
Gaes. Menurut kalian bab kemarin bikin baper gak sih.?
kalo enggak.. ah author jadi sedih nih, hehe
❤️
Rupanya walau Erik seorang diri.. tapi Erik mampu mengalahkan mereka bertiga.. bisa di bilang para bodyguard itu. sekarang tengah terkapar
. Hebat juga nih ya mas Erik , othor jadi tambah cinta ❤️ ehh.!
''Ayo ayo kita pergi dari sini..'' teriak si ajudan satu
Lalu Langsung semua pada berdiri
''Dengar ya.! kami akan memberikan perhitungan padamu nanti..'' ancamnya si ajudan dua pada Erik
dan langsung lari ke tiganya meninggalkan Erik dengan Airin . . karena mereka kalah. maka sesuai diawal . Erik lah yang berhak membawa Airin . .
''Hei bangun..'' Ucap Erik setelah beberapa saat hanya ada keheningan
lambat lambat Airin mendongak kan wajahnya dan melihat sekitar, yang sudah tidak ada para anak buah Mami... Airin menghela nafas lega ''Syukurlah..'' ucapnya pelan
''Jadi kau wanita itu.. '' Ucap Erik tiba-tiba setelah sudah jelas melihat wajah Airin
Airin juga menoleh pada Erik matanya membola.. ''Ah a.. apakah k..kau yang Me..menolong ku?'' dengan gagap Airin berbicara
__ADS_1
''Menurut mu siapa lagi.. memang disini ada orang lain lagi?'' Jawab Erik ketus
''Jadi... jadi yang tadi aku peluk itu kau?'' Airin menekankan kata Peluk
''Ya itu sudah. pasti aku. kau mengharapkan orang lain. begitu?''
''Emm Bu.bukan Begitu maksudku....''
Tapi Erik langsung menyela.. ''Kau mau berdiam saja disitu...?'' Kata Erik pada Airin dengan alisnya diangkat sebelah
''Oh aku.. aku mau berterima kasih padamu'' Ucap Airin pelan
''Aku tidak mendengar nya..'' Erik pura pura tidak mendengar, sambil mendekatkan telinganya ke wajah Airin
Entah kenapa Erik saat ini seperti betah berlama-lama dengan Airin. padahal sebelumnya mereka tidak akur.!
''Astaga kau.... gendang telingaku bisa pecah tau..!''
Airin melengoskan kepalanya. ''Aku pelan salah. aku udah teriak masih salah..'' Airin ngedumel pelan
''Aku mendengar nya.!'' Kata Erik di depan wajah Airin tiba tiba
Airin sangat kaget dan secara refleks Airin memundurkan wajah Erik dengan jarinya, yang berada dekat dengan wajahnya..
''Ihhh kenapa dekat dekat.?'' Ucap Airin
__ADS_1
''Auwh awwh..'' Erik meringis
''Ah kau ke.kenapa?'' Airin panik
''Kau tidak lihat.. nih wajahku sedang babak belur,, ini karena perbuatan preman itu.. dan karena aku juga yang menolong mu tadi.. tapi kau. kau malah menekan lukanya .'' Ucap Erik panjang lebar
Airin baru teringat.. dan Ya memang itu kesalahan nya juga, karenanya lelaki ini babak belur dipukuli oleh ajudan yang mengejarnya tadi... demi untuk menolongnya
''Aku... aku minta maaf, ok ok sini aku obatin luka mu ya.'' Ucap Airin ingin memegang wajah Erik
Tapi Erik mundur..
''Kenapa.?'' dahinya Airin mengernyit dan bertanya-tanya
''Kau mau mengobatiku?. kau yakin'?'' Kata Erik
''Ya tentu, aku kan tadi juga sudah bilang aku akan.... '' Balas Airin Tapi Erik sudah menyela
''Dengan apa kau mengobati ku.. kau punya obat antiseptik nya? disini?'' Kata Erik pada Airin
Lalu Airin tampak berpikir.. mencerna ucapan Erik,, dan tiba tiba dia tersenyum ''Emm iya sih disini tidak ada apapun,, Ah itu.. itu mobil kamu bukan Mas.?'' menunjukkan mobil yang tak jauh dari mereka berdiri
''Mas.?'' Tapi Erik mengulang panggilan dari Airin
''Eh. apa.. apa salah ya, aku memanggil dia dengan sebutan Mas?'' Ucap Airin pelan pada diri sendiri
__ADS_1
''Tidak salah.. Tapi aku tidak suka mendengarnya'' Jawab Erik tiba-tiba.. ''Panggil saja aku Kakak'' lanjutnya Erik lagi kepada Airin menekan kata Kakak'