Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda

Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda
Airin kritis


__ADS_3

Erik mengikuti sang perawat yang membawa anaknya ke ruangan bayi. setelah sampai Erik pun langsung menggendong anaknya ini lalu Erik mengadzani putra pertamanya itu..


Erik meneteskan air mata, saat melihat wajah sang buah hati..


''Hai junior, ini Daddy sayang.. terima kasih karena kamu telah hadir di kehidupan kami.. Telah membawa kebahagiaan untuk kami semua, sayang'' Erik mencium Anaknya..


''Baik pak, karena anaknya sudah di adzani, sekarang biarkan saya membersihkan anaknya. dan bapak silahkan kembali ke ruangan istri bapak'' ucap suster


''Yasudah, sus tolong jaga anak saya ini. dan kalau butuh perlengkapan yang lainnya lagi segera kasih tau saya'' Ucap Erik


''iya baik Pak. pasti saya akan segera memberi tahu Anda''


''Ook. kalau begitu saya permisi. sayang Daddy keluar dulu ya. Daddy harus menemui Mama kamu dulu, nanti Daddy kesini lagi'' Ucap Erik Kepada Anaknya.


Lalu Erik kembali ke ruangan dimana tadi Airin berada,


''Rik..'' panggil Mama dengan nada cemas


''ma, ada apa''


''Rik. Airin''


''Ada apa ma.''


Sebelumnya..


para perawat saling keluar dan masuk dari ruangan operasi.

__ADS_1


Mama juga ibu Ros saling menatap heran,


''Sus .ada apa ini?'' Tanya Mama


''Ini Bu, pasien yang tadi melahirkan Caesar. kondisinya semakin memburuk kritis Bu. dan ini sedang di persiapkan alat bantu..'' Ucap sang perawat


''A-apa.. sus itu namanya Airin bukan?'' tanya ibu Ros sudah gemetar


''iya benar Bu. namanya nyonya Airin''


''Tidak, tidak mungkin. Airin anakku'' Ibu Ros lemah langsung tak sadarkan diri.


''Bu. Bu bangun, Sus tolong besan saya di bantu. dan tolong periksa'' Ucap Mama Laras Kepada perawat yang lain


''Baik Bu.''


Mama Laras juga sebenarnya sangat shock dan terpukul mendengar kabar bahwa menantunya Kritis..


''Nenek. Mama kenapa nek, nenek Los juga kenapa bica pingcan cepelti itu nek?''


tapi Mama Laras bergeming tak menjawab panggilan sang cucu. Mama Laras hanya menggeleng lemah dan memeluk sang cucu.


kebetulan setelah itu. Erik sudah kembali. Erik buru-buru menghampiri Mama nya.


''ma, ada apa?'' tanya Erik cemas


''Rik, Airin..''

__ADS_1


''Airin, ada apa dengan Airin ma?''


''Airin kritis. sekarang dia sudah di ICU''


''Tidak ma. tidak mungkin, ma kenapa bisa'' Erik shock dan serasa tulangnya melunak dia langsung terduduk lesu


''Iya tadi setelah anak mu di bawa keruangan nya. perawat itu lalu mengatakan kepada Mama, kalo Airin Kritis''


''ma. kenapa bisa seperti ini, ma Erik tidak mau kehilangan dia'' Erik menangis


Mama ikut menangis dan memeluk Erik, untuk menguatkan anaknya ini


''Sabar sayang. kamu harus kuat demi anak anakmu, dan istrimu'' mengusap bahu Erik


''Tapi ma, Erik takut dan . juga dia bahkan belum melihat anaknya. ma apakah Airin tidak ingin melihat wajah putra nya.''


''sudah Sudah. sebaiknya kita tunggu disana di ruangan ICU. dan kita berdoa saja untuk kesehatan Airin. oh ya Rik tadi mertuamu juga pingsan begitu mendengar kondisi Airin.''


''Yasudah ma, kita sebaiknya lihat kondisi ibu dulu.. batu setelah itu Erik ke ruangan Airin''


''iya ayo''


''Daddy Mama kenapa Dad, Calca mau beltemu Mama''


kini Salsa sedang di gendongan Erik


''Sayang. Mama kamu masih belum sadar, kita doakan saja ya untuk kesembuhan Mama kamu. biar kita bisa berkumpul lagi. dan biar Mama bisa melihat adik kecil mu'' Erik berujar dengan lelehan air mata

__ADS_1


__ADS_2