
''Spesial kak'' ulangnya Airin
''Iya Airin. ini sangat spesial.'' jawab Rafael
Airin tiba-tiba tersenyum tipis dan juga Pipinya terasa panas.. Airin sedikit tersentuh kala mendengar kata spesial.. apa lagi ini yang berkata dari seorang pria
Erik diam-diam memperhatikan mereka, dan Erik tak suka dengan ekspresi Airin. yang Seolah suka. saat pria itu mengatakan akan membawanya ke suatu tempat tadi...
''Gimana Rin?'' Tanya Rafael lagi. kala Airin belum juga menjawab
''Em kak aku....''
Jawaban Airin terputus karena Erik menyelah Ucapannya
''tidak bisa,'' Ucap Erik dengan suara cukup tinggi hingga ibu, Airin dan Rafael, kompak menatapnya
'' dan maaaf karena besok Airin harus pergi kerumah ku . untuk bekerja lagi mengasuh putriku. ingat kamu izin Hanya satu hari. jadi besok kamu kembali bekerja.'' lanjutnya Erik lagi
''Tapi pak...'' Kata Airin ingin membantah
''Jangan membantah, dan tapi apa? bukan kah benar kamu izin hanya satu hari ini saja. jangan beralasan,'' sela Erik kembali dan Erik harus bisa menghalangi pertemuan mereka besok
__ADS_1
''Memang kamu kerja, dari jam berapa Rin? dan pulang nya kapan?'' Tanya Rafael ingin mencari waktu yang pas agar Airin bisa pergi dengannya nanti
Oh tidak. Erik melupakan hal itu, bukankah. Airin bekerja dirumahnya hanya sampai pukul Enam sore.. dan pasti mereka bisa bertemu dong saat malam harinya... hingga ditempatnya Erik sudah ketar-ketir.. jangan sampai Airin mengatakan Waktu nya selesai bekerja..
''Besok Airin lembur'' Ucap Erik lagi tidak membiarkan Airin menjawab nih
''Pak kok lembur sih, memangnya ada apa?'' Tanya Airin yang Bingung dengan sikap ayah dari satu anak itu. dan anak dari majikannya itu yang sangat aneh ini
''Ya memang ini sangat mendadak. dan besok kamu lembur.'' Jawab Erik menatap Airin dengan tegas
Apa apaan dia, seenaknya saja menyuruh ku lembur. dan apa katanya tadi ini mendadak. aku yakin ini tuh pasti cuma akal-akalan dia doang nih iya pasti.. Kata hati Airin
''Kak maaf ya kalau besok aku gak bisa. kakak dengar sendiri kan. tadi yang diucapkan Pak Erik majikan saya, dia menyuruh ku lembur.. tapi kak tenang lusa saja ya kita pergi..'' Jawab Airin memberi pengertian
Oh jadi kau akan pergi dengannya lusa nanti.. tidak akan aku biarkan kau pergi dengannya.. aku akan pastikan, kau tidak akan menemuinya. lihat saja apa yang akan ku lakukan.
kata hati Erik .
Rafael tersenyum senang.. tidak apa-apa, tidak bisa besok juga. yang penting Airin mau pergi besoknya lagi.. Begitu pikir Rafael ''Iya tidak apa-apa Airin. tapi benar ya besoknya mau pergi dengan kakak.?'' Kata Rafael dan memastikan lagi kalau Airin akan mau pergi dengannya nanti
''iya ok . kita nanti perginya.'' angguk Airin
__ADS_1
''Ok baik Airin, terima kasih kamu sudah Meu kakak ajak. ini kayaknya sudah malam ya. sebaiknya saya pulang sekarang ya. dan kamu juga ibu pasti ingin istirahat juga kan?'' Rafael pun beranjak dari duduknya
''Kenapa buru-buru Nak. '' ujar ibu Ros
''Iya Bu lain waktu saja. nanti saya main lagi kesini, ibu sebaiknya segera istirahat kamu juga Rin . maaf kalau saya mengganggu'' Ucap Rafael dan saat mengatakan ucapannya yang terakhir dia menatap pada Erik
Pun demikian Erik yang memang sedari tadi melihat padanya, dengan tatapan dinginnya..
''Tidak mengganggu sama sekali kok Nak, ibu malah senang, dirumah ibu banyak orang. tidak sepi'' Jawab ibu Ros dengan tersenyum
''Yasudah Bu . saya permisi, Rin kakak pulang ya'' pada Airin dan ibu Ros pamitnya
''Iya kak . hati-hati dijalan..''
Setelah Kepergian Rafael, ibu Ros juga pergi ke kamarnya entah untuk apa.
hingga kini di ruang tamu. tinggal hanya ada Airin dan Erik saja.. ''Pak tolong dong Jangan seenaknya. langsung bilang aku di kasih lembur, apalagi ini mendadak,'' Ujar Airin mencoba mengungkapkan protes nya
''Dengar, aku tidak perduli. dan aku tidak suka bantahan.. kamu menurut saja bisa kan?'' Kata Erik tak mau dibantah
''Terserah...'' Setelah mengatakan itu Airin melengos pergi ke kamarnya, meninggalkan Erik dengan Salsa terserahlah apa tanggapan Erik . Airin tidak perduli
__ADS_1