingat kalau saat kuliah dulu ia sempat punya kenalan yang bergerak di bagian hukum.. Dan orang itu sekarang sudah sukses menjadi seorang pengacara. Salsa langsung tersenyum senang.. dan ia harus segera bertemu dengannya.
''Semoga saja. Setelah aku minta bantuan ke dia, masalah ku ini Cepat selesai'' ucapnya berbicara sendiri
Setelah menemukan nama kartu orang yang Salsa pikirkan tadi. segera ia menghubungi nya
Dan syukurlah orang itu masih mengenal Salsa juga ada waktu untuk mereka bertemu..
maka disinilah mereka sekarang.. di kafe pavorit Salsa dan kawan-kawan.!
''Hai.. sorry nunggu lama'' sapa orang yang sedang Salsa tunggu
''Eh hai, gak lama kok, aku juga baru sampai, oh ya gimana kabarnya nih?'' Tanya Salsa dengan menyalami tangan orang itu
''Saya baik. gimana dengan kamu?'' tanya balik nya, dan mereka bersalaman.
''Ya seperti yang terlihat baik sih, cuma aku lagi punya masalah dikit'' jawab Salsa
''Oh ya. apa itu alasan mu meminta kita bertemu?''
Salsa menganggap ''Benar sekali. Tapi sebelum aku mulai cerita, ayo duduk dulu. kita pesan minum dulu'' ajak Salsa
''Ok..'' sahutnya lalu duduk . dan memilih minum Es teh. Salsa juga sudah memesan jus jeruk..
Sambil minum lalu Salsa Mulai bercerita, ''Aku punya masalah nih. dan aku butuh bantuan kamu, secara kamu tahu soal hukum''
''coba ceritakan dulu apa masalahnya?'' Kata Fero. Nama teman Salsa sewaktu kuliah dulu
''Aku kemarin punya clien di butik. dia ingin aku menyiapkan gaun pernikahannya. Tapi rupanya orang itu nikahnya sama suami orang . aku ingin dia bertanggung jawab atas keributan yang terjadi di butik ku. Karena bisa bisanya si istrinya itu marah-marah ke tempat butik. Padahal saat itu aku tidak tahu kalau clean ku mau menikah dengan suami orang.. Jadi aku ingin kau membantuku'' jelas Salsa panjang lebar
''Itu masalah gampang kok. aku bisa membantumu'' ucapnya Fero
Salsa tampak senang''Benarkah . ah syukurlah kalau begitu, Oh iya . tapi clien ku ini sekarang menghilang. aku tidak tahu dimana sekarang dia berada''
''Kamu bisa cari tahu dari istrinya pria itu'' Fero memberi usul
''iya benar juga ya. aku kok gak Kepikiran kesana sih'' kata Salsa
''Jadi gini Sa, sekarang kamu coba cari tahu dulu dimana keberadaannya. lalu saya akan bantu kamu dengan membuat Laporan tentang penipuan''
''iya udah. dan Makasih banyak kami udah mau tolongin masalahku ini'' Salsa tersenyum pada Fero
Fero membalas senyum Salsa dan mengangguk.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari. rupanya ada seseorang pria yang sedari tadi memperhatikan mereka. dari awal mereka datang pria itu terus melihatnya..
'' Itu kah alasannya dia Menolak permintaan Bunda. Karena dia sebenarnya sudah punya pasangan " ucapnya berbicara sendiri dan masih melihat pada Salsa dan Fero . Yang kalau orang lain melihat mereka memang terlihat seperti satu pasangan. Tapi kenyataannya tidak seperti yang pria itu pikirkan...
Sampai dirumahnya . Salsa lebih dulu menyegarkan tubuhnya.. ia Mun masuk kedalam kamar mandi...
Setelah dirasa tubuhnya lebih baik, Salsa tak membuang waktu. dirinya segera menghubungi si pembuat onar. Yang tak lain adalah istri pria itu.
Tut... melakukan panggilan.!
[*halo...]
[Halo. apa benar ini dengan Mbak Eva]
[Ya benar. ini siapa]
[Saya pemilik butik. saya langsung saja bilang saya mau meminta alamat Wina]
[Oh iya iya. bagaimana apa kamu sudah membatalkan rancangan gaunnya]
[itu sudah pasti. tapi sebelum itu saya harus bertemu dan berbicara dulu dengan Wina, jadi tolong beritahu alamatnya. Anda pasti tahu bukan?]
[Baik akan saya berikan..]
[Ok*]
''Jl.. melati'' Salsa membaca nama jalan kantor Wina
''Sepertinya besok saja aku pergi ke alamat ini. Hari ini aku istirahat dulu saja.'' ucapnya lagi, karena sebenarnya Salsa sedikit merasa dia kurang sehat hari ini..
...----------------...
Sebelum pergi. Salsa akan mengajak dua sahabatnya itu untuk menemaninya pergi ke kantor Wina.. bukan berarti dia takut berhadapan dengan wanita itu, hanya saja dia butuh dukungan dari dua sahabatnya.. Yang pastinya itu bisa membangkitkan semangat nya lagi
kali ini biarkan Pricilla yang menyetir mobil..
''Dimana alamatnya Sa?'' tanya Pricil
''Di jl.Melati Cill'' jawab Salsa
''Oh ok kita berangkat sekarang''
''Kemarin
Lo datang ke kafe sama siapa Sa?'' tanya Maura
''Sama Fero.. Lo tahu dari mana?'' tanya balik Salsa. Karena dia belum. sempat cerita ke teman temannya itu.
__ADS_1
''Kemarin si Adrian yang kasih tau?''
''Kok bisa?''
''iya karena dia kemarin ada juga disana. dan katanya lihat Lo lagi sama cowok.. oh ternyata si Fero'' jelas Maura
Pricilla dan Maura juga pernah mengenal Fero. Karena mereka memang satu kampus dulu, cuma beda jurusan...!
''tapi ngapain dia pake tanya ke Lo segala.. kepo banget'' cetus Salsa
Maura menggidikkan bahunya . pertanda ia juga tidak tahu. maksud Adrian , ''gak tau. dia tiba-tiba aja kirim pesan, dan bilang lagi lihat Lo sama cowok''
''Dia merasa cemburu kali Sa'' Pricilla ingin menggoda Salsa
''Cemburu apa sih.. Lo kalo Ngomong suka ngasal'' bantah Salsa
''Ya kan bisa jadi iya Sa, dia merasa gak terima Lo di deketin cowok lain''
''Sekali lagi Lo bicara kaya gitu, gue akan marah''
''Dasar bocah''
''Bodo..''
''Tapi Koo si Adrian kaya sering ada di kafe itu juga ya. aneh gak sih, gak mungkin kan dia ikutin kita atau mungkin ikutin Lo gitu Sa?''
''Oh iya gue lupa.. guyss sebenarnya katanya sih itu kafe punya si Adrian..'' Ucap Maura
''Ah yang benar Lo?'' merasa tidak percaya
''iya.. denger denger sih gitu.. Yang punya tuh si Adrian''
''Pantesan beberapa kali, dia ada disana juga''
''Jadi sudah jelas kan. Kalau dia disana itu bukan karena ikutin gue'' Salsa ingin menjelaskan yang tadi Pricilla katakan itu tidak benar.!
''iya iya.. gue tahu kok. lah kan tadi gue cuma bercanda Sa, kok Lo baperr gitu kalo bahas di Adrian?'' menatap heran
''Gue lagi gak mood aja. Kalau membahas tuh orang Terus, bahas yang lain bisa kan''
''Hm ok.. gimana kabar si Fero, dia udah nikah belum?'' mengalihkan pembicaraan.
''Pas gue tanya sih katanya belum. masih cari yang cocok dengannya''
''Kenapa Lo gak sebutin aja nih ada di Maura, yang ngebet nikah''
''Njirr.. Lo dari tadi ngomong ngasal Mulu ya Cill,, pantes aja si Salsa gak mood.. Orang mulut Lo itu pedes''
__ADS_1
bukannya tersinggung dengan Ucapan Maura . Pricilla justru tertawa kencang... begitulah Mereka ada saja yang mereka ributkan tapi itu justru mengurangi rasa bosan...