Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda

Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda
23


__ADS_3

Sesaat setelah melihat tadi ada pergerakan dari tangan Adrian.. Bunda segera memanggil dokter untuk melihat dan memeriksa lagi kondisi Adrian..


''Bagaimana Dok keadaan nya?'' tanya Bunda


''Keadaan nya sudah mulai stabil. Hanya masih perlu waktu untuk kembali sadar. dan hanya satu cara''


''Apa dokter''


''teruslah mengingatkan Pasien dengan hal-hal yang berkaitan dengan nya. semisal tentang sodara teman dan orang terdekat lainnya.. maka itu akan semakin memicu nya untuk segera mengingat dan kembali tersadar'' Ucap dokter


Bunda jadi kepikiran tentang tadi pas saat dirinya menyebut Salsa. Adrian langsung gerak walau hanya tangan nya saja. apakah benar Adrian juga sebenarnya ingin bertemu Salsa?


''Oh begitu ya dok.. Jadi saya harus mengajak Adrian bicara dan mengingat kan nya lagi pada teman terdekatnya?''


''Betul Bu. dan saya yakin itu akan sangat membantu pasien dalam kesadarannya'' jelas dokter itu lagi


''oh yasudah baik dokter saya akan mencoba nya. terima kasih dokter''


''Baik Sama-sama Bu. saya permisi''


''iya Dok'' tersenyum


Bunda sedikit ragu apakah harus dirinya menyuruh Salsa untuk kesini. Tapi bunda ingin Adrian cepat sadar dan mungkin dengan kedatangan Salsa akan ada perubahan?


cukup lama Bunda berpikir, hingga akhirnya Bunda pun memutuskan untuk bertemu dahulu dengan Salsa..


Setelah tadi Bunda menghubungi Salsa dan disinilah mereka.


di kafe milik Adrian.


''Tante ada apa? apa terjadi sesuatu lagi pada Adrian?'' tanya Salsa


''Adrian masih sama kondisinya. dia masih juga belum sadarkan diri, hanya Tante sangat berharap kamu bisa datang ke rumah sakit'' Bunda langsung berbicara ke intinya..


''Iya tapi. ada kah sesuatu yang terjadi?''


''Tidak ada. Tapi Salsa kata dokter Adrian akan cepat sadar bila ia bertemu dengan seseorang yang memiliki kedekatan dengan nya''


Salsa tak mengerti ''Tapi apa maksudnya saya Tante? bukankah saya tidak terlalu dekat dengannya?'' bingung


''begini Salsa. saat tadi saya mengatakan nama kamu. Adrian ada sedikit menunjukkan reaksi walau hanya dengan menggerakkan tangan dia. Jadi saya putuskan saya ingin kamu coba datang dan mengajak Adrian berbicara'' Bunda menjelaskan detailnya.


''benarkah?'' antara senang dan tak percaya


''Benar Salsa. saya bicara sebenarnya. dan dokter pun menyarankan seperti itu. dan saya yakin kamu yang bisa menyembuhkan Adrian''


''Tapi Tante, saya tidak mengerti. Karena bukankah saya dan Adrian tidak terlalu dekat.''


''iya tapi kamu mau kan mencobanya dulu. Tante mohon''


sedikit berpikir. mungkin ada benarnya yang dikatakan oleh bundanya Adrian. walau sedikit ragu. akhirnya Salsa memutuskannya untuk datang ke rumah sakit


''Baik Tante saya akan menemui Adrian.. dan maaf kalau kemarin-kemarin saya tidak menjenguknya. kebetulan di butik lagi banyak sekali pekerjaan''


''Oh ya tidak apa-apa Salsa. Tante mengerti kok dengan masalah itu. bahkan Tante sangat berterima kasih. kamu mau datang lagi''


''Iya Tante'' tersenyum

__ADS_1


keduanya pun melanjutkan obrolan ringan sambil menikmati minuman yang sudah dipesan, dan Bunda juga sesekali bertanya soal pekerjaan dan keseharian Salsa....


......................


Besoknya..


sesuai Dengan yang diucapkan oleh nya kemarin. bahwa Salsa akan datang ke rumah sakit.. maka sekarang Salsa sedang bersiap-siap untuk pergi.


kebetulan hari ini memang di butik tidak terlalu ramai, dan mungkin setelah pulang dari rumah sakit. baru Salsa pergi ke butiknya..


''Ma...'' memanggil Airin


''Ya sayang'' sahut Airin sedang menyiram tanaman


''Ma, aku mau pergi ke luar dulu ya'' ucap Salsa


''oh mau pergi kemana?'' tanya Airin . Karena dia harus tahu kemana anak-anaknya itu pergi


''Aku mau jenguk Adrian. teman sekolah kecil dulu'' jawab Salsa memberi tahu


''Loh memang Adrian sakit apa?'' Mama Airin belum tahu


''Kemarin dia sempat mengalami kecelakaan'' jelas Salsa


''Apa kecelakaan Sa, ya ampun lalu bagaimana kondisinya?'' dengan nada cemas


''Ya dia mengalahkan cedera di kaki dan masih belum sadarkan diri''


''Ya Tuhan.. separah itukah Sa?


Salsa mengangguk ''iya ma.'' jawabnya


''Iya ma. nanti aku sampaikan. yaudah aku berangkat ya ma''


''iya hati-hati dan ingat jangan mengebut ya'' Airin mengingatkan


''Baik ma''


Salsa pergi sendiri. dan mengendarai mobilnya sendiri juga.


sampai beberapa menit, sampai juga mobil merah itu di halaman rumah sakit, dimana Adrian berada


setelah memarkirkan mobilnya dengan sempurna. Salsa segera turun dan berjalan menuju ruangan . Dimana kemarin dia juga disini.


sampai di depan pintu ruangan kamar Adrian.. sedikit gugup Salsa saat ini..


Tok Tok


Salsa mengetuk pintu..


pintu terbuka, dan terlihat senyum dari wanita yang masih terlihat muda itu.


''Eh kamu sudah datang Sa,'' sambil tersenyum


''Iya Tante'' balas Salsa juga tersenyum


''Yasudah ayo ayo masuk'' ajaknya dan membuka pintu lebar-lebar

__ADS_1


''baik Tante'' kata Salsa.


Salsa masuk dan berjalan sedikit mendekat Adrian yang masih berbaring dengan menutup matanya itu.. Salsa sekilas menatap Adrian lalu kembali melihat pada bunda Nya..


''Tante apa kabar?''


''saya baik Salsa. silahkan duduk dulu'' ajak Bunda


Salsa duduk di depan Bunda..


''Adrian masih sama Sa, masih belum menunjukkan tanda kesadaran'' Ucap bunda dengan nada sedih


''Sabar Tante, Adrian pasti sembuh dan semua akan baik-baik saja'' menenangkan bunda nya


''iya semoga ya Sa? dan sebenarnya Tante berharap juga kamu bisa membantu'' menatap Bunda


''saya akan coba sebisa saya ya Tante'' sahut Salsa


''Tentu Salsa.. dan saya sangat berharap dengan adanya kamu disini. Adrian cepat sadar '' dengan penuh harap


Salsa hanya tersenyum.. ''Semoga ya Tan''


''Hm.. oh ya kamu tidak apa-apa kan saya tinggalkan dulu. saya harus mengurus sesuatu dulu'' Ucap bunda


''Oh iya tidak apa-apa. Tante bisa langsung pergi kok'' balas Salsa


''Baik Salsa. kalau begitu saya pergi sekarang. dan saya titip jaga Adrian sama kamu sebentar ya'' ucap bunda


''iya Tante'' sahut Salsa


bunda mengambil tas nya dan mendekati Adrian lalu berkata ''ssyang bunda pergi dulu sebentar ya.. bunda sudah titipin kamu pada Salsa..''


''Tuh Salsa nya sudah datang sayang Cepat sembuh'' lanjutnya dengan berbisik


''Sa. Tante pergi sekarang ya''


''iya Tante, Tante tenang saja. karena disini ada saya jagain Adrian'' sambil tersenyum


Tante balas tersenyum sambil mengangguk.. ''terima kasih Salsa.. kamu sudah sangat baik''


''samasama Tante, sebenarnya saya juga ada salah karena saya yang menyuruh Adrian untuk datang ke restoran kemarin jadi sampai seperti ini''


''Tidak nak. sudah Jangan salahkan dirimu. semua sudah berlalu dan ini adalah takdir''


''iya Tante'' sambil coba Tersenyum


''Yasudah Tante pergi ya''


''Baik Tante hati-hati''


''iya''


Setelah itu bunda berlalu pergi...


sebenarnya bukan hanya karena ada suatu pekerjaan saja bunda ini pergi. Tapi karena bunda memberiku waktu untuk Salsa. untuk mengajak bicara pada Adrian berdua..


disini bunda bukan ingin memanfaatkan Salsa, tapi bunda sangat ingin Adrian Cepat sadar. dan bunda juga berharap dengan adanya Salsa bisa membantu penyembuhan Adrian hingga stabil. Tapi kalau ternyata masih sama, bunda disini akan berusaha lagi. dan semua bagaimana akhirnya

__ADS_1


bunda serahkan kepada sang khalik


''Dri.. Adrian?''


__ADS_2