Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda

Pengasuh Cantik Kesayangan Tuan Muda
Alasan Adrian


__ADS_3

Adrian Martadinata seorang pria kecil tampan dan juga dia sudah banyak mendapat piala juga hadiah dari bakat yang dimilikinya...


Dia Adrian masih kecil, tapi sudah pandai dalam beberapa olahraga, contohnya seperti kemarin.


tapi hal itu tidak lah membuatnya senang, karena untuk apa semua itu. kalau tidak bisa di perlihatkan kepada Ayah kandungnya. begitu pikir Andrian


Ya, karena kenyataannya. sampai detik ini dia belum pernah bertemu dengan Ayah kandungnya itu juga belum pernah melihat merasakan kasih sayang dari orang tua utuh.. karena pada dasarnya hanya Bunda nya lah, yang selalu ada untukmu selama ini....


Lalu saat itu Adrian tak dengan Mendengar satu murid perempuan, yang sepertinya sangat membanggakan sosok seorang Ayah.. dan itu sukses membuat Andrian kesal, atau mungkin dia iri


Lalu saat itu di sekolah ada suatu acara juga diharuskan untuk semua murid membawa serta orang tuanya juga..


Saat itu Adrian sangat murung karena rupanya hanya dia yang tidak hadir bersama Ayah nya.. Adrian sangat sedih juga kesal dengan hidupnya itu..


Lalu tak sengaja Adrian melihat gadis yang menyombongkan Daddy nya kepada teman temannya. sekarang benar Saja dia sedang bercanda ria dan tertawa bersama keluarganya yang utuh juga dengan teman temannya .


Adrian yang melihat itu entah kenapa menjadi tidak suka, dia tak suka melihat kebahagiaan Salsa... maka setelah Kejadian itu, dirinya sekarang jadi lebih tidak suka pada Salsa juga selalu menjahili Salsa,


sebenarnya itu bukanlah kesalahan Salsa, karena Salsa tidak lah tahu kalau Adrian keadaannya seperti itu.. karena Salsa hanya sekedar ingin memberi tahu saja pada tempatnya itu. tapi sungguh Salsa bukan berniat untuk menyakiti siapapun....


Lalu Kembali pada saat ini....


Erik tampak marah, saat mendengar putrinya di tendang bola oleh anak murid lain..


''Pokoknya aku ingin anak itu kena hukuman'' Pekik Erik marah


''iya mas iya. tapi ku mohon kamu yang tenang dong maass, lihat anak kita jadi ketakutan karena kamu marah-marah begini'' Ucap Airin


Erik pun mencoba mengatur nafasnya yang memburu karena kesal mendengar semua itu,,


''Kurang ajar sekali anak itu.. berani sekali dia berniat begitu pada putriku.. lihat saja besok aku akan langsung menegurnya juga gurunya yang tidak becus''

__ADS_1


''Mama, Calca takut''


''iya sayang sudah gak usah takut.. Daddy seperti itu karena khawatir pada mu juga tidak mau melihat mu terluka'' Airin mengusap kepala Salsa untuk menenangkan


''Ma, Calca pengen pulang'' rengek Salsa


''mass gimana?'' Airin meminta persetujuan dari Erik


''biar mas panggilkan dokter nya dulu ya, biar Daddy tanyakan pada dokter''


''iya mas..''


Salsa hanya mengangguk,


''Dokter apakah anak saya sudah boleh pulang?''


''iya doktel Calca udah cembuh kok. Calca pengen pulang saja'' ucap Salsa menyahut


Setelah selesai memeriksa kondisi Salsa, dan Syukurlah Salsa sudah sembuh dan sudah tidak ada yang dirasa sakit juga shock seperti tadi. maka dokter pun mengijinkan untuk Salsa bisa pulang sekarang..!


''sayang apa yang sakit Nak, ?'' tanya ibu khawatir


''gak ada yang cakit kokk Nek, Calca kan anak pintal''


''oh iya, tapi lain kali hati-hati ya Nak''


''iya nek pasti''


''Rin kata dokter itu gimana Salsa?''


''Semua baik baik saja kok Bu. Salsa cuma shock makanya dia pingsan, tapi iya sih ada sedikit kena pada tangan juga botol minum Salsa''

__ADS_1


''lalu siapa anak itu yang berbuat begitu pada Salsa?'' ibu penasaran


''Anak laki-lakinya disekolah saat itu sedang bermain bola. lalu ada seseorang yang menendang nya ke Salsa, tapi kita belum tahu itu di sengaja atau bukan'' Airin menjelaskan sesuai yang dia dengar dari guru sekolah.


''Walaupun disengaja atau bukan. tetap anak itu harus kena hukuman'' timpal Erik


''Iya aku setuju Untuk memberi efek jera pada anak itu. tapi tolong mas Jangan terlalu kasar juga keras, mereka masih anak Empat Tahun mas'' peringat Airin, karena dia takut Erik akan memarahi anak itu seperti memarahi anak yang sudah besar.. karena melihat dari reaksi Erik . Airin tahu kalau Erik sedang sangat marah...


Sebenarnya Airin bukan tidak ingin membela Salsa, atau dia membela anak yang melakukan itu pada Salsa.. tapi untuk memberi hukuman yang berat itu tidak lah benar, mereka hanyalah anak-anak..


Besoknya Erik segera ke sekolah dan menemui guru olahraga..


''Selamat siang pak'' sapa guru pada Erik


''iya siang, Anda pasti tahu bukan alasan saya datang kesini?'' menatap guru itu


''iya saya tahu pak Erik, dan ini semua memang kesalahan saya yang lalai''


''Tapi apa Anda tahu penyebab semua yang terjadi? dan siapakah anak itu yang sengaja menendang bola kepada putri ku?''


''Pak tolong maafkan murid saya . dia sungguh tidak sengaja melakukannya.. mereka masih anak-anak pak'' guru mencoba membuat Erik mengerti


Erik pun menghela nafas panjang... ''Ok saya tidak akan melakukan apapun terhadap anak itu, cuma saya ingin bertemu dengan anak itu juga dengan orang tuanya'' Ujar Erik


''Baik pak, saya akan menghubungi orang tua murid itu''


''Yasudah saya tunggu sekarang saja, saya ingin bertemunya sekarang''


''Baiik pak mohon tunggu saya hubungi dulu sekarang''


**Sorry ya gaes baru update soalnya ada acara hajatan keluarga. jadi masih. sibuk bantu-bantu. tapi pasti di usahakan untuk selalu update

__ADS_1


jgn lupa juga dukung selalu.. terima kasih banyak 💚**


__ADS_2