Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda

Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda
11


__ADS_3

Dan sekarang akhirnya kasus tentang Wina sudah selesai teratasi... Salsa pun kembali seperti semula. dengan aktivitasnya di butik nya


Dan semua ini ia jadikan pelajaran kedepannya. untuk lebih berhati-hati memilih konsumen pembeli..


Juga sebenarnya disini dia tidak bersalah, karena dia sendiri tidak tahu akan terjadi hal seperti ini.


Sekarang Salsa sedang berada di restoran dan menunggu seseorang. Yang kata nya terjebak macet.


Lalu tak lama datang lah menghampiri Salsa, ''Hai.. sorry lama'' Ucapnya lalu duduk dihadapan Salsa yang sedang bermain Ponsel


Salsa mendongak dan menatap pada orang yang datang .


''Iya tidak apa-apa kok'' Ucap Salsa sambil tersenyum kepada Ferro.


mereka memang janjian lagi untuk bertemu, Tapi kali ini bukan hanya berdua saja. Tapi juga dengan Maura dan Pricilla juga hadir, hanya saja mereka masih ada sedikit pekerjaan lagi katanya..


jadi tadi itu Salsa sudah lebih dulu tiba, karena ya di butiknya tidak terlalu sibuk. dan juga disana sudah ada asistennya yang selalu mengurusi butik milik nya..


''Oh ya, mana teman mu yang lain?'' Tanya Ferro


''Sebentar lagi mereka kesini kok. katanya ada yang harus mereka kerjakan dulu'' jawab Salsa


''Oh gitu.''


''iya. eh kamu pesan saja dulu. sambil menunggu mereka'' suruh Salsa


''yasudah'' Ferro pun lantas memanggil waiters dan memesan kopi. juga tadi Salsa sudah lebih dulu memesan jus alpukat. .


sambil menunggu mereka kembali mengobrol dan juga terkadang saling tertawa bersama..


Dan walaupun kasus yang kemarin itu sudah selesai. Tapi kedekatan mereka justru semakin terlihat. mereka sekarang bertambah semakin dekat saja.


Lalu..


Pricilla juga Maura, telah sampai di restoran. pertama mereka celingukan untuk mencari keberadaan Salsa dan Ferro..


''Cill. itu mereka disana'' kata Maura sambil menunjuk keberadaan Salsa


''Oh iya . yaudah yu kita kesana'' kata Pricilla Begitu melihat juga


maka keduanya berjalan menghampiri dua orang yang sedang asyik mengobrol atau mungkin menceritakan sesuatu. karena sampai tidak menyadari kedatangan Maura dan Pricilla.


''Hei.. lagi ngobrolin alasan sih, serius banget kayaknya?'' tanya Pricilla mengagetkan keduanya


''Eh Cill Ra,, kalian udah datang. kok gak kedengaran'' Ucap Salsa menatap keduanya bergantian


''Ya gak bakal denger lah. orang Lo asyik banget gitu ngobrol sama cowok ganteng'' kata Maura sambil menatap ke Ferro


''Gak gitu juga lah. ayo kalian ikut gabung'' ajak Ferro

__ADS_1


''Ok. thanks ya ganteng'' Ucap Maura


''Iya.. silahkan''


Maura Pricilla duduk ikut bergabung. ''MEmang tadi kalian lagi ngebahas apa sih?'' Pricilla bertanya


''Bukan apa-apa sih Cill.. kita tadi hanya ngobrolin saat kita kuliah dulu, udah gitu aja'' kata Salsa


''Tapi kok kaya seru gitu kalian bicaranya.sampai gak ngeh kita udah disini'' Ucap Maura


''iya Sa''


''Masa sih. perasaan biasa aja kok'' Ucap Salsa. Yang memang merasa biasa-biasa saja


''Yaudah sih kenapa kok jadi bahas ini. . mending Sekarang kita pesan makan dulu ya, baru setelah itu kita lanjutin ngobrol lagi'' Fero memberi usul


''Ok deh''


''Huum emang gue udah laper banget. kamu kok tahu aja sih Ferro'' tersenyum kepada Ferro


''Saya tahu pasti persoalan wanita''


''Hm.. beruntungnya nanti yang jadi istrimu'' celetuk Maura .


''Ra, Lo kenapa sih mendadak lebay gitu sih'' tegur Pricilla tampak tak suka


Perdebatan pun berhenti tepat sasaran datangnya waiters yang tadi Salsa panggil. segera Salsa memberikan mereka menu makanan agar berhenti berdebat..


''Ayo cepat mau pesan apa.. keburu sore'' kata Salsa


Lalu keduanya segera melihat-lihat menu. dan juga segera memesan,


barulah setelah selesai makan. kembali ke empatnya saling mengobrol lagi,


Tapi hanya Pricilla yang kadang cuma jadi pendengar. Pricilla hari ini tidak banyak bicara, juga tidak se ceria kemarin-kemarin saat dia mengejek Maura atau Salsa


Diam-diam Salsa pun memperhatikan Pricilla,. dan entahlah dia merasa ada yang aneh dengan sikap Pricilla... biasanya Pricilla akan sangat heboh dengan candaan-candaan atau ejekan seperti kemarin itu. Tapi hari ini Salsa melihat tampak ada yang berbeda dari Pricill..


''Oh ya . Fer, katanya kamu sudah sukses jadi pengacara ya?'' kata Maura


''iya benar, cuma saya juga masih belajar kok. dan bukan pengacara yang terkenal juga.'' kata Ferro menjawab


''Ya gak apa-apa sih Fer,, bagus kok kamu sudah jadi pengacara. dan aku yakin kamu pasti sudah banyak memenangkannya tender bukan?''


''Kamu ini bisa saja, tapi ya lumayan lah aku pernah beberapa kali menang tender di pengadilan''


Kamu sendiri sekarang apa pekerjaan mu?'' Tanya balik Ferro


''Aku sih jadi manager di kantornya Papa aku ,cuma sebenarnya aku pengen banget kerja di tempat orang, ya hanya saja. Papa melarang'' Ucap Maura

__ADS_1


''Di kantor papa kamu. Tapi maaf kenapa sebagai manager?'' Ferro penasaran karena kan kalau anak Bos biasanya dia juga ikut menjadi CEO


''Ya emang itu sudah jadi keputusan Papa aku.. setelah kuliah aku kerja mulai dari nol sih, gak langsung naik jabatan. kata Papa itu untuk melatih mental ku saat bekerja. Jadi katanya biar tahu susahnya kerja dan jangan mau enaknya doang'' Maura menjelaskan


''Ohh gitu.. bagus juga yang Papa kamu katakan, memang kita harus merintis sesuatu itu dari bawah dulu. biar nanti setelahnya kita merasakan puas nya''


''iya Fer, eh tapi kamu katanya belum punya pacar ya Fer'' kini Maura malah menanyakan hal yang lain Kepada Ferro


Salsa juga Pricilla yang dari tadi mendengar pembicaraan mereka. tampak terkejut ketika Maura malah bertanya soal pribadi


''Iya belum. kenapa gitu?'' Tanya balik Ferro


Maura tersenyum lalu menggeleng ''Ah tidak apa-apa bukan kenapa-napa hanya memastikan'' kata Maura


''Eh tapi. tahu dari siapa kalau aku belum punya pacar?''


''Dari Salsa'' sambil menunjuk lewat ekor mata kearah Salsa.


Ferro ikut menatap Salsa, dan Seolah meminta penjelasan yang lebih.!


''Emang benar sih aku yang bilang begitu. dan emang bener juga kan kalau kamu masih sendiri?'' kata Salsa


''Hm ya benar , cuma kenapa bisa kalian membicarakan soal itu?'' Ferro Ingin tahu


''Kalo gak salah sih saat itu Pricilla yang bertanya lebih dulu soal kamu dan status mu. iya kan Sa?'' Maura yang berkata


Tapi tiba-tiba Pricilla tersedak minumannya sendiri ''Uhukk uhuk''


''Ya AMpun Cill hati-hati'' Ucap Salsa


''Uhukk uhuk..'' Pricilla masih terbatuk-batuk


''Sorry gue ke toilet bentar'' Ucapnya dan berlalu pergi.


Sampai beberapa detik karena Pricilla belum juga kembali, Salsa akhirnya menyusul. dengan alasan dia juga ingin ke toilet.


Di toilet


''Cill. Lo Baik-baik aja kan?'' kata Salsa


Pricilla Menoleh ''Ya, gue baik kok Sa'' jawabnya


''Lo hari ini Kaya lebih banyak diam deh. serasa aneh tau gak'' kata Salsa lagi


''Aneh gimana ah. gue baik-baik saja Sa, udah ah Lo jangan berpikiran aneh-aneh. gue baik baik saja, kita balik saja yu'' ajaknya


''Yaudah. Tapi kalau ada apa-apanya atau ada hal yang serius . Lo segera cerita ke gue atau Maura, jangan Lo pendam sendiri ok''


''Ok siap.. gue pasti cerita''

__ADS_1


__ADS_2